Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MOTIVASI DAN SIKAPAPOTEKER DALAM PENGENDALIAN PERSEDIAAN FARMASI DI APOTEK KOTA PALU

View through CrossRef
Persediaan farmasi merupakan komoditas utama dalam bidang kefarmasian di sarana pelayanan salah satunya adalah apotek. Pengendalian persediaan farmasi di apotek merupakan salah satu tugas dan tanggung jawab dari seorang apoteker pengelola apotek (APA). Tugas tersebut dapat berjalan dengan baik jika APA memiliki motivasi tinggi dan sikap yang baik dalam melakukan pengendalian persediaan farmasi. Tujuan penelitian ini untuk mengukur sikap dan motivasi apoteker dalam pengendalian persediaan serta bagaimana pengaruh motivasi terhadap sikap dalam pengendalian persediaan farmasi di apotek. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan pengambilan data secara cross-sectional. Sampel yang digunakan adalah apoteker pengelola apotek (APA) di apotek Kota Palu sebanyak 73 responden. Sikap dan motivasi apoteker di ukur menggunakan kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitas. Hasil data responden di analisis secara deskriptif dan uji regresi linier sederhana. Hasil penelitian pada pengukuran motivasi apoteker didominasi pada kategori sedang, yaitu sebanyak 51 responden (69,86%). Hasil pengukuran sikap apoteker dalam pengendalian persediaan farmasi di apotek didominasi pada kategori baik sebanyak 36 responden (49,32%).. Dengan uji regresi sederhana didapatkan nilai thitung 0,783 (< ttabel = 1,66) yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi terhadap sikap apoteker. Persamaan regresi linearnya yaitu Y=39,527+0,151X, artinya jika nilai motivasi bertambah 1 maka sikap akan meningkat sebesar 0,151. Dapat disimpulkan bahwa sikap dalam melakukan pengendalian persediaan farmasi oleh apoteker di apotek tidak di pengaruhi oleh motivasi.
Title: MOTIVASI DAN SIKAPAPOTEKER DALAM PENGENDALIAN PERSEDIAAN FARMASI DI APOTEK KOTA PALU
Description:
Persediaan farmasi merupakan komoditas utama dalam bidang kefarmasian di sarana pelayanan salah satunya adalah apotek.
Pengendalian persediaan farmasi di apotek merupakan salah satu tugas dan tanggung jawab dari seorang apoteker pengelola apotek (APA).
Tugas tersebut dapat berjalan dengan baik jika APA memiliki motivasi tinggi dan sikap yang baik dalam melakukan pengendalian persediaan farmasi.
Tujuan penelitian ini untuk mengukur sikap dan motivasi apoteker dalam pengendalian persediaan serta bagaimana pengaruh motivasi terhadap sikap dalam pengendalian persediaan farmasi di apotek.
Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif observasional dengan pengambilan data secara cross-sectional.
Sampel yang digunakan adalah apoteker pengelola apotek (APA) di apotek Kota Palu sebanyak 73 responden.
Sikap dan motivasi apoteker di ukur menggunakan kuesioner yang telah di uji validitas dan reliabilitas.
Hasil data responden di analisis secara deskriptif dan uji regresi linier sederhana.
Hasil penelitian pada pengukuran motivasi apoteker didominasi pada kategori sedang, yaitu sebanyak 51 responden (69,86%).
Hasil pengukuran sikap apoteker dalam pengendalian persediaan farmasi di apotek didominasi pada kategori baik sebanyak 36 responden (49,32%).
Dengan uji regresi sederhana didapatkan nilai thitung 0,783 (< ttabel = 1,66) yang berarti tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara motivasi terhadap sikap apoteker.
Persamaan regresi linearnya yaitu Y=39,527+0,151X, artinya jika nilai motivasi bertambah 1 maka sikap akan meningkat sebesar 0,151.
Dapat disimpulkan bahwa sikap dalam melakukan pengendalian persediaan farmasi oleh apoteker di apotek tidak di pengaruhi oleh motivasi.

Related Results

Sistem Informasi Manajemen Persediaan Menggunakan Metode Economic Order Quantity Dan Reorder Point
Sistem Informasi Manajemen Persediaan Menggunakan Metode Economic Order Quantity Dan Reorder Point
Untuk meraih keuntungan dalam bisnis, perlu menetapkan keputusan yang tepat agar dapat menghasilkan produk yang sesuai dengan perencanaan. Persediaan adalah kegiatan untuk memenuhi...
Pengaruh Sistem Penyimpanan Sediaan Farmasi pada Karakteristik Fisik di Apotek Dataran Rendah dan Dataran Tinggi
Pengaruh Sistem Penyimpanan Sediaan Farmasi pada Karakteristik Fisik di Apotek Dataran Rendah dan Dataran Tinggi
Penyimpanan persediaan farmasi harus mengikuti regulasi yang berlaku untuk menjaga kualitas dan mencegah kerusakan. Tujuannya menjaga kualitas, mencegah penyalahgunaan, dan mengelo...
DESAIN SISTEM INFORMASI PENJUALAN OBAT DI APOTEK X MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN DATABASE MICROSOFT ACCESS
DESAIN SISTEM INFORMASI PENJUALAN OBAT DI APOTEK X MENGGUNAKAN PEMROGRAMAN DATABASE MICROSOFT ACCESS
Abstrak Kemajuan teknologi memiliki dampak pada peningkatan efektifitas dan efesiensi dalam melakukan setiap pekerjaan. Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi sudah menja...
Perancangan Sistem Rekomendasi Apotek di Wilayah Kota Singaraja
Perancangan Sistem Rekomendasi Apotek di Wilayah Kota Singaraja
Singaraja merupakan salah satu kota yang terletak di wilayah Bali Utara. Wilayah Kota Singaraja khususnya banyak terdapat apotek-apotek yang berbeda-beda. Sangat membingungkan jika...
Analisis Peluang Pemasaran Produk Kerajinan Daun Silar pada Industri Kecil Menengah Lanu Nagaya Liku Kota Palu
Analisis Peluang Pemasaran Produk Kerajinan Daun Silar pada Industri Kecil Menengah Lanu Nagaya Liku Kota Palu
Penelitian ini bertujuan : Untuk mengetahui dan menganalisis peluang pemasaran produk kerajinan daun silar pada Industri Kecil Menengah Lanu Nagaya Liku Kota Palu. Hasil penelitian...
PELATIHAN PENGHITUNGAN PERSEDIAAN UNTUK MENGELOLA PERSEDIAAN YANG EFEKTIF DAN MENINGKATKAN KETERAMPILAN
PELATIHAN PENGHITUNGAN PERSEDIAAN UNTUK MENGELOLA PERSEDIAAN YANG EFEKTIF DAN MENINGKATKAN KETERAMPILAN
Inventory counting training is one of the important aspects of management education for high school students.  The background of this training is the need to equip students with pr...
Optimasi Persediaan Dengan Pendekatan Deterministik Dinamis Pada Industri Manufaktur
Optimasi Persediaan Dengan Pendekatan Deterministik Dinamis Pada Industri Manufaktur
Penelitian ini mengkaji bagaimana melakukan pengendalian persediaan yang optimal agar gudang di perusahaan tidak mengalami overstock. Permasalahan Overstock adalah keadaan dimana p...
Implementasi Sistem Persediaan Pada Optik Jasa Pusat
Implementasi Sistem Persediaan Pada Optik Jasa Pusat
Laporan stok barang adalah laporan yang dibuat untuk mengetahui jumlah stok atau persediaan produk. Kegiatan stok barang di gudang merupakan kegiatan yang menghitung jumlah barang ...

Back to Top