Javascript must be enabled to continue!
ANALISIS RESIKO PAPARAN BAHAN KIMIA DI LABORATORIUM KIMIA DASAR SMK FARMASI IKASARI PEKANBARU TAHUN 2020
View through CrossRef
Paparan bahan kimia sangat berbahaya bagi tubuh manusia oleh karena itu diperlukan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk mencegah hal hal yag tidak di inginkan terjadi salah satunya adalah Alat Pelindung Diri (APD). Efek toksik dari bahan kimia salah satunya adalah reaksi toksik berbeda secara kualitatif, tergantung durasi paparan. Paparan tunggal atau paparan berulang yang berlangsung kurang dari 14 hari disebut paparan akut. Paparan yang terjadi kurang dari 14 hari disebut sub-akut. Paparan sub-kronis bila terpapar selama 3 bulan dan disebut paparan kronis bila terpapar secara terus menerus selama lebih dari 90 hari. Laboratorium merupakan tempat kerja yang memiliki potensi sumber bahaya yang dapat menimbulkan risiko terjadinya gangguan keselamatan dan kesehatan kerja seperti kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui risiko paparan bahan kimia di laboratorium kimia dasar SMK FARMASI IKASARI Pekanbaru. Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menganalisa paparan bahan kimia terhadap siswa dan siswi di laboratorium. Subjek penelitian ini ada 4 yaitu Kepala Laboratorium, Laboran, dan 2 orang siswa siswi. Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam dengan menggunakan bantuan pedoman wawancara. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SDM belum mencukupi, identifikasi risiko dan pengendalian resiko belum terlaksana dengan baik karena di laboratorium tersebut tidak memiliki petugas K3. Diharapkan kepada pihak SMK Farmasi Ikasari dapat meningkatkan kinerja petugas laboratorium agar memiimalisir terjadinya risiko paparan bahan kimia dilaboratorium terhadap siswa dan siswi yang ada di SMKF Ikasari Pekanbaru.
Chemical exposure is very dangerous to the human body, therefore Standard Operating Procedures (SOP) are needed to prevent unwanted things from happening, one of which is Personal Protective Equipment (PPE). One of the toxic effects of chemicals is that the toxic reactions differ qualitatively, depending on the duration of exposure. Single exposure or repeated exposure lasting less than 14 days is called acute exposure. Exposure that lasts less than 14 days is called sub-acute. Sub-chronic exposure when exposed for 3 months and is called chronic exposure if exposure is continuous for more than 90 days. The laboratory is a work place that has a potential source of danger that can pose a risk of occupational safety and health problems such as work accidents and occupational diseases. The purpose of this study was to determine the risk of chemical exposure in the basic chemistry laboratory of SMK FARMASI IKASARI Pekanbaru. This research is a descriptive qualitative study which aims to analyze the chemical exposure of students and students in the laboratory. There are 4 research subjects, namely the Head of the Laboratory, Laboratory Assistant, and 2 female students. The technique used in this research is in-depth interviews using interview guides. The results of this study indicate that human resources are not sufficient, risk identification and risk control have not been carried out properly because the laboratory does not have K3 officers. It is hoped that the Ikasari Pharmacy Vocational School can improve the performance of laboratory staff in order to minimize the risk of chemical exposure in the laboratory to students and female students at SMKF Ikasari Pekanbaru.
LPPM Hang Tuah Pekanbaru
Title: ANALISIS RESIKO PAPARAN BAHAN KIMIA DI LABORATORIUM KIMIA DASAR SMK FARMASI IKASARI PEKANBARU TAHUN 2020
Description:
Paparan bahan kimia sangat berbahaya bagi tubuh manusia oleh karena itu diperlukan Standar Operasional Prosedur (SOP) untuk mencegah hal hal yag tidak di inginkan terjadi salah satunya adalah Alat Pelindung Diri (APD).
Efek toksik dari bahan kimia salah satunya adalah reaksi toksik berbeda secara kualitatif, tergantung durasi paparan.
Paparan tunggal atau paparan berulang yang berlangsung kurang dari 14 hari disebut paparan akut.
Paparan yang terjadi kurang dari 14 hari disebut sub-akut.
Paparan sub-kronis bila terpapar selama 3 bulan dan disebut paparan kronis bila terpapar secara terus menerus selama lebih dari 90 hari.
Laboratorium merupakan tempat kerja yang memiliki potensi sumber bahaya yang dapat menimbulkan risiko terjadinya gangguan keselamatan dan kesehatan kerja seperti kecelakaan kerja dan penyakit akibat kerja.
Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui risiko paparan bahan kimia di laboratorium kimia dasar SMK FARMASI IKASARI Pekanbaru.
Penelitian ini bersifat kualitatif deskriptif yang bertujuan untuk menganalisa paparan bahan kimia terhadap siswa dan siswi di laboratorium.
Subjek penelitian ini ada 4 yaitu Kepala Laboratorium, Laboran, dan 2 orang siswa siswi.
Teknik yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara mendalam dengan menggunakan bantuan pedoman wawancara.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa SDM belum mencukupi, identifikasi risiko dan pengendalian resiko belum terlaksana dengan baik karena di laboratorium tersebut tidak memiliki petugas K3.
