Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

IMPLEMENTASI WHOLE LANGUAGE APPROACH SEBAGAI PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBAHASA AWAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD NON FORMAL

View through CrossRef
This study was conducted to implementa holistic approach to language (whole language approach) as the development of early language learning model of children aged 5-6 years in Non-Formal early childhood. As commonly known, ordinary people generally narrows aspects of language learning on only one small part of language development include reading and writing. On the other hand, the whole language approach has not been widely known specially applied nearly language learning in early childhood Non-Formal, but if implemented correctly and consistently, this approach is able to foster interest in literacy children naturally and fun. Whole language has been implemented nearly childhood language learning in developed countries that have a high interest in literacy. This study used action research methods by giving the action in each cycle from planning, action, observation, and reflection. This research was carried out in Non-Formal Childhood Education Mawar in South Tangerang January to July 2014. The subjects of this study consisted of 10 children aged 5-6 years were selected based on the observation of pre-cycle. The results of observations processed through data analysis techniques with descriptive statistics, namely to find the percentage and the average value of the initial improvements in language skills acquired through observation, interviews and discussions, as well as document review. The results showed that the implementation of the whole language approach that include simmertion, demonstration, expectation, responsibility, employment, approximation, feedback can improve early reading skills of young children. Based on pre-cycle observations initially beginning literacy percentage of 30.25% is still a child. In the first cycle after the action as much as7 times the meeting obtained by an increase in the percentage amounted to 85.50%. Based on these data showed an increase in the percentage of literacy of the observation of pre-cycle by 55.25%.The implications of this study are expected to approach whole language can be used as the development of early language learning model early childhood 5-6 years in Non-Formal early childhood, because it is natural and fun and developmentally age children. Penelitian ini dilakukan untuk mengimplementasikan pendekatan bahasa holistik (whole language approach) sebagai pengembangan model pembelajaran berbahasa awal anak usia 5-6 tahun di PAUD Non Formal. Sebagaimana lazim diketahui, masyarakat awam umumnya menyempitkan aspek pembelajaran berbahasa hanya pada salah satu bagian kecil perkembangan bahasa meliputi membaca dan menulis. Di sisi lain, pendekatan whole language belum banyak diketahui apalagi diterapkan di dalam pembelajaran berbahasa awal anak usia dini di PAUD Non Formal, padahal apabila diimplementasikan secara benar dan konsisten pendekatan ini mampu menumbuhkan minat literasi (keaksaraan) anak secara alamiah dan menyenangkan. Whole language telah diterapkan dalam pembelajaran berbahasa anak usia dini di negara-negara maju yang memiliki minat literasi tinggi. Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan (action research) dengan memberikan tindakan pada setiap siklus mulai dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi. Penelitian ini dilaksanakan di PAUD Non Formal Mawar Tangerang Selatan pada bulan Januari sampai Juli 2014. Subyek penelitian ini terdiri dari 10 orang anak usia 5-6 tahun yang dipilih berdasar hasil observasi pra siklus. Hasil observasi diolah melalui tekhnik analisis data dengan statistik deskriptif, yaitu mencari persentase dan nilai rata-rata peningkatan kemampuan berbahasa awal yang diperoleh melalui observasi, interview dan diskusi, serta kajian dokumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendekatan whole language yang meliputi immertion, demonstration, expectation, responsibility, employment, approximation, and feedbackdapat meningkatkan kemampuan membaca awal anak usia dini. Berdasarkan observasi pada pra siklus pada awalnya persentase kemampuan membaca permulaan anak masih sebesar 30,25%. Pada siklus I setelah dilakukan tindakan sebanyak 7 kali pertemuan diperoleh peningkatan persentase menjadi sebesar 85,50%. Berdasarkan data tersebut menunjukkan peningkatan persentase kemampuan membaca dari hasil observasi pra siklus sebesar 55,25%. Implikasi dari penelitian ini diharapkan pendekatan whole language dapat dijadikan sebagai pengembangan model pembelajaran berbahasa awal anak usia dini 5-6 tahun di PAUD Non Formal, karena sifatnya yang alamiah dan menyenangkan serta seusia dengan tahapan perkembangan anak.
Title: IMPLEMENTASI WHOLE LANGUAGE APPROACH SEBAGAI PENGEMBANGAN MODEL PEMBELAJARAN BERBAHASA AWAL ANAK USIA 5-6 TAHUN DI PAUD NON FORMAL
Description:
This study was conducted to implementa holistic approach to language (whole language approach) as the development of early language learning model of children aged 5-6 years in Non-Formal early childhood.
 As commonly known, ordinary people generally narrows aspects of language learning on only one small part of language development include reading and writing.
 On the other hand, the whole language approach has not been widely known specially applied nearly language learning in early childhood Non-Formal, but if implemented correctly and consistently, this approach is able to foster interest in literacy children naturally and fun.
 Whole language has been implemented nearly childhood language learning in developed countries that have a high interest in literacy.
 This study used action research methods by giving the action in each cycle from planning, action, observation, and reflection.
 This research was carried out in Non-Formal Childhood Education Mawar in South Tangerang January to July 2014.
The subjects of this study consisted of 10 children aged 5-6 years were selected based on the observation of pre-cycle.
 The results of observations processed through data analysis techniques with descriptive statistics, namely to find the percentage and the average value of the initial improvements in language skills acquired through observation, interviews and discussions, as well as document review.
 The results showed that the implementation of the whole language approach that include simmertion, demonstration, expectation, responsibility, employment, approximation, feedback can improve early reading skills of young children.
Based on pre-cycle observations initially beginning literacy percentage of 30.
25% is still a child.
 In the first cycle after the action as much as7 times the meeting obtained by an increase in the percentage amounted to 85.
50%.
 Based on these data showed an increase in the percentage of literacy of the observation of pre-cycle by 55.
25%.
The implications of this study are expected to approach whole language can be used as the development of early language learning model early childhood 5-6 years in Non-Formal early childhood, because it is natural and fun and developmentally age children.
Penelitian ini dilakukan untuk mengimplementasikan pendekatan bahasa holistik (whole language approach) sebagai pengembangan model pembelajaran berbahasa awal anak usia 5-6 tahun di PAUD Non Formal.
Sebagaimana lazim diketahui, masyarakat awam umumnya menyempitkan aspek pembelajaran berbahasa hanya pada salah satu bagian kecil perkembangan bahasa meliputi membaca dan menulis.
Di sisi lain, pendekatan whole language belum banyak diketahui apalagi diterapkan di dalam pembelajaran berbahasa awal anak usia dini di PAUD Non Formal, padahal apabila diimplementasikan secara benar dan konsisten pendekatan ini mampu menumbuhkan minat literasi (keaksaraan) anak secara alamiah dan menyenangkan.
 Whole language telah diterapkan dalam pembelajaran berbahasa anak usia dini di negara-negara maju yang memiliki minat literasi tinggi.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian tindakan (action research) dengan memberikan tindakan pada setiap siklus mulai dari perencanaan, tindakan, pengamatan, dan refleksi.
Penelitian ini dilaksanakan di PAUD Non Formal Mawar Tangerang Selatan pada bulan Januari sampai Juli 2014.
Subyek penelitian ini terdiri dari 10 orang anak usia 5-6 tahun yang dipilih berdasar hasil observasi pra siklus.
Hasil observasi diolah melalui tekhnik analisis data dengan statistik deskriptif, yaitu mencari persentase dan nilai rata-rata peningkatan kemampuan berbahasa awal yang diperoleh melalui observasi, interview dan diskusi, serta kajian dokumen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi pendekatan whole language yang meliputi immertion, demonstration, expectation, responsibility, employment, approximation, and feedbackdapat meningkatkan kemampuan membaca awal anak usia dini.
Berdasarkan observasi pada pra siklus pada awalnya persentase kemampuan membaca permulaan anak masih sebesar 30,25%.
Pada siklus I setelah dilakukan tindakan sebanyak 7 kali pertemuan diperoleh peningkatan persentase menjadi sebesar 85,50%.
Berdasarkan data tersebut menunjukkan peningkatan persentase kemampuan membaca dari hasil observasi pra siklus sebesar 55,25%.
Implikasi dari penelitian ini diharapkan pendekatan whole language dapat dijadikan sebagai pengembangan model pembelajaran berbahasa awal anak usia dini 5-6 tahun di PAUD Non Formal, karena sifatnya yang alamiah dan menyenangkan serta seusia dengan tahapan perkembangan anak.

