Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

MANAJEMEN PARTISIPATIF DALAM PENGEMBANGAN BUDAYA RELIGIUS PESERTA DIDIK

View through CrossRef
Abstract This study aims to determine the process of participatory management in the development of religious culture in Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Bandung City. This research uses descriptive qualitative method. The type of data collected in this study is qualitative data. The type of data collected in this study is qualitative data. Data collection is done by: a) observation, b) interview, and c) documentation. The results of this study indicate that: 1) The religious culture development program at MIN 2 Bandung, which is the first and most consistent priority, consists of six programs, namely: a) 5S Culture (Smiles, Greetings, Greetings, Polite and Courteous), b) Pray when starting and ending learning, c) Dhuha Prayer, d) Dhuhr Prayer in congregation, e) Tilawah and Tahfidz Al-Qur'an Before learning, f) Infaq every Friday; 2) The implementation or participatory management process in the development of religious culture in MIN 2 Bandung City is indicated by the existence of: a) The existence of participatory leadership, b) The implementation of participatory management indicators, c) The existence of a decision making model, d) The visible implementation of participatory management, e) The existence of participatory management delegation, f) Implementation of delegation procedures, g) Self management team. Keywords: Participatory Management, Religious Culture Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui proses manajemen partisipatif dalam pengembangan budaya religius di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Kota Bandung. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dekriptif. Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan cara: a) observasi, b) wawancara, dan c) dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Program pengembangan budaya religius di MIN 2 Kota Bandung yang menjadi prioritas utama dan konsisten dilaksanakan terdiri atas enam program, yaitu: a) Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan santun), b) Berdoa ketika mengawali dan mengakhiri pembelajaran, c) Shalat Dhuha, d) Shalat Dzuhur berjama’ah, e) Tilawah dan Tahfidz Al-Qur’an Sebelum belajar, f) Infaq setiap hari jum’at; 2) Penerapan atau proses manajemen partisipatif dalam pengembangan budaya religius di MIN 2 Kota Bandung ditunjukan dengan adanya: a) Adanya kepemimpinan partisipatid, b) Dilaksanakannya indikator manajemen partisipatif, c) Adanya model pengambilan keputusan, d) Terlihatnya implementasi manajemen partisipatif, e) Adanya pendelegasian, f) Dilaksanakannya tata cara pendelegasian, g) Self management team. Kata kunci:Manajemen Partisipatif, Budaya Religius
Title: MANAJEMEN PARTISIPATIF DALAM PENGEMBANGAN BUDAYA RELIGIUS PESERTA DIDIK
Description:
Abstract This study aims to determine the process of participatory management in the development of religious culture in Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Bandung City.
This research uses descriptive qualitative method.
The type of data collected in this study is qualitative data.
The type of data collected in this study is qualitative data.
Data collection is done by: a) observation, b) interview, and c) documentation.
The results of this study indicate that: 1) The religious culture development program at MIN 2 Bandung, which is the first and most consistent priority, consists of six programs, namely: a) 5S Culture (Smiles, Greetings, Greetings, Polite and Courteous), b) Pray when starting and ending learning, c) Dhuha Prayer, d) Dhuhr Prayer in congregation, e) Tilawah and Tahfidz Al-Qur'an Before learning, f) Infaq every Friday; 2) The implementation or participatory management process in the development of religious culture in MIN 2 Bandung City is indicated by the existence of: a) The existence of participatory leadership, b) The implementation of participatory management indicators, c) The existence of a decision making model, d) The visible implementation of participatory management, e) The existence of participatory management delegation, f) Implementation of delegation procedures, g) Self management team.
Keywords: Participatory Management, Religious Culture Abstrak Penelitian ini bertujuan mengetahui proses manajemen partisipatif dalam pengembangan budaya religius di Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) 2 Kota Bandung.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dekriptif.
Jenis data yang dikumpulkan dalam penelitian ini adalah data kualitatif.
Pengumpulan data dilakukan dengan cara: a) observasi, b) wawancara, dan c) dokumentasi.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: 1) Program pengembangan budaya religius di MIN 2 Kota Bandung yang menjadi prioritas utama dan konsisten dilaksanakan terdiri atas enam program, yaitu: a) Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, dan santun), b) Berdoa ketika mengawali dan mengakhiri pembelajaran, c) Shalat Dhuha, d) Shalat Dzuhur berjama’ah, e) Tilawah dan Tahfidz Al-Qur’an Sebelum belajar, f) Infaq setiap hari jum’at; 2) Penerapan atau proses manajemen partisipatif dalam pengembangan budaya religius di MIN 2 Kota Bandung ditunjukan dengan adanya: a) Adanya kepemimpinan partisipatid, b) Dilaksanakannya indikator manajemen partisipatif, c) Adanya model pengambilan keputusan, d) Terlihatnya implementasi manajemen partisipatif, e) Adanya pendelegasian, f) Dilaksanakannya tata cara pendelegasian, g) Self management team.
Kata kunci:Manajemen Partisipatif, Budaya Religius.

