Javascript must be enabled to continue!
View through CrossRef
Kutu putih merupakan salah satu hama penting pada pepaya. Pengendalian menggunakan pestisida nabati diasumsikan dapat menurunkan serangan hama tersebut. Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis efektif ekstrak daun suren dan ekstrak daun kipahit dalam mengendalikan hama kutu putih pada pepaya. Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika pada bulan Januari – Februari 2020. Penelitian disusun menurut Rancangan Acak Lengkap dengan 5 Perlakuan dan 6 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 10 ekor kutu putih. Perlakuan adalah dosis ekstrak daun suren, dan ekstrak daun kipahit yaitu : A= 1 ml/l, B=2,5 ml/l, C=5 ml/l, D=10 ml/l dan E=kontrol. Serangga yang diuji adalah Kutu putih instar 3 yang dikoleksi dari tanaman pepaya. Peubah yang diamati terdiri dari persentase mortalitas, laju mortalitas kutu putih, dan LC-50. Hasil analisis probit menunjukkan bahwa ekstrak daun suren pada dosis 1 ml/l sudah dapat membunuh hama kutu putih pada pepaya sampai 50%. Ekstrak daun suren mampu meningkatkan mortalitas hama kutu putih pepaya pada dosis rendah dan waktu yang cukup singkat. Ekstrak daun kipahit menekan populasi pada dosis yang lebih tinggi dan waktu yang lebih lama. Rekomendasi dari hasil penelitian, agar pada penelitian selanjutnya dilakukan pengujian langsung terhadap dosis efektif ekstrak daun suren dan ekstrak daun kipahit di lapangan.
Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Sumatera Barat
Title:
Description:
Kutu putih merupakan salah satu hama penting pada pepaya.
Pengendalian menggunakan pestisida nabati diasumsikan dapat menurunkan serangan hama tersebut.
Penelitian bertujuan untuk mengetahui dosis efektif ekstrak daun suren dan ekstrak daun kipahit dalam mengendalikan hama kutu putih pada pepaya.
Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama dan Penyakit Balai Penelitian Tanaman Buah Tropika pada bulan Januari – Februari 2020.
Penelitian disusun menurut Rancangan Acak Lengkap dengan 5 Perlakuan dan 6 ulangan, setiap ulangan terdiri dari 10 ekor kutu putih.
Perlakuan adalah dosis ekstrak daun suren, dan ekstrak daun kipahit yaitu : A= 1 ml/l, B=2,5 ml/l, C=5 ml/l, D=10 ml/l dan E=kontrol.
Serangga yang diuji adalah Kutu putih instar 3 yang dikoleksi dari tanaman pepaya.
Peubah yang diamati terdiri dari persentase mortalitas, laju mortalitas kutu putih, dan LC-50.
Hasil analisis probit menunjukkan bahwa ekstrak daun suren pada dosis 1 ml/l sudah dapat membunuh hama kutu putih pada pepaya sampai 50%.
Ekstrak daun suren mampu meningkatkan mortalitas hama kutu putih pepaya pada dosis rendah dan waktu yang cukup singkat.
Ekstrak daun kipahit menekan populasi pada dosis yang lebih tinggi dan waktu yang lebih lama.
Rekomendasi dari hasil penelitian, agar pada penelitian selanjutnya dilakukan pengujian langsung terhadap dosis efektif ekstrak daun suren dan ekstrak daun kipahit di lapangan.

