Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS KESIAPSIAGAAN KELUARGA MENGHADAPI BENCANA COVID-19

View through CrossRef
<p><em>Bencana pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) merupakan bencana global yang berdampak pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat, dan banyak menimbulkan korban jiwa.  Berbagai upaya dan strategi telah dilakukan untuk mencegah penularan dan penyebaran virus covid ini, baik di tingkat individu, keluarga dan masyarakat. Keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat memegang peranan penting pada keberhasilan penanggulangan wabah ini. Tujuan penelitian untuk menganalisis kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi bencana COVID-19. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional. Pengumpulan data menggunakan kuesioner kesiapsiagaan yang dikembangkan oleh LIPI-UNESCO, terdiri dari pengetahuan, rencana tanggap darurat, mobilisasi sumber daya dan peringatan dini bencana. Jumlah sampel sebanyak 160 responden, analisis menggunakan distribusi frekuensi untuk mengetahui gambaran kesiapan keluarga menghadapi bencana COVID-19. Hasil penelitian diperoleh bahwa secara umum kesiapan keluarga menghadapi bencana COVID-19 masih rendah (62,5%). Pada aspek pengetahuan, sebanyak 43,8% keluarga masuk dalam kategori sedang, dan mayoritas (66,0%) memiliki rencana tanggap darurat yang rendah. Penelitian juga mendapatkan bahwa mayoritas keluarga memiliki mobilisasi dan peringatan dini bencana yang rendah (79,4% dan 81,3%). Keluarga belum memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana COVID-19, perlu menyiapkan keluarga melalui kegiatan pemberian informasi dan kegiatan-kegiatan sosialisasi terkait dengan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana</em></p>
Title: ANALISIS KESIAPSIAGAAN KELUARGA MENGHADAPI BENCANA COVID-19
Description:
<p><em>Bencana pandemi Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) merupakan bencana global yang berdampak pada kehidupan sosial ekonomi masyarakat, dan banyak menimbulkan korban jiwa.
  Berbagai upaya dan strategi telah dilakukan untuk mencegah penularan dan penyebaran virus covid ini, baik di tingkat individu, keluarga dan masyarakat.
Keluarga sebagai unit terkecil dari masyarakat memegang peranan penting pada keberhasilan penanggulangan wabah ini.
Tujuan penelitian untuk menganalisis kesiapsiagaan keluarga dalam menghadapi bencana COVID-19.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan rancangan cross sectional.
Pengumpulan data menggunakan kuesioner kesiapsiagaan yang dikembangkan oleh LIPI-UNESCO, terdiri dari pengetahuan, rencana tanggap darurat, mobilisasi sumber daya dan peringatan dini bencana.
Jumlah sampel sebanyak 160 responden, analisis menggunakan distribusi frekuensi untuk mengetahui gambaran kesiapan keluarga menghadapi bencana COVID-19.
Hasil penelitian diperoleh bahwa secara umum kesiapan keluarga menghadapi bencana COVID-19 masih rendah (62,5%).
Pada aspek pengetahuan, sebanyak 43,8% keluarga masuk dalam kategori sedang, dan mayoritas (66,0%) memiliki rencana tanggap darurat yang rendah.
Penelitian juga mendapatkan bahwa mayoritas keluarga memiliki mobilisasi dan peringatan dini bencana yang rendah (79,4% dan 81,3%).
Keluarga belum memiliki kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana COVID-19, perlu menyiapkan keluarga melalui kegiatan pemberian informasi dan kegiatan-kegiatan sosialisasi terkait dengan kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana</em></p>.

Related Results

Pembentukan Relawan Kebencanaan Di Desa Tanjung Luar Sebagai Bentuk Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana
Pembentukan Relawan Kebencanaan Di Desa Tanjung Luar Sebagai Bentuk Kesiapsiagaan Dalam Menghadapi Bencana
Pembentukan relawan kebencanaan sebagai salah satu program kerja KKN Desa Tanjung Luar sebagai bentuk kesiapsiagaan dalam menghadapi bencana  terlaksana dengan baik berkat kerjasam...
Literature Review: Pengaruh Pendidikan Mitigasi Bencana Terhadap Kesiapsiagaan Masyarakat
Literature Review: Pengaruh Pendidikan Mitigasi Bencana Terhadap Kesiapsiagaan Masyarakat
Abstrak   Indonesia memiliki risiko bencana yang tinggi akibat letak geografisnya yang berada di pertemuan tiga lempeng tektonik utama. Minimnya kesiapsiagaan masyarakat seringka...
Analisis Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana di Desa Cikunir, Tasikmalaya, Jawa Barat
Analisis Kesiapsiagaan Masyarakat Dalam Menghadapi Bencana di Desa Cikunir, Tasikmalaya, Jawa Barat
Kurangnya pemahaman dan kesiapsiagaan masyarakat Desa Cikunir dalam menghadapi bencana serta masih adanya kesenjangan antara pengetahuan dan akses terhadap informasi yang belum dik...
KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DESA SEREMPAH ACEH TENGAH DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI
KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DESA SEREMPAH ACEH TENGAH DALAM MENGHADAPI BENCANA GEMPA BUMI
Aceh diguncang gempa bumi yang merusak wilayah Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah pada hari Selasa, 2 Juli 2013 pukul 14:37:02 WIB. Banyaknya korban jiwa akibat gempa bumi di D...
SOSIALISASI STANDAR OPRASIONAL PROSEDUR (SOP) TANGGAP DARURAT DALAM MANAJEMEN BENCANA DI SEKOLAH
SOSIALISASI STANDAR OPRASIONAL PROSEDUR (SOP) TANGGAP DARURAT DALAM MANAJEMEN BENCANA DI SEKOLAH
Abstrak Bencana tanah longsor dapat mengakibatkan ancaman serius bagi masyarakat yang dapat menjadi situasi darurat bencana. Situasi darurat bencana ialah suatu peristiwa ata...
Kajian Risiko Bencana Terhadap Kualitas Hidup Masyarakat Di Nusa Tenggara Timur
Kajian Risiko Bencana Terhadap Kualitas Hidup Masyarakat Di Nusa Tenggara Timur
Indonesia adalah negara dengan tingkat risiko bencana yang tinggi karena kondisi geografisnya. Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menghadapi berbagai ancaman bencana, termasuk gemp...
Tingkat Ancaman Multi Bencana Alam di Kabupaten Karanganyar
Tingkat Ancaman Multi Bencana Alam di Kabupaten Karanganyar
<em><span lang="EN-US">Kabupaten </span><span>Karanganyar</span><span lang="EN-US">, Provinsi </span><span>Jawa Tengah</span>&...

Back to Top