Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENGARUH KOMBINASI TRANSCUTANEOUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION DAN LATIHAN WILLIAM FLEKSI TERHADAP NYERI LOW BACK PAIN MYOGENIK

View through CrossRef
Pendahuluan : Low Back Pain Myogenik adalah rasa tidak nyaman di daerah sekitar punggung bawah dikarenakan kelemahan otot dan ketidakseimbangan otot-otot punggung yang ditandai dengan adanya ketegangan otot, kelemahan abdominal dan multifidus. Penanganan fisioterapi menggunakan kombinasi Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan latihan William Fleksi untuk mengurangi nyeri pada pasien low back pain myogenik. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan latihan William Fleksi terhadap nyeri low back pain myogenik. Metodologi : Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan one grup pretest-posttest design. Populasi penelitian ini sebanyak 50 responden nyeri pinggang bawah dengan sampel 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi di RSUI Orpeha Tulungagung pada bulan Juli-Agustus 2023. Penelitian ini  menggunakan teknik purposive sampling. Nyeri low back pain myogenik diukur menggunakan skala Numerical Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah dilakukan intervensi, yaitu : pemberian Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), kemudian dilanjutkan gerakan latihan William Fleksi berupa pelvic tilting, single knee to chest, double knee to chest, partial sit up, hamstring stretch setiap seminggu 3 kali selama 4 minggu. Penelitian ini menggunakan uji normalitas shapiro-wilk test dan uji hipotesis wilcoxon. Hasil : Pada penelitian ini didapatkan hasil nilai pre treatment 3; nilai post treatment 4;  dan nilai p = 0,00 < 0,05. Kesimpulan : Maka dapat disimpulkan bahwa pemberian kombinasi Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan latihan William Fleksi efektif menurunkan nyeri pada pasien low back pain myogenik.
Title: PENGARUH KOMBINASI TRANSCUTANEOUS ELECTRICAL NERVE STIMULATION DAN LATIHAN WILLIAM FLEKSI TERHADAP NYERI LOW BACK PAIN MYOGENIK
Description:
Pendahuluan : Low Back Pain Myogenik adalah rasa tidak nyaman di daerah sekitar punggung bawah dikarenakan kelemahan otot dan ketidakseimbangan otot-otot punggung yang ditandai dengan adanya ketegangan otot, kelemahan abdominal dan multifidus.
Penanganan fisioterapi menggunakan kombinasi Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan latihan William Fleksi untuk mengurangi nyeri pada pasien low back pain myogenik.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh kombinasi Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan latihan William Fleksi terhadap nyeri low back pain myogenik.
Metodologi : Penelitian ini menggunakan quasi eksperimen dengan rancangan one grup pretest-posttest design.
Populasi penelitian ini sebanyak 50 responden nyeri pinggang bawah dengan sampel 30 responden yang memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi di RSUI Orpeha Tulungagung pada bulan Juli-Agustus 2023.
Penelitian ini  menggunakan teknik purposive sampling.
Nyeri low back pain myogenik diukur menggunakan skala Numerical Rating Scale (NRS) sebelum dan sesudah dilakukan intervensi, yaitu : pemberian Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS), kemudian dilanjutkan gerakan latihan William Fleksi berupa pelvic tilting, single knee to chest, double knee to chest, partial sit up, hamstring stretch setiap seminggu 3 kali selama 4 minggu.
Penelitian ini menggunakan uji normalitas shapiro-wilk test dan uji hipotesis wilcoxon.
Hasil : Pada penelitian ini didapatkan hasil nilai pre treatment 3; nilai post treatment 4;  dan nilai p = 0,00 < 0,05.
Kesimpulan : Maka dapat disimpulkan bahwa pemberian kombinasi Transcutaneous Electrical Nerve Stimulation (TENS) dan latihan William Fleksi efektif menurunkan nyeri pada pasien low back pain myogenik.

Related Results

Differential Diagnosis of Neurogenic Thoracic Outlet Syndrome: A Review
Differential Diagnosis of Neurogenic Thoracic Outlet Syndrome: A Review
Abstract Thoracic outlet syndrome (TOS) is a complex and often overlooked condition caused by the compression of neurovascular structures as they pass through the thoracic outlet. ...
STUDI DESKRIPTIF TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PENANGANAN NYERI
STUDI DESKRIPTIF TINGKAT PENGETAHUAN IBU TENTANG PENANGANAN NYERI
Abstrak  Pendahuluan.Nyeri adalah rasa tidak nyaman yang dirasakan oleh individu yang sifatnya sangat subyektif, yang dapat mempengaruhi pikiran dan mengubah kehidupan. Juml...
EPD Electronic Pathogen Detection v1
EPD Electronic Pathogen Detection v1
Electronic pathogen detection (EPD) is a non - invasive, rapid, affordable, point- of- care test, for Covid 19 resulting from infection with SARS-CoV-2 virus. EPD scanning techno...
Pengaruh Nyeri Kronik dalam Penurunan Fungsi kognitif
Pengaruh Nyeri Kronik dalam Penurunan Fungsi kognitif
Nyeri merupakan gejala yang sering dikeluhkan masyarakat, Di Indonesia sendiri nyeri kronik adalah alasan paling umum pasien untuk berkunjung ke klinik rawat jalan. Nyeri kronik me...
Phrenic Nerve Block for Management of Post-Thoracic Outlet Decompression Cough: A Case Report and Literature Review
Phrenic Nerve Block for Management of Post-Thoracic Outlet Decompression Cough: A Case Report and Literature Review
Abstract Introduction Thoracic outlet syndrome is a group of disorders arising from compressive forces on the neurovascular bundle in that region due to different etiologies. This...
Efektivitas Kombinasi Masasse Effluerage dan Deep Back Masasse Terhadap Penurunan Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif
Efektivitas Kombinasi Masasse Effluerage dan Deep Back Masasse Terhadap Penurunan Nyeri Persalinan Kala I Fase Aktif
Latar Belakang : .Menjelang persalinan, ibu hamil akan merasakan nyeri akibat kontraksi rahim yang semakin lama semakin kuat. Sebagian ibu ada yang bisa tahan dengan nyeri persalin...

Back to Top