Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS LAHAN KRITIS BERDASARKAN KERAPATAN TAJUK POHON MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL 2

View through CrossRef
Manusia memanfaatkan lahan untuk meningkatkan kualitas hidup dari segi ekonomi. Pemanfaatan lahan harus memperhatikan faktor fisik lahan seperti kemampuan lahan dan kesesuaian lahan agar tidak memberikan dampak negatif pada lahan tersebut. Salah satu dampak negatif dari kerusakan lahan yaitu terjadinya lahan kritis. Lahan kritis menyebabkan suatu wilayah rentan terkena dampak bencana seperi tanah longsor. Oleh karena itu, perlu dilakukan pemantauan terhadap lahan kritis agar dapat melakukan pencegahan terjadinya lahan kritis. Pemantauan lahan kritis dapat dilakukan dengan menggunakan metode pengindraan jauh. Metode pengindraan jauh memiliki keunggulan dibandingkan dengan pemetaan secara konvensional karena metode tersebut dapat melihat kondisi permukaan tanpa mendatangi keseluruhan lokasi. Hasil pengolahan citra satelit tersebut dikombinasikan dengan Sistem Informasi Geografis untuk pemetaan lahan kritis berdasarkan pedoman pemerintah mengenai pemetaan lahan kritis. Peraturan pemerintah tersebut memanfaatkan 5 parameter yang dijadikan acuan dalam menentukan suatu lahan dikategorikan lahan kritis atau tidak. Parameter yang digunakan adalah penutupan lahan, kemiringan lereng, tingkat bahaya erosi, produktivitas, dan manajemen. Penelitian ini terfokus pada menganalisis lahan kritis berdasarkan pemantauan kerapatan tajuk. Penentuan lahan kritis dilakukan dengan menggunakan metode indeks vegetasi. Hasil lahan kritis didapatkan hasil bahwa kawasan hutan lindung didominasi oleh kelas potensial kritis dengan luas total 2.447,19 ha (45,13%) dari total luas 5.422,51 Ha. Lahan kritis di kawaasan budidaya pertanian didominasi kelas agak kritis dengan 6.766,25 ha (38,7%) dari total luas wilayah 17.483,69 Ha. Lahan kritis di kawaasan lindung diluar kawasan hutan didominasi kelas agak kritis dengan luas 13,9 ha (33,27%) dari luas total 41,78 Ha. 
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: ANALISIS LAHAN KRITIS BERDASARKAN KERAPATAN TAJUK POHON MENGGUNAKAN CITRA SENTINEL 2
Description:
Manusia memanfaatkan lahan untuk meningkatkan kualitas hidup dari segi ekonomi.
Pemanfaatan lahan harus memperhatikan faktor fisik lahan seperti kemampuan lahan dan kesesuaian lahan agar tidak memberikan dampak negatif pada lahan tersebut.
Salah satu dampak negatif dari kerusakan lahan yaitu terjadinya lahan kritis.
Lahan kritis menyebabkan suatu wilayah rentan terkena dampak bencana seperi tanah longsor.
Oleh karena itu, perlu dilakukan pemantauan terhadap lahan kritis agar dapat melakukan pencegahan terjadinya lahan kritis.
Pemantauan lahan kritis dapat dilakukan dengan menggunakan metode pengindraan jauh.
Metode pengindraan jauh memiliki keunggulan dibandingkan dengan pemetaan secara konvensional karena metode tersebut dapat melihat kondisi permukaan tanpa mendatangi keseluruhan lokasi.
Hasil pengolahan citra satelit tersebut dikombinasikan dengan Sistem Informasi Geografis untuk pemetaan lahan kritis berdasarkan pedoman pemerintah mengenai pemetaan lahan kritis.
Peraturan pemerintah tersebut memanfaatkan 5 parameter yang dijadikan acuan dalam menentukan suatu lahan dikategorikan lahan kritis atau tidak.
Parameter yang digunakan adalah penutupan lahan, kemiringan lereng, tingkat bahaya erosi, produktivitas, dan manajemen.
Penelitian ini terfokus pada menganalisis lahan kritis berdasarkan pemantauan kerapatan tajuk.
Penentuan lahan kritis dilakukan dengan menggunakan metode indeks vegetasi.
Hasil lahan kritis didapatkan hasil bahwa kawasan hutan lindung didominasi oleh kelas potensial kritis dengan luas total 2.
447,19 ha (45,13%) dari total luas 5.
422,51 Ha.
Lahan kritis di kawaasan budidaya pertanian didominasi kelas agak kritis dengan 6.
766,25 ha (38,7%) dari total luas wilayah 17.
483,69 Ha.
Lahan kritis di kawaasan lindung diluar kawasan hutan didominasi kelas agak kritis dengan luas 13,9 ha (33,27%) dari luas total 41,78 Ha.
 .

