Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Perspektif Ibnu Khaldun Tentang Perubahan Sosial

View through CrossRef
Abstract.According to Ibn Khaldun, the paradigm of social change starts from people who have been forged with a hard life, poverty and full of struggle. Nomadic society (badawah, badui, wanderer, rural, village) is the initial social organization. They are sufficient to fulfill their primary needs. If these basic needs have been met, then they seek luxury, live well. Then there is urbanization (civilization), urbanization. Ethically the nomadic group is bolder, better than the city population. Urban social conditions form a tendency to act corruptly. From an ethical perspective, the process of urbanization is degradative. The desire to live with prosperity and be free from the hardships of life coupled with ‘Ashabiyyah among them makes them strive to realize their dreams with a hard struggle. The dream that was achieved then gave rise to a new civilization. The emergence of this new civilization is also usually followed by the decline of another civilization. These stages are then repeated again, and so on until this theory is known as the Cycle Theory.Keywords: Social Change, Ibn Khaldun, Society AbstrakMenurut Ibn Khaldun, paradigma perubahan sosial dimulai dari masyarakat yang telah ditempa dengan kehidupan keras, kemiskinan dan penuh perjuangan. Masyarakat nomadik (badawah, badui, pengembara, rural, desa) adalah organisasi sosial awal. Mereka mencukupkan diri memenuhi kebutuhan primer mereka. Jika kebutuhan mendasar ini sudah terpenuhi, barulah mereka mencari kemewahan, hidup enak. Kemudian berlangsunglah urbanisasi (tamadun), peng-kotaan. Secara etis golongan pengembara lebih berani, lebih baik dibandingkan penduduk kota. Kondisi sosial perkotaan membentuk kecenderungan untuk bertindak korup. Dari sisi etis, proses urbanisasi adalah degradatif. Keinginan hidup dengan makmur dan terbebas dari kesusahan hidup ditambah dengan ‘Ashabiyyah di antara mereka membuat mereka berusaha keras untuk mewujudkan cita-cita mereka dengan perjuangan yang keras. Impian yang tercapai kemudian memunculkan sebuah peradaban baru. Kemunculan peradaban baru ini pula biasanya diikuti dengan kemunduran suatu peradaban lain. Tahapan-tahapan tersebut kemudian terulang lagi, dan begitulah seterusnya hingga teori ini dikenal dengan Teori Siklus.Kata Kunci: Perubahan Sosial, Ibn Khaldun, Masyarakat
LP2M Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
Title: Perspektif Ibnu Khaldun Tentang Perubahan Sosial
Description:
Abstract.
According to Ibn Khaldun, the paradigm of social change starts from people who have been forged with a hard life, poverty and full of struggle.
Nomadic society (badawah, badui, wanderer, rural, village) is the initial social organization.
They are sufficient to fulfill their primary needs.
If these basic needs have been met, then they seek luxury, live well.
Then there is urbanization (civilization), urbanization.
Ethically the nomadic group is bolder, better than the city population.
Urban social conditions form a tendency to act corruptly.
From an ethical perspective, the process of urbanization is degradative.
The desire to live with prosperity and be free from the hardships of life coupled with ‘Ashabiyyah among them makes them strive to realize their dreams with a hard struggle.
The dream that was achieved then gave rise to a new civilization.
The emergence of this new civilization is also usually followed by the decline of another civilization.
These stages are then repeated again, and so on until this theory is known as the Cycle Theory.
Keywords: Social Change, Ibn Khaldun, Society AbstrakMenurut Ibn Khaldun, paradigma perubahan sosial dimulai dari masyarakat yang telah ditempa dengan kehidupan keras, kemiskinan dan penuh perjuangan.
Masyarakat nomadik (badawah, badui, pengembara, rural, desa) adalah organisasi sosial awal.
Mereka mencukupkan diri memenuhi kebutuhan primer mereka.
Jika kebutuhan mendasar ini sudah terpenuhi, barulah mereka mencari kemewahan, hidup enak.
Kemudian berlangsunglah urbanisasi (tamadun), peng-kotaan.
Secara etis golongan pengembara lebih berani, lebih baik dibandingkan penduduk kota.
Kondisi sosial perkotaan membentuk kecenderungan untuk bertindak korup.
Dari sisi etis, proses urbanisasi adalah degradatif.
Keinginan hidup dengan makmur dan terbebas dari kesusahan hidup ditambah dengan ‘Ashabiyyah di antara mereka membuat mereka berusaha keras untuk mewujudkan cita-cita mereka dengan perjuangan yang keras.
Impian yang tercapai kemudian memunculkan sebuah peradaban baru.
Kemunculan peradaban baru ini pula biasanya diikuti dengan kemunduran suatu peradaban lain.
Tahapan-tahapan tersebut kemudian terulang lagi, dan begitulah seterusnya hingga teori ini dikenal dengan Teori Siklus.
Kata Kunci: Perubahan Sosial, Ibn Khaldun, Masyarakat.

