Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK GORENG BEKAS DALAM REAKTOR TANGKI ALIR BERPENGADUK

View through CrossRef
Telah dilakukan penelitian pembuatan biodiesel dari minyak goreng bekas dan metanol denganKOH sebagai katalis. Biodiesel diproduksi dalam reaktor tangki alir berpengaduk (RATB) padasuhu 60 0C, kecepatan pengadukan 800 rpm dan waktu tinggal 60 menit. Biodiesel yang dihasilkanmemiliki sifat fisik sebagai berikut : spesik grafiti 0,8898 ; viskositas 5,6263 CSt ; titik tuang 33,4oF ; titik nyala 253 oF ; Sisa karbon residu 2,0827 %; warna 1,5 ; kandungan air 0,16 % dan nilaikalor 9427 kal/g. Secara umum sifat fisik biodiesel memenuhi standar bahan bakar solar.Disimpulkan bahwa RATB dapat digunakan sebagai reaktor untuk memproduksi biodiesel. Sumber energi utama yang digunakan di berbagai negara saat ini adalah minyak bumi. Dengan banyaknya eksploitasi yang dilakukan, maka keberadaannya semakin terancam dan harganya akan meningkat secara tajam. Hal ini disebabkan minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui. Dari berbagai jenis produk olahan minyak bumi yang digunakan sebagai bahan bakar, yang paling banyak digunakan adalah bahan bakar diesel. Hal ini disebabkan karena kebanyakan alat transportasi, alat pertanian, peralatan berat dan penggerak generator pembangkit listrik menggunakan bahan bakar ini. Berbagai usaha telah dilakukan untuk mencari energi aternatif pengganti bahan bakar diesel. Biodiesel merupakan bahan yang sangat potensial digunakan sebagai penggantinya. Hal ini disebabkan karena bahan bakunya yang berasal dari minyak nabati dapat diperbaharui, dapat dihasilkan secara periodik dan mudah diperoleh. Selain itu harganya relatif stabil dan produksinya mudah disesuaikan dengan kebutuhan. Dari segi lingkungan biodiesel juga merupakan bahan yang biodegradability dan emisi polutannya relatif kecil, karena kadar hidrokarbon yang tidak terbakar dan CO-nya lebih rendah, serta bebas emisi SO2 bila dibakar (Noureddini, H, and Zhu, D., 1997) Viskositas yang tinggi dari minyak nabati disebabkan karena adanya percabangan pada rantai karbonnya yang cenderung panjang. Untuk mengurangi viskositasnya, minyak nabati dapat direaksikan dengan alkohol rantai pendek menghasilkan ester (biodiesel) dan gliserol. Untuk mempercepat reaksi dapat ditambahkan katalis asam, basa atau penukar ion. Katalis basa memiliki banyak keunggulan dibandingkan katalis asam dan penukar ion, diantaranya konversi yang dihasilkan lebih besar dan suhu operasi lebih rendah (Swern, 1982). Alkohol rantai pendek yang dapat digunakan adalah metanol dan etanol. Metanol memiliki reaktifitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan etanol. Untuk mendapatkan hasil yang sama, jumlah etanol yang dibutuhkan lebih besar dari jumlah metanol yaitu sekitar 1,4 kali jumlah metanol. Dari segi biaya, harga metanol lebih murah dibandingkan etanol. Kelemahan metanol terletak pada keamanan penggunaannya. Metanol bersifat beracun dan dapat menyebabkan perih pada mata. Untuk mengidentifikasi kualitas biodiesel yang dihasilkan, perlu dilakukan pengujian sifat-sifat fisisnya. Uji sifat fisis ini perlu dilakukan untuk menghindari kerusakan alat dan kerugian lain yang mungkin timbul akibat penggunaan bahan bakar ini. Biodiesel yang dihasilkan nanti diarahkan untuk menggantikan bahan bakar solar, karena bahan bakar ini digunakan langsung oleh masyarakat sehingga nantinya diharapkan masyarakat dapat memproduksi sendiri. Untuk itu sifat- sifat biodiesel yang dihasilkan disesuaikan dengan standar bahan bakar solar. Salah satu kendala yang dihadapi dalam penggunaan biodiesel sekarang ini adalah harganya yang lebih mahal dari bahan bakar solar. Untuk itu diperlukan cara untuk menekan biaya produksi biodiesel. Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menggunakan bahan baku yang berasal dari minyak goreng bekas. Minyak ini secara ekonomis sudah tidak diperhitungkan lagi dan cenderung dibuang sebagai limbah karena selain merusak citra makanan yang diolah juga dapat merusak kesehatan manusia. Lestari (1997) melakukan analisa terhadap minyak goreng bekas yang akan di proses menjadi biodiesel. Dari analisa yang dilakukan didapatkan asam lemak penyusun minyak goreng bekas adalah asam palmitat 0,9194 %, asam oleat 0,0437 %, asam margarat 40,3816 %, asam stearat 0,0943 % dan asam linoleat 58,5611 %. Berbagai penelitian sudah dilakukan untuk mendapatkan biodiesel dari minyak goreng bekas. Penelitian selama ini hanya menggunakan proses secara batch. Dari segi ekonomi proses ini kurang menguntungkan karena biaya investasi lebih mahal dan membutuhkan volume reaktor yang besar. Selain itu juga membutuhkan waktu untuk start-up dan shut-down proses (Darnoko dan Cheryan, 2000). Untuk itu perlu dilakukan proses secara sinambung sehingga dapat mereduksi biaya, volume reaktor dan waktu proses (Westertern, et all, 1984).
