Javascript must be enabled to continue!
Urgensi Memahami Kesetaraan Gender bagi Guru Sekolah Dasar
View through CrossRef
Stereotip negatif dan perlakuan tidak adil masih menjadi suatu yang jamak terjadi. Pada umumya, perempuan dianggap sebagai kelas kedua dan menjadi pelengkap bagi figur laki-laki. Akibatnya terjadi pembatasan peran bagi perempuan agar hanya terlibat aktif pada ranah domestik. Padahal baik laki-laki atau perempuan sama-sama memiliki hak dalam aktivitas politik, budaya, pendidikan, dan sebagainya. Pandangan dan perlakuan ini harus dirubah karena tidak sesuai dengan semangat agama Islam yang memandang laki-laki dan perempuan dengan penuh penghargaan. Usaha ini harus dilakukan sejak usia kanak-kanak. Oleh karena itu para guru Sekolah Dasar perlu memahami kesetaraan gender, kemudian membiasakannya kepada para siswanya. Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, sehingga pada prosesnya memanfaatkan secara maksimal data-data dan informasi kepustakaan dari buku dan jurnal berkenaan dengan tema ini. Hasil menunjukkan bahwa menjadi sangat penting bagi guru Sekolah Dasar untuk memahamkan kesetaraan gender sejak usia kanak-kanak. Ini dilakukan karena perspektif dan sikap seseorang adalah hasil dari pengalaman masa kanak-kanaknya. Pembiasaan kepada anak-anak untuk menerima perbedaan, kekurangan, dan kelebihan masing-masing baik anak laki-laki maupun perempuan menjadikannya lebih ramah, mudah menerima perbedaan, menghargai peran rekannya, dan sebagainya. Selain itu, anak menjadi lebih mudah untuk membangun sinergi antar sesamanya. Penerimaan terhadap kesetaraan gender sangat berguna bagi pembangunan, karena sinergitas dan penghargaan menjadi lebih mudah terbangun. Negative stereotypes and unfair treatment are still commonplace. In general, women are considered as second class and a complement to male figures. As a result, there is a role restriction for women so that they are only actively involved in the domestic sphere. Even though both men and women have equal rights in political activities, culture, education, and so on. This view and treatment must be changed because it is not in accordance with the spirit of the Islamic religion which views men and women with great respect. This effort must be done since childhood. Therefore, elementary school teachers need to understand gender equality, then familiarize their students with it. This research is library research, so that in the process it makes maximum use of the data and information from books and journals related to this theme. The results show that it is very important for elementary school teachers to understand gender equality from a young age. This is done because a person's perspective and attitude are the result of his or her childhood experiences. Accustoming children to accept the differences, weaknesses, and strengths of each, both boys and girls, makes them more friendly, easy to accept differences, respect the role of colleagues, and so on. In addition, it becomes easier for children to build synergy among themselves. Acceptance of gender equality is very useful for development because it is easier to build synergy and appreciation.
Title: Urgensi Memahami Kesetaraan Gender bagi Guru Sekolah Dasar
Description:
Stereotip negatif dan perlakuan tidak adil masih menjadi suatu yang jamak terjadi.
Pada umumya, perempuan dianggap sebagai kelas kedua dan menjadi pelengkap bagi figur laki-laki.
Akibatnya terjadi pembatasan peran bagi perempuan agar hanya terlibat aktif pada ranah domestik.
Padahal baik laki-laki atau perempuan sama-sama memiliki hak dalam aktivitas politik, budaya, pendidikan, dan sebagainya.
Pandangan dan perlakuan ini harus dirubah karena tidak sesuai dengan semangat agama Islam yang memandang laki-laki dan perempuan dengan penuh penghargaan.
Usaha ini harus dilakukan sejak usia kanak-kanak.
Oleh karena itu para guru Sekolah Dasar perlu memahami kesetaraan gender, kemudian membiasakannya kepada para siswanya.
Penelitian ini adalah penelitian kepustakaan, sehingga pada prosesnya memanfaatkan secara maksimal data-data dan informasi kepustakaan dari buku dan jurnal berkenaan dengan tema ini.
Hasil menunjukkan bahwa menjadi sangat penting bagi guru Sekolah Dasar untuk memahamkan kesetaraan gender sejak usia kanak-kanak.
Ini dilakukan karena perspektif dan sikap seseorang adalah hasil dari pengalaman masa kanak-kanaknya.
Pembiasaan kepada anak-anak untuk menerima perbedaan, kekurangan, dan kelebihan masing-masing baik anak laki-laki maupun perempuan menjadikannya lebih ramah, mudah menerima perbedaan, menghargai peran rekannya, dan sebagainya.