Related Results

Metode Sejarah dalam Perspektif Ibnu Khaldun (Telaah Kitab Mukaddimah)
Metode Sejarah dalam Perspektif Ibnu Khaldun (Telaah Kitab Mukaddimah)
Tulisan ini bertujuan untuk menelaah dan menjelaskan Metode Sejarah dalam Perspektif Ibnu Khaldun dalam kitab mukaddimah yang merupakan pendahuluan dari kitab al-Ibar. Untuk mengur...
ILMU PENGETAHUAN DAN PEMBAGIANNYA MENURUT IBN KHALDUN
ILMU PENGETAHUAN DAN PEMBAGIANNYA MENURUT IBN KHALDUN
Although he also discussed science with various branches and scope, so that he was known as an expert in the discourse of science in Islam, Ibn Khaldun was still often positioned a...
PERUBAHAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT
PERUBAHAN SOSIAL DALAM KEHIDUPAN BERMASYARAKAT
Penulis mencoba menguraikan soal perubahan sosial yang terjadi dalam masyarakat berdasarkan teori-teori perubahan sosial. Perubahan sosial merupakan suatu proses pergeseran struktu...
Catatan dari Managing Editor
Catatan dari Managing Editor
Salam sejahtera, Tahun 2020 ini menandakan awal dari akhir sebuah dekade dimana terjadi berbagai perubahan sosial dan teknologi. Pertama, diketahui bahwa teknologi internet dan me...
PERUBAHAN SOSIAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN SOSIAL: TANTANGAN BAGI PENELITI DAN PRAKTISI KESEJAHTERAAN SOSIAL
PERUBAHAN SOSIAL DAN IMPLIKASINYA TERHADAP PEMBANGUNAN KESEJAHTERAAN SOSIAL: TANTANGAN BAGI PENELITI DAN PRAKTISI KESEJAHTERAAN SOSIAL
Perubahan sosial adalah suatu perubahan yang terjadi di dalam masyarakat terkait dengan pola pikir, sikap sosial, norma, nilai-nilai, dan berbagai pola perilaku manusia di dalam ma...
Modernisasi dan perubahan sosial
Modernisasi dan perubahan sosial
PENDAHULUAN Perubahan sosial adalah suatu fenomena dimana setiap kehidupan kita pasti terjadi perubahan, baik perubahan itu bersifat cepat maupun lambat. Jika dibandingkan dengan b...
Terbentuknya Negara dalam Konsep Pemikian Ibnu Khaldun
Terbentuknya Negara dalam Konsep Pemikian Ibnu Khaldun
The attention of researchers to explore the brilliant thoughts of Ibn Khaldun is so great. Khaldun is a multidisciplinary scientist. He has many statuses. However, several studies ...
HUBUNGAN TEORI DEMOKRASI DAN TEORI ASHABIYAH IBNU KHALDUN DAN KAITANNYA DENGAN PANCASILA
HUBUNGAN TEORI DEMOKRASI DAN TEORI ASHABIYAH IBNU KHALDUN DAN KAITANNYA DENGAN PANCASILA
Latar Belakang : Agama Islam mengatur sistem pemerintahan untuk melindungi hak umatnya, ada seorang tokoh muslim yang sangat terkenal akan pemikiran politiknya yaitu Ibnu Khaldun, ...

Back to Top