Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Kelayakan Finansial Usaha Penggilingan Padi Berjalan di Desa Sidobinangun Kecamatan Tanalili Kabupaten Luwu Utara

View through CrossRef
Usaha penggilingan padi berjalan memberikan kemudahan bagi petani karena tidak perlu membawa padi ke lokasi penggilingan yang jauh, sehingga menghemat waktu dan biaya transportasi. Akan tetapi, terdapat beberapa permasalahan dalam usaha penggilingan padi yaitu memerlukan investasi besar untuk membeli mesin penggilingan dan kendaraan, memerlukan perawatan rutin dan dapat menghadapi kerusakan yang mempengaruhi operasi. Tujuan penelitian untuk menganalisis pendapatan dan kelayakan financial usaha penggilingan padi berjalan di Desa Sidobinangun Kecamatan Tanah Lili Kabupaten Luwu Utara. Hasil penelitian diperoleh total rata-rata biaya variabel dan tetap yang dikeluarkan oleh setiap pemiliik usaha penggilingan padi berjalan adalah sebesar Rp.61.166.611/Tahun. Total penerimaan beras dan bekatul rata-rata adalah sebesar Rp.94.069.111/Tahun. Penerimaan tersebut terdiri dari hasil penjualan beras sebesar Rp.86.974.444/Tahun dengan rata-rata produksi sebesar Rp.8.697. Kemudian rata-rata hasil penjualan bekatul adalah sebesar Rp.7.094.667/Tahun dengan rata-rata produksi bekatul sebesar Rp.1.182/Tahun. Total ratarata pendapatan yang diperoleh oleh setiap pemilik usaha penggilingan padi adalah sebesar Rp.32.902.500. Hasil analisis kelayakan adalah pada usaha penggilingan padi diperoleh bahwa nilai R/C ratio adalah 1.54. Berdasarkan kriteria kelayakan usaha penggilingan padi keliling dengan perhitungan R/C > 1 maka usaha penggilingan padi layak untuk semua di usahakan. Running a rice mill provides convenience for farmers as there is no need to carry paddy to distant milling locations, thus saving time and transportation costs. However, there are several problems in the rice milling business, namely requiring large investments to buy milling machines and vehicles, requiring regular maintenance and can face damage that affects operations. The purpose of the study was to analyze the income and financial feasibility of the rice milling business in Sidobinangun Village, Tanah Lili District, North Luwu Regency. The results obtained the average total variable and fixed costs incurred by each owner of the rice milling business running is Rp.61,166,611 / year. The total revenue of rice and rice bran on average is Rp.94,069,111/year. The revenue consists of rice sales of Rp.86,974,444/year with an average production of Rp.8,697. Then the average sales of rice bran is Rp.7,094,667/year with an average production of rice bran of Rp.1,182/year. The total average income earned by each rice milling business owner is Rp.32,902,500. The results of the feasibility analysis are on the rice milling business obtained that the R / C ratio value is 1.54. Based on the criteria for the feasibility of a mobile rice milling business with the calculation of R / C> 1 then the rice milling business is feasible for all in business.
Title: Analisis Kelayakan Finansial Usaha Penggilingan Padi Berjalan di Desa Sidobinangun Kecamatan Tanalili Kabupaten Luwu Utara
Description:
Usaha penggilingan padi berjalan memberikan kemudahan bagi petani karena tidak perlu membawa padi ke lokasi penggilingan yang jauh, sehingga menghemat waktu dan biaya transportasi.
Akan tetapi, terdapat beberapa permasalahan dalam usaha penggilingan padi yaitu memerlukan investasi besar untuk membeli mesin penggilingan dan kendaraan, memerlukan perawatan rutin dan dapat menghadapi kerusakan yang mempengaruhi operasi.
Tujuan penelitian untuk menganalisis pendapatan dan kelayakan financial usaha penggilingan padi berjalan di Desa Sidobinangun Kecamatan Tanah Lili Kabupaten Luwu Utara.
Hasil penelitian diperoleh total rata-rata biaya variabel dan tetap yang dikeluarkan oleh setiap pemiliik usaha penggilingan padi berjalan adalah sebesar Rp.
61.
166.
611/Tahun.
Total penerimaan beras dan bekatul rata-rata adalah sebesar Rp.
94.
069.
111/Tahun.
Penerimaan tersebut terdiri dari hasil penjualan beras sebesar Rp.
86.
974.
444/Tahun dengan rata-rata produksi sebesar Rp.
8.
697.
Kemudian rata-rata hasil penjualan bekatul adalah sebesar Rp.
7.
094.
667/Tahun dengan rata-rata produksi bekatul sebesar Rp.
1.
182/Tahun.
Total ratarata pendapatan yang diperoleh oleh setiap pemilik usaha penggilingan padi adalah sebesar Rp.
32.
902.
500.
Hasil analisis kelayakan adalah pada usaha penggilingan padi diperoleh bahwa nilai R/C ratio adalah 1.
54.
Berdasarkan kriteria kelayakan usaha penggilingan padi keliling dengan perhitungan R/C > 1 maka usaha penggilingan padi layak untuk semua di usahakan.
Running a rice mill provides convenience for farmers as there is no need to carry paddy to distant milling locations, thus saving time and transportation costs.
However, there are several problems in the rice milling business, namely requiring large investments to buy milling machines and vehicles, requiring regular maintenance and can face damage that affects operations.
The purpose of the study was to analyze the income and financial feasibility of the rice milling business in Sidobinangun Village, Tanah Lili District, North Luwu Regency.
The results obtained the average total variable and fixed costs incurred by each owner of the rice milling business running is Rp.
61,166,611 / year.
The total revenue of rice and rice bran on average is Rp.
94,069,111/year.
The revenue consists of rice sales of Rp.
86,974,444/year with an average production of Rp.
8,697.
Then the average sales of rice bran is Rp.
7,094,667/year with an average production of rice bran of Rp.
1,182/year.
The total average income earned by each rice milling business owner is Rp.
32,902,500.
The results of the feasibility analysis are on the rice milling business obtained that the R / C ratio value is 1.
54.
Based on the criteria for the feasibility of a mobile rice milling business with the calculation of R / C> 1 then the rice milling business is feasible for all in business.

