Javascript must be enabled to continue!
PENERAPAN KONSELING KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN BEHAVIORISTIK DALAM MENGATASI RENDAHNYA KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA
View through CrossRef
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah teknik behavioristik dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa melalui konseling kelompok di kelas VIII SMP Isen Mulang Palangka Raya. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain pre experimental dengan tipe one group pretest-posttest. Data dianalisis dengan menggunakan statistik deksriptif dari uji paired sampel T-tes (program SPSS versi 25). Populasi dalam penelitian ini adalah 11 peserta didik di kelas VIII dengan jumlah sampel 4 peserta didik. Hasil perhitungan rata-rata skor kemandirian belajar sebelum mengikuti layanan konseling kelompok dengan teknik behavioristik rata-rata 65 kemudian setelah diberikannya konseling kelompok dengan teknik behavioristik mengalami peningkatan menjadi 86,75 dengan peningkatan rata-rata sebesar 21,75. Kemudian dari hasil perhitungan nilai pretest dan posttest dengan menggunakan Uji Paired Samples T-tes adalah 0,003 < dari 0,05, maka Hipotesis nol ditolak. Dapat disimpulkan, terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan konseling kelompok dengan pendekatan behavioristik untuk mengatasi rendahnya kemandirian belajar siswa SMP Isen Mulang Palangka Raya.
Faculty of Teacher Training and Education, Universitas Palangka Raya
Title: PENERAPAN KONSELING KELOMPOK DENGAN PENDEKATAN BEHAVIORISTIK DALAM MENGATASI RENDAHNYA KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA
Description:
Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah teknik behavioristik dapat meningkatkan kemandirian belajar siswa melalui konseling kelompok di kelas VIII SMP Isen Mulang Palangka Raya.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain pre experimental dengan tipe one group pretest-posttest.
Data dianalisis dengan menggunakan statistik deksriptif dari uji paired sampel T-tes (program SPSS versi 25).
Populasi dalam penelitian ini adalah 11 peserta didik di kelas VIII dengan jumlah sampel 4 peserta didik.
Hasil perhitungan rata-rata skor kemandirian belajar sebelum mengikuti layanan konseling kelompok dengan teknik behavioristik rata-rata 65 kemudian setelah diberikannya konseling kelompok dengan teknik behavioristik mengalami peningkatan menjadi 86,75 dengan peningkatan rata-rata sebesar 21,75.
Kemudian dari hasil perhitungan nilai pretest dan posttest dengan menggunakan Uji Paired Samples T-tes adalah 0,003 < dari 0,05, maka Hipotesis nol ditolak.
Dapat disimpulkan, terdapat pengaruh yang signifikan dari penerapan konseling kelompok dengan pendekatan behavioristik untuk mengatasi rendahnya kemandirian belajar siswa SMP Isen Mulang Palangka Raya.
Related Results
Memanfaatkan Teori Behavioristik Untuk Meningkatkan Keterlibatan dan Partisipasi Siswa di Kelas Sebuah Meta-Analisis
Memanfaatkan Teori Behavioristik Untuk Meningkatkan Keterlibatan dan Partisipasi Siswa di Kelas Sebuah Meta-Analisis
Penerapan teori behavioristik dalam pendidikan telah menjadi subjek yang menarik perhatian dalam upaya meningkatkan keterlibatan dan partisipasi siswa di kelas. Teori ini menyoroti...
HUBUNGAN ANTARA MINAT BELAJAR DAN INTENSITAS BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR AGAMA HINDU SISWA PASRAMAN SATYA DHARMA DI TAHUN PELAJARAN 2019/2020
HUBUNGAN ANTARA MINAT BELAJAR DAN INTENSITAS BELAJAR SISWA DENGAN PRESTASI BELAJAR AGAMA HINDU SISWA PASRAMAN SATYA DHARMA DI TAHUN PELAJARAN 2019/2020
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat korelasi yang signifikan antara (1) minat belajar dengan prestasi belajar agama hindu siswa pasraman satya dharma di Gunun...
Efektivitas Konseling Kelompok dengan Teknik Modelling untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMAN 1 Pademawu
Efektivitas Konseling Kelompok dengan Teknik Modelling untuk Meningkatkan Motivasi Belajar Siswa di SMAN 1 Pademawu
Motivasi belajar yang rendah wajar dialami oleh siswa. Ada banyak faktor yang penghambat dalam meningkatkan motivasi belajar siswa. Sehingga dibutuhkan treatment atau perlakuan un...
PENGELOLAAN PROGRAM ULANGAN HARIAN BERSAMA (UHB) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA
PENGELOLAAN PROGRAM ULANGAN HARIAN BERSAMA (UHB) SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA
Penelitian ini bertujuan untuk melihat dampak dari program Ulangan Harian Bersama (UHB) terhadap peningkatan motivasi belajar siswa.Data yang digunakan dalam penelitian ini didapat...
IDENTIFIKASI KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING PENDIDIKAN ISLAM INSTITUT DAARUL QUR’AN JAKARTA
IDENTIFIKASI KEMANDIRIAN BELAJAR MAHASISWA PROGRAM STUDI BIMBINGAN KONSELING PENDIDIKAN ISLAM INSTITUT DAARUL QUR’AN JAKARTA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat kemandirian belajar mahasiswa Prodi Bimbingan Konseling Pendidikan Islam Institut Daarul Quran Jakarta. Populasi penelitian be...
KREATIVITAS KONSELOR DALAM PENGEMBANGAN MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING IMPACT
KREATIVITAS KONSELOR DALAM PENGEMBANGAN MEDIA BIMBINGAN DAN KONSELING IMPACT
Konseling impact merupakan sebuah pendekatan baru dalam bidang konseling. Impact counseling menekankan pada pendekatan multisensori yang melibatkan dimensi verbal, visual, dan kine...
PENGARUH DISIPLIN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN SISWA KELAS XI DI SMK PEMBANGUNAN NASIONAL
PENGARUH DISIPLIN BELAJAR TERHADAP PRESTASI BELAJAR KEWIRAUSAHAAN SISWA KELAS XI DI SMK PEMBANGUNAN NASIONAL
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh disiplin belajar terhadap prestasi belajar pada mata pelajaran Kewirausahaan siswa kelas XI OTKP di SMK Pembangunan Nasional. D...
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
PENGARUH MOTIVASI BELAJAR MATEMATIKA SISWA TERHADAP PRESTASI BELAJAR MATEMATIKA
Motivasi belajar matematika merupakan elemen penting dalam pembelajaran matematika. Motivasi belajar matematika siswa berbeda-beda dalam hal tingkat motivasi dan jenis motivasinya....