LP2M Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta
Title: PEMBUATAN BIODIESEL DARI MINYAK GORENG BEKAS DALAM REAKTOR TANGKI ALIR BERPENGADUK
Description:
Telah dilakukan penelitian pembuatan biodiesel dari minyak goreng bekas dan metanol denganKOH sebagai katalis.
Biodiesel diproduksi dalam reaktor tangki alir berpengaduk (RATB) padasuhu 60 0C, kecepatan pengadukan 800 rpm dan waktu tinggal 60 menit.
Biodiesel yang dihasilkanmemiliki sifat fisik sebagai berikut : spesik grafiti 0,8898 ; viskositas 5,6263 CSt ; titik tuang 33,4oF ; titik nyala 253 oF ; Sisa karbon residu 2,0827 %; warna 1,5 ; kandungan air 0,16 % dan nilaikalor 9427 kal/g.
Secara umum sifat fisik biodiesel memenuhi standar bahan bakar solar.
Disimpulkan bahwa RATB dapat digunakan sebagai reaktor untuk memproduksi biodiesel.
Sumber energi utama yang digunakan di berbagai negara saat ini adalah minyak bumi.
Dengan banyaknya eksploitasi yang dilakukan, maka keberadaannya semakin terancam dan harganya akan meningkat secara tajam.
Hal ini disebabkan minyak bumi merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui.
Dari berbagai jenis produk olahan minyak bumi yang digunakan sebagai bahan bakar, yang paling banyak digunakan adalah bahan bakar diesel.
Hal ini disebabkan karena kebanyakan alat transportasi, alat pertanian, peralatan berat dan penggerak generator pembangkit listrik menggunakan bahan bakar ini.
Berbagai usaha telah dilakukan untuk mencari energi aternatif pengganti bahan bakar diesel.
Biodiesel merupakan bahan yang sangat potensial digunakan sebagai penggantinya.
Hal ini disebabkan karena bahan bakunya yang berasal dari minyak nabati dapat diperbaharui, dapat dihasilkan secara periodik dan mudah diperoleh.
Selain itu harganya relatif stabil dan produksinya mudah disesuaikan dengan kebutuhan.
Dari segi lingkungan biodiesel juga merupakan bahan yang biodegradability dan emisi polutannya relatif kecil, karena kadar hidrokarbon yang tidak terbakar dan CO-nya lebih rendah, serta bebas emisi SO2 bila dibakar (Noureddini, H, and Zhu, D.
, 1997) Viskositas yang tinggi dari minyak nabati disebabkan karena adanya percabangan pada rantai karbonnya yang cenderung panjang.
Untuk mengurangi viskositasnya, minyak nabati dapat direaksikan dengan alkohol rantai pendek menghasilkan ester (biodiesel) dan gliserol.
Untuk mempercepat reaksi dapat ditambahkan katalis asam, basa atau penukar ion.
Katalis basa memiliki banyak keunggulan dibandingkan katalis asam dan penukar ion, diantaranya konversi yang dihasilkan lebih besar dan suhu operasi lebih rendah (Swern, 1982).
Alkohol rantai pendek yang dapat digunakan adalah metanol dan etanol.
Metanol memiliki reaktifitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan etanol.
Untuk mendapatkan hasil yang sama, jumlah etanol yang dibutuhkan lebih besar dari jumlah metanol yaitu sekitar 1,4 kali jumlah metanol.
Dari segi biaya, harga metanol lebih murah dibandingkan etanol.
Kelemahan metanol terletak pada keamanan penggunaannya.
Metanol bersifat beracun dan dapat menyebabkan perih pada mata.
Untuk mengidentifikasi kualitas biodiesel yang dihasilkan, perlu dilakukan pengujian sifat-sifat fisisnya.
Uji sifat fisis ini perlu dilakukan untuk menghindari kerusakan alat dan kerugian lain yang mungkin timbul akibat penggunaan bahan bakar ini.
Biodiesel yang dihasilkan nanti diarahkan untuk menggantikan bahan bakar solar, karena bahan bakar ini digunakan langsung oleh masyarakat sehingga nantinya diharapkan masyarakat dapat memproduksi sendiri.
