Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

IDENTIFIKASI KONSEP HEALTH, SAFETY AND ENVIRONMENTAL DI KAMPUNG NAGE, FLORES

View through CrossRef
Dewasa ini, konsep health, safety and environment (HSE) merupakan persyaratan yang harus dipenuhi dalam merancang bangunan atau kawasan. Konsep ini menuntut para arsitek untuk membuat perencanaan matang yang menjamin keselamatan dan kesehatan para pekerja, pengguna bangunan dan lingkungan sekitarnya. Namun, sebelum isu-isu mengenai HSE marak dibicarakan, arsitektur tradisional telah berdiri di bumi nusantara. Dengan berbekal kearifan lokal, arsitektur tradisional telah bertahan melewati rintangan alam dan perubahan zaman. Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah deskriptif, dengan menggunakan data dari studi literatur dan wawancara narasumber terkait. Studi kasus yang akan digunakan pada makalah ini adalah Kampung Nage di Flores, Nusa Tenggara Timur. Penulis akan mengidentifikasi keterkaitan antara konsep HSE dan rancangan Kampung Nage, yang dilakukan dengan cara meninjau kembali rancangan kawasan dan bangunan individual di Kampung Nage. Hasil tinjauan tersebut kemudian akan dikaji kembali dengan konsep HSE yang diperoleh dari studi literatur. Hasil dari identifikasi menunjukkan bahwa rancangan arsitektur di Kampung Nage baik kawasan maupun bangunan individualnya menyimpan banyak nilai penting yang dapat diadopsi untuk perencanaan HSE. Melalui makalah ini, diharapkan bahwa nilai-nilai yang ada pada arsitektur tradisional dapat menyempurnakan konsep HSE pada masa mendatang.
Universitas Sumatera Utara
Title: IDENTIFIKASI KONSEP HEALTH, SAFETY AND ENVIRONMENTAL DI KAMPUNG NAGE, FLORES
Description:
Dewasa ini, konsep health, safety and environment (HSE) merupakan persyaratan yang harus dipenuhi dalam merancang bangunan atau kawasan.
Konsep ini menuntut para arsitek untuk membuat perencanaan matang yang menjamin keselamatan dan kesehatan para pekerja, pengguna bangunan dan lingkungan sekitarnya.
Namun, sebelum isu-isu mengenai HSE marak dibicarakan, arsitektur tradisional telah berdiri di bumi nusantara.
Dengan berbekal kearifan lokal, arsitektur tradisional telah bertahan melewati rintangan alam dan perubahan zaman.
Metode yang digunakan dalam penulisan makalah ini adalah deskriptif, dengan menggunakan data dari studi literatur dan wawancara narasumber terkait.
Studi kasus yang akan digunakan pada makalah ini adalah Kampung Nage di Flores, Nusa Tenggara Timur.
Penulis akan mengidentifikasi keterkaitan antara konsep HSE dan rancangan Kampung Nage, yang dilakukan dengan cara meninjau kembali rancangan kawasan dan bangunan individual di Kampung Nage.
Hasil tinjauan tersebut kemudian akan dikaji kembali dengan konsep HSE yang diperoleh dari studi literatur.
Hasil dari identifikasi menunjukkan bahwa rancangan arsitektur di Kampung Nage baik kawasan maupun bangunan individualnya menyimpan banyak nilai penting yang dapat diadopsi untuk perencanaan HSE.
Melalui makalah ini, diharapkan bahwa nilai-nilai yang ada pada arsitektur tradisional dapat menyempurnakan konsep HSE pada masa mendatang.

Related Results

POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
POLA AKTIVITAS MASYARAKAT SEBAGAI HIRARKI KAMPUNG NAGA SEBAGAI WARISAN BUDAYA CERDAS
The pattern of community activities in Tasikmalaya, Kampung Naga can be identified as a cultural transformation that exists in the neighborhood of the traditional house and can be ...
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
KONSISTENSI MASYARAKAT ADAT TERHADAP TATANAN FISIK SPASIAL KAMPUNG ADAT CIREUNDEU, CIMAHI SELATAN
Abstrak - Kampung Adat Cireundeu merupakan salah satu Kampung Adat yang masih eksis hingga saat ini. Kampung Adat Cireundeu terletak di Kelurahan Leuwigajah, Kecamatan Cimahi Selat...
Keberlanjutan Kampung Lama Berbasis Potensi Kearifan Lokal di Kota Semarang
Keberlanjutan Kampung Lama Berbasis Potensi Kearifan Lokal di Kota Semarang
The old kampung is an embryo of urban development which has historical and cultural values, as well as the identity. However, the old kampung is threatened physically and noThe old...
On Flores Island, do "ape-men" still exist? https://www.sapiens.org/biology/flores-island-ape-men/
On Flores Island, do "ape-men" still exist? https://www.sapiens.org/biology/flores-island-ape-men/
<span style="font-size:11pt"><span style="background:#f9f9f4"><span style="line-height:normal"><span style="font-family:Calibri,sans-serif"><b><spa...
Reação de diferentes genótipos de pessegueiro quanto a podridão parda em flores
Reação de diferentes genótipos de pessegueiro quanto a podridão parda em flores
Resumo Reação de diferentes genótipos de pessegueiro quanto à podridão parda em flores A podridão parda é a principal doença do pessegueiro. A contaminação das flores pode causar...
Personal Branding Model Indonesia Next Top Model (INTM) melalui Instagram
Personal Branding Model Indonesia Next Top Model (INTM) melalui Instagram
Abstract. Personal Branding of a Flores Cantika model who still adheres to Sundanese as a cultural identity and dares to give an appearance that is more than what it is. Flores is ...
Estudios embriológicos y de desarrollo de flores e inflorescencias en Barnadesioideae (Asteraceae)
Estudios embriológicos y de desarrollo de flores e inflorescencias en Barnadesioideae (Asteraceae)
La familia Asteraceae es una de las más diversas de las Angiospermas y varios análisis filogenéticos la han ubicado como el grupo hermano de la familia Calyceraceae, en un clado bi...
STRATEGI PENGUATAN JEJARING SOSIAL DI KAMPUNG LAMPION MALANG
STRATEGI PENGUATAN JEJARING SOSIAL DI KAMPUNG LAMPION MALANG
The phenomenon of environmental pollution that is still rife is a form of lack of knowledge and public awareness to behave in love for the environment. One form of environmental po...

Back to Top