Javascript must be enabled to continue!
Analisis Ekonomi Usahatani Jagung di Kabupaten Blora (Biaya dan Pendapatan)
View through CrossRef
With a large percentage of its population working in agriculture, Indonesia is an agrarian country. Currently, Indonesia has not achieved maize self-sufficiency. The substantial increase in maize imports reflects Indonesia's growing dependence on foreign supplies. Indonesia imports maize from countries such as the United States, Thailand, South Africa, Brazil, and Argentina. Blora District is the second-largest maize harvest area in Central Java Province. In the last three years, maize production in the Blora district has increased, indicating the potential to increase maize production further. This study analyzes the costs, revenues, and income of maize farming in the Blora district. The primary method used in this research is descriptive quantitative analysis. This research was conducted in April-June 2024. The research location was purposively selected in the Blora district, particularly in Todanan, Randublatung, and Jati sub-districts. The research variables used in this study were maize production (kg), land area (Ha), labor (HOK), seeds (kg), urea fertilizer (kg), phonska fertilizer (kg), other fertilizers (kg), and pesticides (liters). Based on Lemeshow's formula, the sample obtained in this study was 92.1984, then researchers simplified it to 92 farmer samples. The distribution of the number of farmer samples in the Blora district was 32 samples for the Randublatung sub-district, 30 samples for the Todanan sub-district, and 30 samples for the Jati sub-district. The analysis method used was cost, revenue, and farm income analysis. The study concluded that maize production in the Blora district requires an average farming cost of IDR 6,164,101.06 for one planting season per 0.44 hectare. The average revenue generated from maize production per 0.44 hectare is IDR 17,573,500. The average income farmers earn from maize farming in Blora district is IDR 11,409,268.50 per 0.44 hectare.
Title: Analisis Ekonomi Usahatani Jagung di Kabupaten Blora (Biaya dan Pendapatan)
Description:
With a large percentage of its population working in agriculture, Indonesia is an agrarian country.
Currently, Indonesia has not achieved maize self-sufficiency.
The substantial increase in maize imports reflects Indonesia's growing dependence on foreign supplies.
Indonesia imports maize from countries such as the United States, Thailand, South Africa, Brazil, and Argentina.
Blora District is the second-largest maize harvest area in Central Java Province.
In the last three years, maize production in the Blora district has increased, indicating the potential to increase maize production further.
This study analyzes the costs, revenues, and income of maize farming in the Blora district.
The primary method used in this research is descriptive quantitative analysis.
This research was conducted in April-June 2024.
The research location was purposively selected in the Blora district, particularly in Todanan, Randublatung, and Jati sub-districts.
The research variables used in this study were maize production (kg), land area (Ha), labor (HOK), seeds (kg), urea fertilizer (kg), phonska fertilizer (kg), other fertilizers (kg), and pesticides (liters).
Based on Lemeshow's formula, the sample obtained in this study was 92.
1984, then researchers simplified it to 92 farmer samples.
The distribution of the number of farmer samples in the Blora district was 32 samples for the Randublatung sub-district, 30 samples for the Todanan sub-district, and 30 samples for the Jati sub-district.
The analysis method used was cost, revenue, and farm income analysis.
The study concluded that maize production in the Blora district requires an average farming cost of IDR 6,164,101.
06 for one planting season per 0.
44 hectare.
The average revenue generated from maize production per 0.
44 hectare is IDR 17,573,500.
The average income farmers earn from maize farming in Blora district is IDR 11,409,268.
50 per 0.
44 hectare.
Related Results
A Analisis Komparatif Pendapatan Usaha Tani Jagung Manis Dan Usaha Tani Jagung Pipil Di Kecamatan Singkawang Selatan
A Analisis Komparatif Pendapatan Usaha Tani Jagung Manis Dan Usaha Tani Jagung Pipil Di Kecamatan Singkawang Selatan
Jagung memiliki peran yang penting bagi ekonomi nasional tidak hanya di perdesaan tetapi juga di perkotaan. Pemilihan lokasi dalam usahtani jagung manis dan usahatani jagung pipil ...
Analisis Keuntungan Petani Padi di Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas
Analisis Keuntungan Petani Padi di Kecamatan Kapuas Murung Kabupaten Kapuas
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pendapatan bersih petani padi di daerah penelitian dan untuk menganalisis kelayakan usahatani padi di Kecamatan Kapuas Murung. Penelitia...
Hubungan Karakteristik Sosial Ekonomi dengan Tingkat Adopsi Teknologi Usahatani Jagung di Desa Waringinsari Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu
Hubungan Karakteristik Sosial Ekonomi dengan Tingkat Adopsi Teknologi Usahatani Jagung di Desa Waringinsari Kecamatan Adiluwih Kabupaten Pringsewu
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor sosial ekonomi yang berhubungan dengan tingkat adopsi teknologi usahatani jagung. Penelitian ini dilakukan di DesaWaringinsari T...
Analisis Pendapatan dan Kontribusi Usahatani Kelapa Sawit Rakyat terhadap Total Pendapatan Keluarga di Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuan Batu
Analisis Pendapatan dan Kontribusi Usahatani Kelapa Sawit Rakyat terhadap Total Pendapatan Keluarga di Kecamatan Kualuh Selatan Kabupaten Labuan Batu
Komoditi kelapa sawit merupakan salah satu andalan sektor pertanian dan menjadi perhatian besar pemerintah maupun masyarakat. Kelapa sawit merupakan komoditas pertanian penghasil m...
Analisis Pendapatan dan Peningkatan Ekonomi Petani Kelapa Sawit di Desa Pauh yang Memanfaatkan Pupuk Organik Liboganik
Analisis Pendapatan dan Peningkatan Ekonomi Petani Kelapa Sawit di Desa Pauh yang Memanfaatkan Pupuk Organik Liboganik
Penelitian yang dilakukan pada petani kelapa sawit di Desa Pauh, Kecamatan Bonai Darussallam, Kabupaten Rokan Hulu, Riau ini ini bertujuan untuk mengetahui biaya produksi, penerima...
Uji Efektivitas Beberapa Jenis Tanaman Penutup Tanah (Ground Cover) Terhadap Gulma Jagung (Zea mays L.)
Uji Efektivitas Beberapa Jenis Tanaman Penutup Tanah (Ground Cover) Terhadap Gulma Jagung (Zea mays L.)
Belum ditemukan informasi dan data yang akurat jenis tanaman penutup tanah yang sesuai dan efektif menekan pertumbuhan gulma, namun tidak menimbulkan saingan terhadap tanaman jagun...
Hibah Desain Rumah Bonggol Jagung bagi Masyarakat Pamekaran, Rancakalong, Sumedang
Hibah Desain Rumah Bonggol Jagung bagi Masyarakat Pamekaran, Rancakalong, Sumedang
Desa Pamekaran, Kecamatan Rancakalong, Kabupaten Sumedang, dengan bentang alam yang berbukit-bukit dan ladang jagung yang luas mempunyai potensi untuk dapat dikembangkan menjadi tu...
Pengenalan Paket Teknologi Budidaya Jagung pada Kelompok Tani Karya Tani Dusun Batu Gembung Kabupaten Lombok Utara
Pengenalan Paket Teknologi Budidaya Jagung pada Kelompok Tani Karya Tani Dusun Batu Gembung Kabupaten Lombok Utara
Kelompok tani Karya Tani dusun Batu Gembung memiliki masalah kurangnya pengetahuan dan keterampilan teknik budidaya menggunakan sistem tanam jajar legowo yang dikombinasikan dengan...

