Javascript must be enabled to continue!
Pengembangan Virtual Tour Tempat Wisata di Makassar Menggunakan Teknologi Virtual Reality
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan aplikasi sistem informasi berbasis virtual dengan menggunakan gambar 360 derajat yang ada di Kota Makassar menggunakan teknologi Virtual Reality. Aplikasi berbasis mobile yang dapat memberikan informasi mengenai objek wisata dalam bentuk virtual seolah olah kita berada di lokasi wisata yang dipilih. Aplikasi ini akan memudahkan dan memberi informasi suasana lokasi wisata para wisatawan atau masyarakat umum yang ingin berkunjung ke lokasi wisata yang ada di Kota Makassar atau hanya sekedar berkunjung secara virtual. Dalam aplikasi ini, pengguna bisa melihat keadaan tempat wisata alam di 12 spot tempat wisata yakni Benteng Rotterdam, Benteng Somba Opu, Lantebung, Mesjid Kubah 99, Monumen Mandala, Museum Kota Makassar, Pulau Bara Caddi, Pulau Kayangan, Pulau Kodingareng, Pulau Samalona, Pantai Akkarena, Pantai Losari, Pelabuhan Paotera. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah prototipe yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu: use case, actifity diagram, flowchart dan perancangan antar muka atau interface. Hasil dari penelitian ini adalah 1) aplikasi sistem informasi virtual tour di Kota Makassar menggunakan android yang dapat memberikan informasi kepada pengguna dalam bentuk virtual sehingga pengguna seolah olah berada di lokasi wisata. 2) Bentuk penyajian informasi untuk lokasi wisata di Kota Makassar yang mengimplementasikan Virtual Reality (VR) pada perangkat android. 3) Hasil pengujian berdasarkan standar kualitas perangkat ISO 25010 diperoleh hasil: a) Aspek functionality Suitability berada pada kategori dapat diterima, b) aspek performance efficiency aplikasi berjalan dengan baik, c) aspek compatibility pada kategori terpenuhi. d) aspek portability pada kategori baik. 4)Aplikasi mendapatkan tanggapan yang sangat baik oleh pengguna berdasarkan pengujian perangkat lunak menggunakan ISO 25010 pada aspek usability.
Fakultas Teknik, Universitas Negeri Makassar
Title: Pengembangan Virtual Tour Tempat Wisata di Makassar Menggunakan Teknologi Virtual Reality
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menghasilkan aplikasi sistem informasi berbasis virtual dengan menggunakan gambar 360 derajat yang ada di Kota Makassar menggunakan teknologi Virtual Reality.
Aplikasi berbasis mobile yang dapat memberikan informasi mengenai objek wisata dalam bentuk virtual seolah olah kita berada di lokasi wisata yang dipilih.
Aplikasi ini akan memudahkan dan memberi informasi suasana lokasi wisata para wisatawan atau masyarakat umum yang ingin berkunjung ke lokasi wisata yang ada di Kota Makassar atau hanya sekedar berkunjung secara virtual.
Dalam aplikasi ini, pengguna bisa melihat keadaan tempat wisata alam di 12 spot tempat wisata yakni Benteng Rotterdam, Benteng Somba Opu, Lantebung, Mesjid Kubah 99, Monumen Mandala, Museum Kota Makassar, Pulau Bara Caddi, Pulau Kayangan, Pulau Kodingareng, Pulau Samalona, Pantai Akkarena, Pantai Losari, Pelabuhan Paotera.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah prototipe yang terdiri dari beberapa tahapan yaitu: use case, actifity diagram, flowchart dan perancangan antar muka atau interface.
Hasil dari penelitian ini adalah 1) aplikasi sistem informasi virtual tour di Kota Makassar menggunakan android yang dapat memberikan informasi kepada pengguna dalam bentuk virtual sehingga pengguna seolah olah berada di lokasi wisata.
2) Bentuk penyajian informasi untuk lokasi wisata di Kota Makassar yang mengimplementasikan Virtual Reality (VR) pada perangkat android.
3) Hasil pengujian berdasarkan standar kualitas perangkat ISO 25010 diperoleh hasil: a) Aspek functionality Suitability berada pada kategori dapat diterima, b) aspek performance efficiency aplikasi berjalan dengan baik, c) aspek compatibility pada kategori terpenuhi.
d) aspek portability pada kategori baik.
4)Aplikasi mendapatkan tanggapan yang sangat baik oleh pengguna berdasarkan pengujian perangkat lunak menggunakan ISO 25010 pada aspek usability.
Related Results
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
<p class="Abstract">Wisata Alam Colo merupakan salah satu tempat wisata yang berkembang di Kabupaten Kudus. Wisata alam ini mempunyai daya tarik baik dari segi fisik alam mau...
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Abstrak. Urgensi dari Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah menyelesaikan masalah prioritas Kelompok Pemandu Wisata Karst Rammang-Rammang (mitra) yang: (1) masih fokus...
RANCANG BANGUN VIRTUAL TOUR REALITY SEBAGAI MEDIA PROMOSI PARIWISATA DI PROPINSI RIAU
RANCANG BANGUN VIRTUAL TOUR REALITY SEBAGAI MEDIA PROMOSI PARIWISATA DI PROPINSI RIAU
Abstract
Riau has many new tourist attractions that are no less attractive to tourist attractions that are already well-known in other regions of Indonesia, but are not widel...
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
SISTEM INFORMASI SEBAGAI KEILMUAN YANG MULTIDISIPLINER
Saat ini, dibandingkan dengan negara sekitar, di manakah posisi Indonesia? Tepat sesaat sebelum pandemi, World bank mengkategorikan Indonesia pada posisi upper middle income dan PB...
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Kapasitas pelaku desa wisata di Indonesia umumnya masih rendah terutama para pelaku wisata di desa wisata. Rendahnya kapasitas tersebut dapat dilihat dari pelaku desa wisata yang b...
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
ANALISIS PUSAT PERTUMBUHAN PARIWISATA DI KABUPATEN LUMAJANG
Kabupaten Lumajang memiliki sejumlah objek wisata yang relatif lengkap, mulai dari objek wisata alam (wisata tirta, hutan wisata, serta panorama alam), objek wisata buatan (taman r...
Pengembangan Kawasan Wisata Waduk Gondang Berbasis Faktor Minat Masyarakat
Pengembangan Kawasan Wisata Waduk Gondang Berbasis Faktor Minat Masyarakat
Potensi wisata di kabupaten Lamongan berupa potensi wisata alam, wisata budaya, dan wisata buatan. Salah satu potensi wisata alam yang menjadi prioritas pengembangan pariwisata ada...
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
PEMBUATAN MURAL PADA DAYA TARIK WISATA AIR TERJUN GREMBENGAN DESA WISATA BONGAN, TABANAN-BALI
Wisata Bongan saat ini tengah dikembangkan untuk menjadi salah satu destinasi wisata di Kabupaten Tabanan, Provinsi Bali. Desa wisata ini memiliki beragam potensi wisata, baik itu ...

