Javascript must be enabled to continue!
Analisis Kestabilan pada model prey-predator-super predator dengan fungsi respon Holling tipe I dan Holling tipe II
View through CrossRef
Interaksi prey dan predator dalam bidang ekologi menarik untuk dibahas dan dikaji perilaku dinamik antar populasinya. Perilaku persaingan antar populasi memperoleh makanan dapat digambarkan dalam suatu pola pemangsaan atau laju predasi. Penelitian ini membahas mengenai analisis kestabilan pada model prey, predator, super predator dengan laju predasi menggunakan fungsi respon yang berbeda. Berdasarkan fenomena dan asumsi interaksi antar populasi, fungsi respon yang digunakan untuk predasi predator terhadap prey adalah Holling tipe I, untuk laju predasi super predator terhadap prey dan predator menggunakan fungsi respon Holling tipe II. Tahapan penelitian yaitu mengkonstruksi model, menentukan titik kesetimbangan dari sistem, proses linearisasi sistem untuk analisis kestabilan dari setiap titik kesetimbangan, serta melakukan simulasi numerik menggunakan software Maple dan Python. Dari konstruksi model dan nilai parameter yang digunakan, secara analitik terdapat enam titik kesetimbangan dengan dua titik yang tidak stabil dan empat titik yang kestabilannya bergantung syarat tertentu. Hasil simulasi menunjukkan kesesuaian dengan hasil analisis kestabilan. Perubahan nilai parameter waktu yang dibutuhkan super predator untuk menangani prey mempengaruhi dinamika solusi sistem, yang ditampilkan dalam potret fase
Universitas Negeri Surabaya
Title: Analisis Kestabilan pada model prey-predator-super predator dengan fungsi respon Holling tipe I dan Holling tipe II
Description:
Interaksi prey dan predator dalam bidang ekologi menarik untuk dibahas dan dikaji perilaku dinamik antar populasinya.
Perilaku persaingan antar populasi memperoleh makanan dapat digambarkan dalam suatu pola pemangsaan atau laju predasi.
Penelitian ini membahas mengenai analisis kestabilan pada model prey, predator, super predator dengan laju predasi menggunakan fungsi respon yang berbeda.
Berdasarkan fenomena dan asumsi interaksi antar populasi, fungsi respon yang digunakan untuk predasi predator terhadap prey adalah Holling tipe I, untuk laju predasi super predator terhadap prey dan predator menggunakan fungsi respon Holling tipe II.
Tahapan penelitian yaitu mengkonstruksi model, menentukan titik kesetimbangan dari sistem, proses linearisasi sistem untuk analisis kestabilan dari setiap titik kesetimbangan, serta melakukan simulasi numerik menggunakan software Maple dan Python.
Dari konstruksi model dan nilai parameter yang digunakan, secara analitik terdapat enam titik kesetimbangan dengan dua titik yang tidak stabil dan empat titik yang kestabilannya bergantung syarat tertentu.
Hasil simulasi menunjukkan kesesuaian dengan hasil analisis kestabilan.
Perubahan nilai parameter waktu yang dibutuhkan super predator untuk menangani prey mempengaruhi dinamika solusi sistem, yang ditampilkan dalam potret fase.
Related Results
MODEL MATEMATIKA MANGSA PEMANGSA TIGA SPESIES DENGAN FUNGSI RESPON HOLLING TIPE II DAN HOLLING TIPE IV SERTA PEMANENAN PADA POPULASI MANGSA
MODEL MATEMATIKA MANGSA PEMANGSA TIGA SPESIES DENGAN FUNGSI RESPON HOLLING TIPE II DAN HOLLING TIPE IV SERTA PEMANENAN PADA POPULASI MANGSA
In this world, living things are interdependent. Every living creature needs another living creature, so there is an interaction between the two. One of interactions that occur in ...
Analisis Dinamik Model Predator-Prey Dengan Fungsi Respon Monod Haldane
Analisis Dinamik Model Predator-Prey Dengan Fungsi Respon Monod Haldane
Setiap makhluk hidup tidak terlepas untuk berinteraksi dengan makhluk hidup lainnya.Interaksi terjadi ketika dua atau lebih spesies memiliki efek atau mempunyai pengaruh terhadap m...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Magic graphs
Magic graphs
DE LA TESIS<br/>Si un graf G admet un etiquetament super edge magic, aleshores G es diu que és un graf super edge màgic. La tesis està principalment enfocada a l'estudi del c...
Product of digraphs, (super) edge-magic valences and related problems
Product of digraphs, (super) edge-magic valences and related problems
Discrete Mathematics, and in particular Graph Theory, has gained a lot of popularity during the last 7 decades. Among the many branches in Graph Theory, graph labelings has experim...
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
PERAN TATA KELOLA PERUSAHAAN DALAM MEMODERASI PENGARUH IMPLEMANTASI GREEN ACCOUNTING, CORPORATE SOCIAL RESPONSIBILITY DAN FIRM SIZE TERHADAP KINERJA KEUANGAN
This study examines the role of corporate governance in moderating the influence of green accounting disclosure, corporate social responsibility (CSR), and firm size on the financi...
Pemanfaatan Bahan PET Terhadap Daya Serap Air Pada Beton Pracetak Tipe U-Ditch
Pemanfaatan Bahan PET Terhadap Daya Serap Air Pada Beton Pracetak Tipe U-Ditch
Sampah merupakan salah satu pencemaran yang sangat umum ditemui pada saat ini. Hal ini disebabkan konsumsi plastik yang setiap tahunnya terus meningkat, salah satu jenis sampah pla...
ANALISIS LOKUSI ILOKUSI PERLOKUSI DALAM DRAMA KOE KOI
ANALISIS LOKUSI ILOKUSI PERLOKUSI DALAM DRAMA KOE KOI
Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah mendeskripsikan dan menganalisis lokusi, ilokusi, dan perlokusi dalam kehidupan sehari-hari melalui drama koe koi, dan mendeskripsikan da...

