Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Wayang Kulit ‘Gara-Gara’ Pergelaran Bayangan: Materi Pendidikan Karakter Melalui Cara Baca Bahasa Rupa

View through CrossRef
Artikel ini merupakan hasil penelitian yang membaca sabetan/gerak wayang bayangan pada pertunjukan wayang kulit bayangan dalam babak adegan ‘Gara-Gara’ tentang pendidikan karakter, dengan menggunakan bahasa rupa sebagai keilmuan. Temuan penelitian ini yang berupa kosakata ‘gerak’ sebagai gagasan untuk kekaryaan seni rupa kontemporer. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan keilmuan bahasa rupa untuk menjawab pertanyaan tentang aspek bercerita pada tiap ‘gerak’ wayang. Bahasan khusus bahasa rupa ditekankan pada aspek bercerita, bukan pada kaidah estetis dan makna simbolik. Keilmuan bahasa rupa, merupakan keilmuan yang menggunakan bahasa gambar untuk membaca gambar-gambar yang sudah ada dan sudah tercipta. Bahasa gambar tersebut, diungkapkan dalam bentuk bayangan wayang pada layar, melalui sinar lampu yang disebut blencong. Analisis gambarnya adalah aspek ‘gerak’ dari bayangan wayang hasil sabetan dalang. Penelitian ini merupakan usaha dalam menjawab pertanyaan, dengan  membaca gambar pada gerak wayang hasil permainan sabetan dari dalang, yang berhubungan dengan pendidikan karakter. Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa Wayang Kulit bayangan yang berupa hasil sabetan dalang, dengan menggunakan pembacaan gambar melalui rekaman video, dalam bentuk pembagian scene by scene pada babak adegan Gara-gara  yang kemudian dapat terbaca perilaku tokoh-tokohnya, yang dapat dipakai untuk mempelajari karakter baik dan buruk, untuk meningkatkan pemahaman pendidikan karakter sebagai manusia yang sanggup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Kata kunci: pendidikan karakter, wayang kulit, ‘gara-gara’, bahasa rupa.
Institut Seni Budaya Indonesia Bandung
Title: Wayang Kulit ‘Gara-Gara’ Pergelaran Bayangan: Materi Pendidikan Karakter Melalui Cara Baca Bahasa Rupa
Description:
Artikel ini merupakan hasil penelitian yang membaca sabetan/gerak wayang bayangan pada pertunjukan wayang kulit bayangan dalam babak adegan ‘Gara-Gara’ tentang pendidikan karakter, dengan menggunakan bahasa rupa sebagai keilmuan.
Temuan penelitian ini yang berupa kosakata ‘gerak’ sebagai gagasan untuk kekaryaan seni rupa kontemporer.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan keilmuan bahasa rupa untuk menjawab pertanyaan tentang aspek bercerita pada tiap ‘gerak’ wayang.
Bahasan khusus bahasa rupa ditekankan pada aspek bercerita, bukan pada kaidah estetis dan makna simbolik.
Keilmuan bahasa rupa, merupakan keilmuan yang menggunakan bahasa gambar untuk membaca gambar-gambar yang sudah ada dan sudah tercipta.
Bahasa gambar tersebut, diungkapkan dalam bentuk bayangan wayang pada layar, melalui sinar lampu yang disebut blencong.
Analisis gambarnya adalah aspek ‘gerak’ dari bayangan wayang hasil sabetan dalang.
Penelitian ini merupakan usaha dalam menjawab pertanyaan, dengan  membaca gambar pada gerak wayang hasil permainan sabetan dari dalang, yang berhubungan dengan pendidikan karakter.
Berdasarkan hasil penelitian tersebut diperoleh kesimpulan bahwa Wayang Kulit bayangan yang berupa hasil sabetan dalang, dengan menggunakan pembacaan gambar melalui rekaman video, dalam bentuk pembagian scene by scene pada babak adegan Gara-gara  yang kemudian dapat terbaca perilaku tokoh-tokohnya, yang dapat dipakai untuk mempelajari karakter baik dan buruk, untuk meningkatkan pemahaman pendidikan karakter sebagai manusia yang sanggup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.
Kata kunci: pendidikan karakter, wayang kulit, ‘gara-gara’, bahasa rupa.

Related Results

TAFSIR PERIODISASI GARA-GARA: ANALISIS PENGUBAHAN GARA-GARA DALAM EMPAT LAKON WAYANG KULIT
TAFSIR PERIODISASI GARA-GARA: ANALISIS PENGUBAHAN GARA-GARA DALAM EMPAT LAKON WAYANG KULIT
“Gara-gara” is an important scene in the plot of shadow puppet plays. The diversity of playsperformed or documented in the written texts tends to result in a comparison study of th...
Representasi Komunikasi Keluarga pada Film “Gara-Gara Warisan”
Representasi Komunikasi Keluarga pada Film “Gara-Gara Warisan”
Abstract. Communication is very important in the family. By communicating, family members can know and understand roles, rules and expectations and how family members form and mana...
Sunardi KREASI DAN INOVASI SENI PERTUNJUKAN WAYANG SEBAGAI PENGUATAN PRE-ARTISTIC RESEARCH UNIVERSITY
Sunardi KREASI DAN INOVASI SENI PERTUNJUKAN WAYANG SEBAGAI PENGUATAN PRE-ARTISTIC RESEARCH UNIVERSITY
Tulisan ini bertujuan memaparkan hasil kreasi dan inovasi seni pertunjukan wayang sebagai upaya penguatan pre-artistic research university di Institut Seni Indonesia (ISI) Surakart...
Marketing Communications Manajement for Kamasan Painting Art In The Karangasem Tourism Vilaage, Klungkung Regency
Marketing Communications Manajement for Kamasan Painting Art In The Karangasem Tourism Vilaage, Klungkung Regency
Kamasan tourist village presents painting as a tourist destination. The painting art in question is Classical Wayang painting which originated during the reign of King Dalem Wature...
WAYANG BEBER KARYA PUJIANTO KASIDI STUDI BIOGRAFI DAN ESTETIKA
WAYANG BEBER KARYA PUJIANTO KASIDI STUDI BIOGRAFI DAN ESTETIKA
Penelitian ini membahas tentang biografi dan estetika wayang beber karya Pujianto Kasidi. Dalam penelitian ini menggunakan 2 pendekatan yaitu pendekatan biografi dan estetika. Biog...
Penyalonarangan Dalam Wayang Kulit Ramayana
Penyalonarangan Dalam Wayang Kulit Ramayana
Kesenian wayang kulit sebagai salah satu seni pertunjukan wayang kulit tradisi sempat mendapat tempat yang sangat istimewa di hati masyarakat Bali. Pertunjukan wayang kulit Bali di...
Menelusuri Jejak Rupa Wayang Klasik Bali
Menelusuri Jejak Rupa Wayang Klasik Bali
Rupa wayang klasik Bali proses pembentukanya melalui sejarah yang panjang, dimulai dari jaman primitif, jaman Bali kuno, Bali Hindu, dan kolonialisme hingga sekarang. Sebagai sebua...

Back to Top