Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) Secara Spektrofotometri UV-Vis

View through CrossRef
Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) merupakan tanaman jenis buah-buahan yang juga dikenal sebagai tanaman obat tradisional. Selain buahnya bagian tanaman dari belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) yang sering dimanfaatkan adalah daunnya. Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) mengandung metabolit sekunder, salah satunya flavonoid yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Proses pengeringan dapat mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan karena merupakan salah satu kegiatan yang penting dalam pengolahan tanaman obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap kadar flavonoid total ekstrak etanol daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.). Metode pengeringan yang digunakan adalah metode sinar matahari dan oven 60oC. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%. Untuk memastikan metabolit sekunder yaitu flavonoid pada daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dilakukan uji kualitatif dan uji kuantitatif secara spektrofotometri UV-Vis. Perbandingan dari dua metode pengeringan yang berbeda dianalisis menggunakan statistik Independent T-Test. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode pengeringan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kadar flavonoid total pada ekstrak etanol daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) dilihat dari nilai signifikasinya 0,04 kurang dari 0,05. Kadar flavonoid yang tertinggi diperoleh pada metode pengeringan sinar matahari dengan kadar flavonoidnya yaitu 22,1909% b/b, sedangkan metode pengeringan oven 60oC menghasilkan kadar flavonoid sebesar 19,4023% b/b.
Title: Pengaruh Metode Pengeringan Terhadap Kadar Flavonoid Total Ekstrak Etanol Daun Belimbing Wuluh (Averrhoa Bilimbi L.) Secara Spektrofotometri UV-Vis
Description:
Belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.
) merupakan tanaman jenis buah-buahan yang juga dikenal sebagai tanaman obat tradisional.
Selain buahnya bagian tanaman dari belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.
) yang sering dimanfaatkan adalah daunnya.
Daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.
) mengandung metabolit sekunder, salah satunya flavonoid yang memiliki potensi sebagai antioksidan.
Proses pengeringan dapat mempengaruhi kualitas produk yang dihasilkan karena merupakan salah satu kegiatan yang penting dalam pengolahan tanaman obat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh metode pengeringan terhadap kadar flavonoid total ekstrak etanol daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.
).
Metode pengeringan yang digunakan adalah metode sinar matahari dan oven 60oC.
Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol 96%.
Untuk memastikan metabolit sekunder yaitu flavonoid pada daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.
) dilakukan uji kualitatif dan uji kuantitatif secara spektrofotometri UV-Vis.
Perbandingan dari dua metode pengeringan yang berbeda dianalisis menggunakan statistik Independent T-Test.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa metode pengeringan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap kadar flavonoid total pada ekstrak etanol daun belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.
) dilihat dari nilai signifikasinya 0,04 kurang dari 0,05.
Kadar flavonoid yang tertinggi diperoleh pada metode pengeringan sinar matahari dengan kadar flavonoidnya yaitu 22,1909% b/b, sedangkan metode pengeringan oven 60oC menghasilkan kadar flavonoid sebesar 19,4023% b/b.

Related Results

UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN METODE DPPH DAN NILAI SPF EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.)
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN METODE DPPH DAN NILAI SPF EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.)
Radikal bebas adalah senyawa tidak stabil yang merusak sel tubuh, terutama akibat paparan radiasi UV yang menyebabkan hiperpigmentasi, penuaan dini, hingga kanker kulit. Antioksida...
Pembuatan Obat Cream Jerawat Alami Berbahan Dasar Buah Belimbing Wuluh (Avverhoa bilimbi L.)
Pembuatan Obat Cream Jerawat Alami Berbahan Dasar Buah Belimbing Wuluh (Avverhoa bilimbi L.)
Pembuatan krim jerawat alami berbahan dasar belimbing wuluh (Averrhoa bilimbi L.) menarik perhatian karena belimbing wuluh mengandung senyawa aktif seperti flavonoid, tanin, dan sa...
FORMULASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) DENGAN BASIS ASAM STEARAT
FORMULASI SEDIAAN KRIM EKSTRAK ETANOL DAUN BELIMBING WULUH (Averrhoa bilimbi L.) DENGAN BASIS ASAM STEARAT
Abstrak Daun belimbing wuluh mengandung flavoniod, saponin, tanin, sulfur,peroksidase. Ekstrak etanol daun belimbing wuluhdiformulasikanmenjadi sediaan krim. Tujuan penelitia...

Back to Top