Related Results

Implementasi Manajemen Peserta Didik di MAS Salafiyah Kabupaten Cirebon
Implementasi Manajemen Peserta Didik di MAS Salafiyah Kabupaten Cirebon
Abstrak – Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana pelaksanaan manajemen peserta didik di MAS Salafiyah untuk mewujudkan visi dan misi sekolah. Penelitian ini m...
PEMETAAN KEBUTUHAN BELAJAR BERDASARKAN GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK
PEMETAAN KEBUTUHAN BELAJAR BERDASARKAN GAYA BELAJAR PESERTA DIDIK
Memetakan gaya belajar peserta didik perlu dilakukan oleh guru. Setiap peserta didik memiliki kelebihan dan kekurangan, serta preferensi bagaimana sebuah informasi diproses berbeda...
IMPLEMENTASI BUDAYA RELIGIUS DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER DISIPLIN PESERTA DIDIK DI SMP NURUL ISLAM PROBOLINGGO
IMPLEMENTASI BUDAYA RELIGIUS DALAM MENGEMBANGKAN KARAKTER DISIPLIN PESERTA DIDIK DI SMP NURUL ISLAM PROBOLINGGO
Penelitian   ini   bertujuan   untuk mengungkap   Implementasi   Budaya   Religius   dalam   Mengembangkan   Karakter Disiplin Peserta Didik di SMP Nurul Islam Probolinggo. P...
Pengembangan Kreatifitas Peserta Didik Melalui Pembelajaran Aktif Tipe Sort Card pada Materi Geografi
Pengembangan Kreatifitas Peserta Didik Melalui Pembelajaran Aktif Tipe Sort Card pada Materi Geografi
This study aims to determine whether learning Geography through active learning type card sort can develop students' creativity in solving Geography problems reaching 75%. The asse...
Implementasi Nilai Luhur Religius pada Peserta Didik SMP di Malang
Implementasi Nilai Luhur Religius pada Peserta Didik SMP di Malang
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan mengimplementasikan nilai-nilai religius pada peserta didik SMP di Malang serta mengevaluasi efektivitas program-program sekolah...
Hubungan Antara Aktivitas Fisik Terhadap Tingkat Kecemasan
Hubungan Antara Aktivitas Fisik Terhadap Tingkat Kecemasan
Dampak dari social distancing yang mengakibatkan mereka harus belajar melalui daring atau dalam jaringan, rata-rata peserta didik ini berumur 14-17 tahun. Penelitian ini bertujuan ...
PERAN GURU SEBAGAI MOTIVATOR UNTUK PESERTA DIDIK
PERAN GURU SEBAGAI MOTIVATOR UNTUK PESERTA DIDIK
Guru merupakan faktor terpenting bagi peserta didik ketika proses pembelajaran berlangsung,karena hasil belajar siswa akan lebih optimal apabila motivasi ditunjukkan langsung kepad...

Back to Top