Selain itu, anak menjadi lebih mudah untuk membangun sinergi antar sesamanya.
Penerimaan terhadap kesetaraan gender sangat berguna bagi pembangunan, karena sinergitas dan penghargaan menjadi lebih mudah terbangun.
Negative stereotypes and unfair treatment are still commonplace.
In general, women are considered as second class and a complement to male figures.
As a result, there is a role restriction for women so that they are only actively involved in the domestic sphere.
Even though both men and women have equal rights in political activities, culture, education, and so on.
This view and treatment must be changed because it is not in accordance with the spirit of the Islamic religion which views men and women with great respect.
This effort must be done since childhood.
Therefore, elementary school teachers need to understand gender equality, then familiarize their students with it.
This research is library research, so that in the process it makes maximum use of the data and information from books and journals related to this theme.
The results show that it is very important for elementary school teachers to understand gender equality from a young age.
This is done because a person's perspective and attitude are the result of his or her childhood experiences.
Accustoming children to accept the differences, weaknesses, and strengths of each, both boys and girls, makes them more friendly, easy to accept differences, respect the role of colleagues, and so on.
In addition, it becomes easier for children to build synergy among themselves.
Acceptance of gender equality is very useful for development because it is easier to build synergy and appreciation.
.
Related Results
Nilai Nilai Kesetaraan Gender dalam Pengelolaan Pembelajaran PAI di SD 05 Binanga Dua Labuhanbatu Selatan
Nilai Nilai Kesetaraan Gender dalam Pengelolaan Pembelajaran PAI di SD 05 Binanga Dua Labuhanbatu Selatan
Penelitian ini mengkaji penerapan nilai-nilai kesetaraan gender dalam pengelolaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) di SD 05 Binanga Dua. Pokok masalah yang diangkat adalah...
Persepsi Guru terhadap Peran UKS dalam Mendukung Kesehatan Anak di Sekolah Dasar Islam Ar-Raafi
Persepsi Guru terhadap Peran UKS dalam Mendukung Kesehatan Anak di Sekolah Dasar Islam Ar-Raafi
Pemahaman mendalam akan peran guru dalam menjalankan peran sebagai agen perubahan kesehatan di sekolah menjadi krusial dalam memastikan efektivitas dan keberlanjutan Program UKS. D...
Nur fitrah
Nur fitrah
Matematika merupakan salah satu cabang ilmu yang sangat penting, karena matematika sebagai mata pelajaran yang memungkinkan untuk mengembangkan kemampuan berpikir dan merupakan sar...
TANTANGAN KEBIJAKAN YANG DIHADAPI GURU BERKAITAN MASA PANDEMI
TANTANGAN KEBIJAKAN YANG DIHADAPI GURU BERKAITAN MASA PANDEMI
Masa pandemi Covid-19 belum berakhir. Berbagai kebijakan telah dipersiapkan pemerintah. Program indonesia pintar, program guru penggerak, dan asesmen kompetensi minimal adalah beb...
TANTANGAN KEBIJAKAN YANG DIHADAPI GURU BERKAITAN MASA PANDEMI
TANTANGAN KEBIJAKAN YANG DIHADAPI GURU BERKAITAN MASA PANDEMI
Masa pandemi Covid-19 belum berakhir. Berbagai kebijakan telah dipersiapkan pemerintah. Program indonesia pintar, program guru penggerak, dan asesmen kompetensi minimal adalah beb...
PERANAN KEPALA MADRASAH TERHADAP KINERJA GURU
PERANAN KEPALA MADRASAH TERHADAP KINERJA GURU
Kepala Madrasah adalah sebagai seorang tenaga fungsional guru yang diberi tugas untuk memimpin suatu sekolah dimana diselenggarakan proses belajar mengajar, atau tempat di mana ter...
Peran Guru Penggerak dalam Meningkatkan Pemerataan Kualitas Kinerja Guru
Peran Guru Penggerak dalam Meningkatkan Pemerataan Kualitas Kinerja Guru
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru penggerak dalam meningkatkan pemerataan kualitas kinerja guru di Sekolah Dasar Negeri 104267 Pegajahan. Fokus kajian pada pen...
Implementasi Hasil Diklat Penguatan Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah
Implementasi Hasil Diklat Penguatan Kompetensi Manajerial Kepala Sekolah
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui (1) kemampuan kepala sekolah dalam mengimplementasikan teknik analisis manajemen, (2) kemampuan kepala sekolah dalam menilai rapor mutu, (...

