Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Perubahan Makna Dalam Novel Kura-Kura Berjanggut Karya Azhari Aiyub

View through CrossRef
This research aims to describe the changes in meaning found in Azhari Aiyub’s Novel entitled Kura-Kura Berjanggut.  This study employs a qualitative method with a descriptive approach. The source of this research data is from Azhari Aiyub’s Novel Kura-Kura Berjanggut. The data include parts of the novel that contain changes in meaning. The data are analyzed using descriptive qualitative analysis techniques. This study shows various changes in meaning found in the Novel Kura-Kura Berjanggut written Azhari Aiyub, including generalization, specialization, pejoration, and amelioration changes. Generalization changes are found in the words melecehkan (harass), hamba (slave), abdi (servant), selir-selir (concubines), menyuap (bribe), mengganas (fierce), pahlawan (hero), meniru (mimic), hampa (empty), dan musuh (enemy). Meanwhile, specialization changes can be observed in words suara lonceng (bell sound), bajingan tua (old bastard), yang mulia (your Excellency), dijual (sold), para pelawak (comedians), orang-orang liar (savages), terkutuk (cursed), memburu (hunt), cadar (burqa), dan menyusut (shrink). Furthermore, amelioration changes are found in words baku hantam (fight), menonjok (punch), mencaci maki (berate), lenyap tanpa bekas dari dunia (vanished from the world), seorang durjana (a wicked), penggulingan kekuasaan (overthrow of power), menghalau (dispel), keculasan (laziness), menyikut (elbow), pongah (arrogant), ekspedisi (expedition), benalu (parasite), dan pembangkang (a disobedient). Finally, pejoration changes are found in words lumpuh (paralysed), babi sisir (pig), anak haram (illegitimate child), pejabat rendahan (low rank officials), mampus (dead), dungu (stupid), pencabulan (molestation), membantai (slaughter), bunting (pregnant), mengkhianati (betray), boyak (crushed), meluluhlantakkan (destroy), merampas (rob), membaiat (pledge allegiance, menguntit (stalk), pendaran (luminescence), and muak (fed up).
Title: Analisis Perubahan Makna Dalam Novel Kura-Kura Berjanggut Karya Azhari Aiyub
Description:
This research aims to describe the changes in meaning found in Azhari Aiyub’s Novel entitled Kura-Kura Berjanggut.
 This study employs a qualitative method with a descriptive approach.
The source of this research data is from Azhari Aiyub’s Novel Kura-Kura Berjanggut.
The data include parts of the novel that contain changes in meaning.
The data are analyzed using descriptive qualitative analysis techniques.
This study shows various changes in meaning found in the Novel Kura-Kura Berjanggut written Azhari Aiyub, including generalization, specialization, pejoration, and amelioration changes.
Generalization changes are found in the words melecehkan (harass), hamba (slave), abdi (servant), selir-selir (concubines), menyuap (bribe), mengganas (fierce), pahlawan (hero), meniru (mimic), hampa (empty), dan musuh (enemy).
Meanwhile, specialization changes can be observed in words suara lonceng (bell sound), bajingan tua (old bastard), yang mulia (your Excellency), dijual (sold), para pelawak (comedians), orang-orang liar (savages), terkutuk (cursed), memburu (hunt), cadar (burqa), dan menyusut (shrink).
Furthermore, amelioration changes are found in words baku hantam (fight), menonjok (punch), mencaci maki (berate), lenyap tanpa bekas dari dunia (vanished from the world), seorang durjana (a wicked), penggulingan kekuasaan (overthrow of power), menghalau (dispel), keculasan (laziness), menyikut (elbow), pongah (arrogant), ekspedisi (expedition), benalu (parasite), dan pembangkang (a disobedient).
Finally, pejoration changes are found in words lumpuh (paralysed), babi sisir (pig), anak haram (illegitimate child), pejabat rendahan (low rank officials), mampus (dead), dungu (stupid), pencabulan (molestation), membantai (slaughter), bunting (pregnant), mengkhianati (betray), boyak (crushed), meluluhlantakkan (destroy), merampas (rob), membaiat (pledge allegiance, menguntit (stalk), pendaran (luminescence), and muak (fed up).

Related Results

LATAR DALAM NOVEL KURA-KURA BERJANGGUT KARYA AZHARI AIYUB
LATAR DALAM NOVEL KURA-KURA BERJANGGUT KARYA AZHARI AIYUB
The Novel Kura-Kura Berjanggut by Azhari Aiyub depicts a setting that can be used as knowledge related to life in ancient times such as place, time and social, and life lessons.The...
IDENTIFIKASI DAN DESKRIPSI KARAKTER MORFOLOGI KURA-KURA AIR TAWAR DARI KALIMANTAN BARAT
IDENTIFIKASI DAN DESKRIPSI KARAKTER MORFOLOGI KURA-KURA AIR TAWAR DARI KALIMANTAN BARAT
Tindakan pelestarian kura-kura di Kalimantan Barat perlu didukung informasi ilmiah mengenai jenisnya. Hingga saat ini, penelitian mengenai biodiversitas jenis kura-kura yang ada di...
KEARIFAN LOKAL PENGELOLAAN DANAU LEDULU SEBAGAI HABITAT KURA-KURA ROTE (CHELODINA MCCORDII)
KEARIFAN LOKAL PENGELOLAAN DANAU LEDULU SEBAGAI HABITAT KURA-KURA ROTE (CHELODINA MCCORDII)
Masyarakat di Pulau Rote memiliki kearifan lokal dalam pengelolaan sumberdaya alam yang disebut dengan ‘Papadak’. Papadak merupakan aturan adat dalam mengelola Danau Ledulu sebagai...
Prototipe Terrarium Bayi Kura-Kura Darat Centrochelys Sulcata dengan Metode Fuzzy Logic Controller
Prototipe Terrarium Bayi Kura-Kura Darat Centrochelys Sulcata dengan Metode Fuzzy Logic Controller
Kura-kura darat Centrochelys Sulcata, atau lebih dikenal sebagai kura-kura Sulcata, merupakan salah satu spesies kura-kura darat yang populer di kalangan pecinta hewan peliharaan. ...
Isolasi dan Identifikasi Salmonella spp. pada Kloaka Kura-Kura Ambon (Cuora amboinensis)
Isolasi dan Identifikasi Salmonella spp. pada Kloaka Kura-Kura Ambon (Cuora amboinensis)
Salmonellosis merupakan penyakit enterik yang disebabkan oleh berbagai jenis spesies Salmonella spp . Penelitian inibertujuan untuk mengisolasi dan mengidentifikasi spesies Salmone...

Back to Top