Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PASAR TRADISIONAL SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI KOTA PALU

View through CrossRef
Pasar tradisional dapat menjadi obyek wisata yang menarik minat wisatawan, bila dikemas dengan baik, menari dan memuat konsep wisata kekinian. Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar pasar tradisional bisa menjadi daya tarik wisata yaitu: Pertama, mengubah kesan pasar sebagai tempat yang kumuh menjadi tempat yang menarik, bersih, dan rapih. Kedua, memiliki ciri khas yang bersifat tradisional, baik dari aspek tempat maupun ragam dagangan seperti sayur, buah, maupun kuliner. Ketiga, memadukan unsur-unsur tradisonal dalam pasar, seperti transaksi jual beli dengan unsur-unsur tradisional lain, seperti atraksi seni budaya dan permainan tradisional. Dengan demikian pasar tradisional yang ada di suatu daerah akan berbeda dengan daerah lain. Keempat, dapat dikunjungi oleh semua kalangan, baik wanita maupun laki-laki, anak-anak, remaja, maupun orang dewasa. Kelima, memiliki latar belakang pemandangan yang indah, unik, dan menarik, seperti bentang alam pegunungan, sawah, sungai, danau, laut, maupun bangunan bersejarah. Keenam, memadukan panorama pasar tradisional dengan tren wisata kekinian, yaitu dengan menyediakan spot menarik untuk berswafoto. Ketujuh, dikelola secara profesional dengan mengutamakan pelayanan dan kepuasan pengunjung, serta dipromosikan secara masif melalui media sosial. Selain itu, memiliki kalender even yang berkesinambungan, dan selalu menyuguhkan inovasi dalam atraksi seni budaya. Setiap daerah, sesungguhnya bisa mengembangkan pasar tradisional dengan konsep wisata, asalkan punya keunikan masing-masing.
Title: PASAR TRADISIONAL SEBAGAI DAYA TARIK WISATA DI KOTA PALU
Description:
Pasar tradisional dapat menjadi obyek wisata yang menarik minat wisatawan, bila dikemas dengan baik, menari dan memuat konsep wisata kekinian.
Ada beberapa hal yang harus diperhatikan agar pasar tradisional bisa menjadi daya tarik wisata yaitu: Pertama, mengubah kesan pasar sebagai tempat yang kumuh menjadi tempat yang menarik, bersih, dan rapih.
Kedua, memiliki ciri khas yang bersifat tradisional, baik dari aspek tempat maupun ragam dagangan seperti sayur, buah, maupun kuliner.
Ketiga, memadukan unsur-unsur tradisonal dalam pasar, seperti transaksi jual beli dengan unsur-unsur tradisional lain, seperti atraksi seni budaya dan permainan tradisional.
Dengan demikian pasar tradisional yang ada di suatu daerah akan berbeda dengan daerah lain.
Keempat, dapat dikunjungi oleh semua kalangan, baik wanita maupun laki-laki, anak-anak, remaja, maupun orang dewasa.
Kelima, memiliki latar belakang pemandangan yang indah, unik, dan menarik, seperti bentang alam pegunungan, sawah, sungai, danau, laut, maupun bangunan bersejarah.
Keenam, memadukan panorama pasar tradisional dengan tren wisata kekinian, yaitu dengan menyediakan spot menarik untuk berswafoto.
Ketujuh, dikelola secara profesional dengan mengutamakan pelayanan dan kepuasan pengunjung, serta dipromosikan secara masif melalui media sosial.
Selain itu, memiliki kalender even yang berkesinambungan, dan selalu menyuguhkan inovasi dalam atraksi seni budaya.
Setiap daerah, sesungguhnya bisa mengembangkan pasar tradisional dengan konsep wisata, asalkan punya keunikan masing-masing.

Related Results

Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
<p class="Abstract">Wisata Alam Colo merupakan salah satu tempat wisata yang berkembang di Kabupaten Kudus. Wisata alam ini mempunyai daya tarik baik dari segi fisik alam mau...
PENGEMBANGAN WISATA PENANGKARAN TAMAN BUDAYA ASAM KUMBANG SEBAGAI OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA KOTA MEDAN
PENGEMBANGAN WISATA PENANGKARAN TAMAN BUDAYA ASAM KUMBANG SEBAGAI OBJEK DAN DAYA TARIK WISATA KOTA MEDAN
Penelitian ini berjudul “Pengembangan wisata penangkaran Taman Buaya AsamKumbang sebagai objek dan daya tarik wisata Kota Medan”. Membahas tentangbagaimana pengembangan wisata pena...
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Abstrak. Urgensi dari Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah menyelesaikan masalah prioritas Kelompok Pemandu Wisata Karst Rammang-Rammang (mitra) yang: (1) masih fokus...
Mekanisme Pasar Pada Pasar Kebun Bunga Ditinjau Dari Perspektif Ekonomi Syariah
Mekanisme Pasar Pada Pasar Kebun Bunga Ditinjau Dari Perspektif Ekonomi Syariah
Penelitian ini mengeksplorasi mekanisme pasar tradisional dari perspektif Ekonomi Islam.  Pasar, sebagai titik pertemuan penjual dan pembeli, memegang peran sentral dalam perekonom...
Identifikasi Kesesuaian Atraksi Wisata Pantai Berdasarkan Daya Tampung dan Daya Dukung
Identifikasi Kesesuaian Atraksi Wisata Pantai Berdasarkan Daya Tampung dan Daya Dukung
Abstract. Pangandaran Beach has various kinds of tourist attractions such as beach recreation areas, watersport, swimming, snorkeling, mangrove tourism and camping, but these touri...
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
Kabupaten Lumajang memiliki sejumlah objek wisata yang relatif lengkap, mulai dari objek wisata alam (wisata tirta, hutan wisata, serta panorama alam), objek wisata buatan (taman r...
KAJIAN TENTANG POTENSI DAYA TARIK WISATA SYARIAH DI PULAU LOMBOK
KAJIAN TENTANG POTENSI DAYA TARIK WISATA SYARIAH DI PULAU LOMBOK
Wisata syariah adalah wisata yang mengedepankan nilai islam dalam setiap aktivitasnya, wisata syariah itu sendiri memiliki arti yang lebih luas yaitu pariwisata yang keseluruhannya...

Back to Top