Related Results

DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Perkembangan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Luwu, 1967-2017
Perkembangan Sekolah Menengah Atas Negeri 1 Luwu, 1967-2017
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang SMAN 1 Luwu sebagai wadah proses pendidikan di Kabupaten Luwu 1967-2017) dengan mengungkap proses berdirinya SMAN 1 Luwu dan perke...
ANALISIS KELEMBAGAAN AGRIBISNIS PADI SAWAH DI NAGARI LUBUK PANDAN KECAMATAN 2X11 ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN
ANALISIS KELEMBAGAAN AGRIBISNIS PADI SAWAH DI NAGARI LUBUK PANDAN KECAMATAN 2X11 ENAM LINGKUNG KABUPATEN PADANG PARIAMAN
Tujuan penelitian untuk mengidentifikasi dan menganalisis kelembagaan agribisnis padi sawah dan untuk mengetahui bentuk kemitraan serta peran kelujuan penelitian untuk mengidentifi...
PEMBENTUKAN KABUPATEN LUWU UTARA: KISAH DARI TOKOH DI BALIK LAYAR PADA 1999
PEMBENTUKAN KABUPATEN LUWU UTARA: KISAH DARI TOKOH DI BALIK LAYAR PADA 1999
Artikel ini bertujuan untuk menulis sejarah pembentukan Kabupaten Luwu Utara dari perspektif aktor yang terlibat pada proses pembentukan tersebut. Tulisan ini menggunakan metode se...
Kualitas Dedak dari Berbagai Varietas Padi di Bengkulu Utara
Kualitas Dedak dari Berbagai Varietas Padi di Bengkulu Utara
ABSTRAKDedak padi merupakan limbah pengolahan padi menjadi beras dan kualitasnya bermacam-macam tergantung dari varietas padi. Tujuan penelitian untuk mengetahui kualitas dedak pad...
An Analysis of The Language Variations of Luwunese Through Speech Acts (Fokus: Luwu, North Luwu, and East Luwu)
An Analysis of The Language Variations of Luwunese Through Speech Acts (Fokus: Luwu, North Luwu, and East Luwu)
The main objectives of this research were to determine the differences of language variation in the use of regional language  especially  Luwu, North Luwu and East Luwu in South Su...
ANALISIS FINANSIAL DAN SENSITIVITAS USAHA PENGGILINGAN PADI
ANALISIS FINANSIAL DAN SENSITIVITAS USAHA PENGGILINGAN PADI
Tujuan dari penelitian ini yaitu : (1) untuk mengetahui kelayakan usaha penggilingan padi dan (2) untuk mengetahui seberapa sensitif terhadap beberapa perubahan variabel yang mungk...
ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN MANAGEMENT) PADI PASCA PANEN DI PENGGILINGAN PADI (STUDI : KECAMATAN PRINGGASELA)
ANALISIS MANAJEMEN RANTAI PASOK (SUPPLY CHAIN MANAGEMENT) PADI PASCA PANEN DI PENGGILINGAN PADI (STUDI : KECAMATAN PRINGGASELA)
:  Dalam rantai pasok terdapat tiga aliran yang harus dikelola yaitu aliran produk, aliran uang dan informasi. Penelitian ini bertujuan mengetahui aliran produk, aliran keuangan da...

Back to Top