Related Results

Gastropoda test family of Neritidae as bioindicator to health status of mangrove forest Pulau Tunda Serang Banten, Indonesia
Gastropoda test family of Neritidae as bioindicator to health status of mangrove forest Pulau Tunda Serang Banten, Indonesia
Uji gastropoda famili Neritidae terhadap habitatnya di ekosistem mangrove dilakukan di dua stasiun pengamatan di Pulau Tunda Serang Banten pada Januari 2014. Penelitian ini bertuju...
Sebaran dan Fenologi Pohon di Kawasan Kampus Universitas Sam Ratulangi
Sebaran dan Fenologi Pohon di Kawasan Kampus Universitas Sam Ratulangi
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari sebaran dan menganalisis fenologi pohon di Kawasan Kampus Universitas Sam Ratulangi. Penelitian ini menggunakan metode sensus dan pohon y...
Variasi Tekstur Tanah dan Bahan Organik Berdasarkan Kerapatan Tajuk Studi Kasus pada Hutan Kota Muhammad Sabki, Kota Jambi
Variasi Tekstur Tanah dan Bahan Organik Berdasarkan Kerapatan Tajuk Studi Kasus pada Hutan Kota Muhammad Sabki, Kota Jambi
ABSTRACT This study aims to examine the variation in soil texture and organic matter content across different canopy density levels in Muhammad Sabki Urban Forest, Jambi City. A pu...
ANALISIS KESELARASAN PENGGUNAAN LAHAN EKSISTING DAN POLA RUANG DENGAN KEMAMPUAN LAHAN DI WILAYAH BOGOR BARAT KABUPATEN BOGOR
ANALISIS KESELARASAN PENGGUNAAN LAHAN EKSISTING DAN POLA RUANG DENGAN KEMAMPUAN LAHAN DI WILAYAH BOGOR BARAT KABUPATEN BOGOR
ABSTRAK Wilayah Bogor Barat Kabupaten Bogor merupakan wilayah yang secara  pembangunan ekonomi paling tertinggal dibandingkan wilayah kabupaten Bogor lainnya. Untuk mengurangi kete...
Model Penanaman Berbasis Kekritisan Lahan Di DAS Telake Kalimantan Timur
Model Penanaman Berbasis Kekritisan Lahan Di DAS Telake Kalimantan Timur
Daerah Aliran Sungai (DAS) Telake seluas sekitar 358.405,70 ha berada di wilayah Kalimantan Timur. Selain itu, juga terdapat aktivitas pemanfaatan sumber daya alam. Dalam penelitia...
Efektivitas Penyerapan Kebisingan oleh Jenis Pohon Pelindung Jalan di Provinsi Gorontalo
Efektivitas Penyerapan Kebisingan oleh Jenis Pohon Pelindung Jalan di Provinsi Gorontalo
Keberadaan vegetasi berupa pepohonan berperan dalam menjaga kestabilan ekosistem dan lingkungan. Pepohonan dikenal mampu menciptakan lingkungan yang bebas polusi dikarenakan pohon ...
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA
Daya dukung lahan merupakan kapasitas atau kemampuan lahan yang berupa lingkungan untuk mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Kemampuan lahan adalah mutu lahan yan...
ENKRIPSI DAN DEKRIPSI CITRA MENGGUNAKAN METODE FRAKTAL
ENKRIPSI DAN DEKRIPSI CITRA MENGGUNAKAN METODE FRAKTAL
Enkripsi citra dengan metode fraktal adalah proses penyandian yang mengubah citra asli (plain image) menjadi citra yang tidak bisa dimengerti (cipher image) dengan menggunakan citr...

Back to Top