Untuk itu sifat- sifat biodiesel yang dihasilkan disesuaikan dengan standar bahan bakar solar.
Salah satu kendala yang dihadapi dalam penggunaan biodiesel sekarang ini adalah harganya yang lebih mahal dari bahan bakar solar.
Untuk itu diperlukan cara untuk menekan biaya produksi biodiesel.
Salah satu cara yang dapat dilakukan adalah menggunakan bahan baku yang berasal dari minyak goreng bekas.
Minyak ini secara ekonomis sudah tidak diperhitungkan lagi dan cenderung dibuang sebagai limbah karena selain merusak citra makanan yang diolah juga dapat merusak kesehatan manusia.
Lestari (1997) melakukan analisa terhadap minyak goreng bekas yang akan di proses menjadi biodiesel.
Dari analisa yang dilakukan didapatkan asam lemak penyusun minyak goreng bekas adalah asam palmitat 0,9194 %, asam oleat 0,0437 %, asam margarat 40,3816 %, asam stearat 0,0943 % dan asam linoleat 58,5611 %.
Berbagai penelitian sudah dilakukan untuk mendapatkan biodiesel dari minyak goreng bekas.
Penelitian selama ini hanya menggunakan proses secara batch.
Dari segi ekonomi proses ini kurang menguntungkan karena biaya investasi lebih mahal dan membutuhkan volume reaktor yang besar.
Selain itu juga membutuhkan waktu untuk start-up dan shut-down proses (Darnoko dan Cheryan, 2000).
Untuk itu perlu dilakukan proses secara sinambung sehingga dapat mereduksi biaya, volume reaktor dan waktu proses (Westertern, et all, 1984).

Related Results

Pengaruh Perisai Radiasi Pada Penyimpanan Kering Bahan Bakar Nuklir Bekas untuk Reaktor Daya Eksperimental
Pengaruh Perisai Radiasi Pada Penyimpanan Kering Bahan Bakar Nuklir Bekas untuk Reaktor Daya Eksperimental
PENGARUH PERISAI RADIASI PADA PENYIMPANAN KERING BAHAN BAKAR NUKLIR BEKAS UNTUK REAKTOR DAYA EKSPERIMENTAL Di masa mendatang, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) berencana membang...
ANALISIS POLA PERUBAHAN VISKOSITAS MINYAK GORENG
ANALISIS POLA PERUBAHAN VISKOSITAS MINYAK GORENG
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya perbedaan nilai viskositas antara minyak goreng yang sudah dipakai dengan yang belum dipakai dan mengetahui bagaimana pola pe...
Tertiary butylhydroquinone influence over oxidation stability of biodiesel from waste cooking oil
Tertiary butylhydroquinone influence over oxidation stability of biodiesel from waste cooking oil
ABSTRACTAn oxidation stability is very important for a long-term storage of biodiesel. Some physical (density and viscosity) and chemical properties (acid value, iodine value, and ...
Tinjauan Penilaian Siklus Hidup Bahan Bakar Biodiesel di Indonesia
Tinjauan Penilaian Siklus Hidup Bahan Bakar Biodiesel di Indonesia
Abstrak. Saat ini permasalahan lingkungan menjadi pertimbangan yang sangat penting dalam produksi biodiesel. Meskipun sumber energi ini (biodiesel) dianggap sebagai karbon netral, ...
PEMANFAATAN MINYAK BEKAS PAKAI (JELANTAH) UNTUK PENGHARUM RUANGAN
PEMANFAATAN MINYAK BEKAS PAKAI (JELANTAH) UNTUK PENGHARUM RUANGAN
Minyak bekas pakai (jelantah) merupakan minyak tumbuhan yang sudah digunakan untuk menggoreng. Penggunaan minyak bekas pakai mengakibatkan nilai ekonomis minyak tersebut turun diba...
PELATIHAN PEMBUATAN MINYAK KELAPA SECARA FERMENTASI BAGI KELOMPOK WANITA TANI DI KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS
PELATIHAN PEMBUATAN MINYAK KELAPA SECARA FERMENTASI BAGI KELOMPOK WANITA TANI DI KECAMATAN BAREGBEG KABUPATEN CIAMIS
Adanya pandemi COVID-19 sangat berdampak pada berbagai aspek kehidupan. Salah satunya pada kehidupan ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat. Sebagian besar harga kebutuhan pokok m...
Keselamatan Reaktor Nuklir: Reaktor Serba Guna G.A Siwabesy (RSG-GAS)
Keselamatan Reaktor Nuklir: Reaktor Serba Guna G.A Siwabesy (RSG-GAS)
Keselamatan merupakan faktor utama dan pertama dalam pengoperasian suatu fasilitas atau instalasi, apalagi dalam pengoperasian reaktor nuklir yangmengandung potensi bahaya radioakt...

Back to Top