Related Results

Hubungan Perilaku Pola Makan dengan Kejadian Anak Obesitas
Hubungan Perilaku Pola Makan dengan Kejadian Anak Obesitas
<p><em><span style="font-size: 11.0pt; font-family: 'Times New Roman',serif; mso-fareast-font-family: 'Times New Roman'; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-langua...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., &amp; Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PEMBERDAYAAN TUTOR BKB DAN GURU PAUD MELALUI KETERAMPILAN STORYTELLING
PEMBERDAYAAN TUTOR BKB DAN GURU PAUD MELALUI KETERAMPILAN STORYTELLING
<p class="AbstractTitle"><strong>Abstrak</strong></p><p><em>Storytelling adalah sebuah teknik atau kemampuan untuk menceritakan sebuah kisah, pe...
ANALISIS PENGEMBANGAN BAHASA INGGRIS AWAL ANAK USIA 5-6 TAHUN
ANALISIS PENGEMBANGAN BAHASA INGGRIS AWAL ANAK USIA 5-6 TAHUN
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kuantitatif yang bertujuan untuk menganalisa pengembangan berbahasa inggris awal anak usia 5-6 tahun. I...
Inovasi Manajemen Pembelajaran PAUD untuk Mengoptimalkan Kesiapan Sekolah Anak di RA Humayroh
Inovasi Manajemen Pembelajaran PAUD untuk Mengoptimalkan Kesiapan Sekolah Anak di RA Humayroh
Kualitas pembelajaran PAUD sangat menentukan kesiapan anak untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan dasar. Namun, dalam praktiknya, lembaga PAUD seperti RA Humayroh masih menghadapi...
REKOGNISI, MINAT, DAN MOTIVASI ORANGTUA TERHADAP EDUKASI PADA ANAK USIA DINI: STUDI MULTISITUS
REKOGNISI, MINAT, DAN MOTIVASI ORANGTUA TERHADAP EDUKASI PADA ANAK USIA DINI: STUDI MULTISITUS
Penelitian ini merupakan penelitian multisitus di dua lokasi penelitian yakni di TK Kartika XXI-17 Kota Gorontalo Dan RA Anajmushagir Kota Gorontalo Tujuan Penelitian ini adalah un...
Pengembangan Kurikulum PAUD Berbasis Alam
Pengembangan Kurikulum PAUD Berbasis Alam
Pembelajaran di dalam kelas (indoor) menjadi salah satu model pembelajaran yangsudah lumrah di kalangan masyarakat dari zaman dulu hingga sekarang. Padahalpembelajaran bisa dilakuk...
PERENCANAAN PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
PERENCANAAN PEMBELAJARAN KURIKULUM 2013 PENDIDIKAN ANAK USIA DINI
Abstrak: Tujuan dari penelitian  ini untuk mendeskripsikan perencanaan pembelajaran Kurikulum 2013 di PAUD/TK kecamatan kuripan.  Metode penelitian yang digunakan yaitu deskriptif ...

Back to Top