Javascript must be enabled to continue!
Rintisan Edible Garden City (EGC) Menuju Agrowisata Kemuning Lor
View through CrossRef
Salah satu upaya dalam menciptakan mata rantai perekonomian adalah melalui kegiatan agrowisata yang dijadikan sebuah bisnis agar memiliki dampak ekonomi langsung pada usaha tani dan masyarakat sekitarnya. Agro wisata merupakan perpaduan antara pertanian dan pariwisata yang dikombinasikan, sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan. Kondisi wilayah pertanian yang memiliki potensi dapat menunjang perencanaan desa sebagai kawasan agrowisata yang nantinya dapat meningkatkan nilai serta pendapatan bagi masyarakat sekitar. Program terobosan Edible Garden City bagi pengembangan Agrowisata ini akan sangat berdampak positif dan sekaligus sebagai salah satu daya tarik wisata potensial di wilayah Agrowisata Kemuning Lor. Permasalahan yang dihadapi di Kelompok PKK Desa Kemuning Lor Calon Mitra PIM yaitu (1) Penurunan Luas Lahan dan Produktivitas Pertanian. (2) Kurangnya peran inovatif dari masyarakat terhadap Agrowisata Kemuning Lor. Adapun Solusi yang dilakukan adalah dengan (1) Pemanfaatan lahan sempit di sekitar rumah, teras rumah dan rooftop yang dapat digunakan sebagai lahan bercocok tanam; (2) Penekanan aksi budaya diversifikasi pangan sebagai alternatif pengganti komoditas pangan pokok; (3) Pengembangan daya tarik agrowisata. Rintisan dari Edible Garden City ini melalui beberapa tahapan, dimulai dari perencanaan program, sosialisasi pada masyarakat, membangun komunitas, mengadakan pelatihan pada masyarakat, serta dilanjutkan pada tahap monitoring dan evalusi
Politeknik Negeri Jember
Title: Rintisan Edible Garden City (EGC) Menuju Agrowisata Kemuning Lor
Description:
Salah satu upaya dalam menciptakan mata rantai perekonomian adalah melalui kegiatan agrowisata yang dijadikan sebuah bisnis agar memiliki dampak ekonomi langsung pada usaha tani dan masyarakat sekitarnya.
Agro wisata merupakan perpaduan antara pertanian dan pariwisata yang dikombinasikan, sehingga menjadi daya tarik bagi wisatawan.
Kondisi wilayah pertanian yang memiliki potensi dapat menunjang perencanaan desa sebagai kawasan agrowisata yang nantinya dapat meningkatkan nilai serta pendapatan bagi masyarakat sekitar.
Program terobosan Edible Garden City bagi pengembangan Agrowisata ini akan sangat berdampak positif dan sekaligus sebagai salah satu daya tarik wisata potensial di wilayah Agrowisata Kemuning Lor.
Permasalahan yang dihadapi di Kelompok PKK Desa Kemuning Lor Calon Mitra PIM yaitu (1) Penurunan Luas Lahan dan Produktivitas Pertanian.
(2) Kurangnya peran inovatif dari masyarakat terhadap Agrowisata Kemuning Lor.
Adapun Solusi yang dilakukan adalah dengan (1) Pemanfaatan lahan sempit di sekitar rumah, teras rumah dan rooftop yang dapat digunakan sebagai lahan bercocok tanam; (2) Penekanan aksi budaya diversifikasi pangan sebagai alternatif pengganti komoditas pangan pokok; (3) Pengembangan daya tarik agrowisata.
Rintisan dari Edible Garden City ini melalui beberapa tahapan, dimulai dari perencanaan program, sosialisasi pada masyarakat, membangun komunitas, mengadakan pelatihan pada masyarakat, serta dilanjutkan pada tahap monitoring dan evalusi.
Related Results
Strategi Pengembangan Agrowisata Berbasis Lingkungan di Desa Loto Kecamatan Ternate Barat
Strategi Pengembangan Agrowisata Berbasis Lingkungan di Desa Loto Kecamatan Ternate Barat
Agrowisata Desa Loto di Kecamatan Ternate Barat terletak pada kemiringingan lereng yang cukup curam sehingga berpotensi menyebabkan terjadinya erosi. Penelitian ini bertujuan untuk...
PENINGKATAN KAPASITAS PETANI PENGELOLA AGROWISATA DALAM MENDUKUNG AGROWISATA BERKELANJUTAN
PENINGKATAN KAPASITAS PETANI PENGELOLA AGROWISATA DALAM MENDUKUNG AGROWISATA BERKELANJUTAN
Agrowisata merupakan sebuah bentuk kegiatan pariwisata yang memanfaatkan usaha pertanian (agribisnis) sebagai objek wisata dengan tujuan untuk memperluas pengetahuan, pengalaman,...
Nature Transformed: English Landscape Gardens and <i>Theatrum Mundi</i>
Nature Transformed: English Landscape Gardens and <i>Theatrum Mundi</i>
IntroductionThe European will to modify the natural world emerged through English landscape design during the eighteenth century. Released from the neo-classical aesthetic dichotom...
Analysis of the implementation of educational supervision by the principal of SMPN 1 Kemuning, Kemuning district, Indragiri Hilir regency
Analysis of the implementation of educational supervision by the principal of SMPN 1 Kemuning, Kemuning district, Indragiri Hilir regency
Educational supervision by the school principal is one of the key aspects in maintaining and improving the quality of education in an educational institution. This research aims to...
Strategi Pengembangan Agrowisata Persawahan Poyotomo
Strategi Pengembangan Agrowisata Persawahan Poyotomo
Agrowisata termasuk bagian dari pariwisata yang memanfaatkan usaha pertanian sebagai objek wisata yang bertujuan untuk menambah wawasan, berliburan, dan hubungan usaha di bidang pe...
Penerapan Metode Berpikir Desain Dalam Membangun Inovasi Perusahaan Startup Di Kota Tasikmalaya
Penerapan Metode Berpikir Desain Dalam Membangun Inovasi Perusahaan Startup Di Kota Tasikmalaya
Persaingan para pelaku usaha rintisan kian berat, untuk itu dibutuhkan sebuah metode agar perusahaan rintisan dapat menemukan produk yang dibutuhkan dan perusahaan dapat bertahan d...
PREDIKSI PENGIRIMAN TEH KEMUNING DI NGARGOYOSO MENGGUNAKAN ALGORITMA MONTE CARLO (STUDI KASUS PT. RUMPUN SARI KEMUNING )
PREDIKSI PENGIRIMAN TEH KEMUNING DI NGARGOYOSO MENGGUNAKAN ALGORITMA MONTE CARLO (STUDI KASUS PT. RUMPUN SARI KEMUNING )
Teh kemuning merupakan produk yang sangat populer di Ngargoyoso Kabupaten Karanganyar. Kawasan tersebut berada di dekat kota Surakarta dan merupakan salah satu tujuan wisa...