Diharapkan kepada pihak SMK Farmasi Ikasari dapat meningkatkan kinerja petugas laboratorium agar memiimalisir terjadinya risiko paparan bahan kimia dilaboratorium terhadap siswa dan siswi yang ada di SMKF Ikasari Pekanbaru.
Chemical exposure is very dangerous to the human body, therefore Standard Operating Procedures (SOP) are needed to prevent unwanted things from happening, one of which is Personal Protective Equipment (PPE).
One of the toxic effects of chemicals is that the toxic reactions differ qualitatively, depending on the duration of exposure.
Single exposure or repeated exposure lasting less than 14 days is called acute exposure.
Exposure that lasts less than 14 days is called sub-acute.
Sub-chronic exposure when exposed for 3 months and is called chronic exposure if exposure is continuous for more than 90 days.
The laboratory is a work place that has a potential source of danger that can pose a risk of occupational safety and health problems such as work accidents and occupational diseases.
The purpose of this study was to determine the risk of chemical exposure in the basic chemistry laboratory of SMK FARMASI IKASARI Pekanbaru.
This research is a descriptive qualitative study which aims to analyze the chemical exposure of students and students in the laboratory.
There are 4 research subjects, namely the Head of the Laboratory, Laboratory Assistant, and 2 female students.
The technique used in this research is in-depth interviews using interview guides.
The results of this study indicate that human resources are not sufficient, risk identification and risk control have not been carried out properly because the laboratory does not have K3 officers.
It is hoped that the Ikasari Pharmacy Vocational School can improve the performance of laboratory staff in order to minimize the risk of chemical exposure in the laboratory to students and female students at SMKF Ikasari Pekanbaru.
Related Results
PEMANFAATAN LABORATORIUM IPS SMP
PEMANFAATAN LABORATORIUM IPS SMP
Penelitian ini bertujuan mengetahui pemanfaatan laboratorium IPS di SMP. Pemanfaatan laboratorium dalam penelitian ini ditinjau dari; 1) kondisi laboratorium IPS di SMP, 2) manajem...
Penerapan Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar Pekanbaru
Penerapan Kurikulum 2013 pada Pendidikan Dasar Pekanbaru
Penelitian ini bertujuan untuk (1) menyelidiki penerapan kurikulum 2013 pada pendidikan dasar di Pekanbaru dan (2) menyelidiki kendala yang dihadapi oleh guru pada pendidikan dasar...
PELATIHAN MANAJEMEN LABORATORIUM UNTUK PENGELOLA LABORATORIUM IPA TINGKAT SMA DI KABUPATEN BOJONEGORO
PELATIHAN MANAJEMEN LABORATORIUM UNTUK PENGELOLA LABORATORIUM IPA TINGKAT SMA DI KABUPATEN BOJONEGORO
Laboratorium memerlukan pengelolaan yang terstandardisasi baik dalam hal pengelola maupun ketersediaan peralatan. Laboratorium sekolah yang perlu mendapatkan perhatian, khususnya l...
Pengembangan Modul Praktikum Berbasis Web Pada Praktikum Kimia Dasar
Pengembangan Modul Praktikum Berbasis Web Pada Praktikum Kimia Dasar
Pengembangan praktikum kimia dasar berbasis web pada mata kuliah kimia dasar di Laboratorium Kimia Fakultas Tarbiyah dan Keguruan UIN Ar-Raniry awalnya dilatarbelakangi oleh adanya...
KLASIFIKASI BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN DI LABORATORIUM X DENGAN MENGGUNAKAN HAZMAT TOOL
KLASIFIKASI BAHAN BERBAHAYA DAN BERACUN DI LABORATORIUM X DENGAN MENGGUNAKAN HAZMAT TOOL
Bahan berbahaya dan beracun (B3) merupakan material yang dapat mengakibatkan kerugian bagi kehidupan organisme, material, bangunan, atau lingkungan karena ledakan atau bahaya kebak...
ANALISA TINGKAT KERUSAKAN PADA SMK DI KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA
ANALISA TINGKAT KERUSAKAN PADA SMK DI KECAMATAN SUNGAI RAYA KABUPATEN KUBU RAYA
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) merupakan pendidikan pada jenjang menengah yang mengutamakan pengembangan keterampilan siswa. Sarana dan prasarana adalah fasilitas yang mutlak dipe...
Pengaruh Antara Pembelajaran di SMK dan Pendapatan Lulusan terhadap Kepuasan DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri) dari Lulusan SMK Menggunakan Structural Equation Modeling
Pengaruh Antara Pembelajaran di SMK dan Pendapatan Lulusan terhadap Kepuasan DUDI (Dunia Usaha dan Dunia Industri) dari Lulusan SMK Menggunakan Structural Equation Modeling
ABSTRAK
SMK menjadi lembaga pendidikan formal yang dirancang untuk mempersiapkan siswa agar dapat langsung terlibat dalam dunia kerja. Faktanya, pada tahun 2022 lulusan SMK memberi...

