Javascript must be enabled to continue!
Potensi Antioksidan Biji Pepaya terhadap Parameter Oksidatif Jantung pada Tikus Jantan Model Diet Tinggi Lemak
View through CrossRef
An imbalance between the body's antioxidant system capacity and free radical production can lead to oxidative stress, which ultimately causes the lipid peroxidation process. This phenomenon is commonly identified by increased superoxide dismutase (SOD) activity and reduced malondialdehyde (MDA) concentrations. The objective of this study was to assess the efficacy of ethanolic papaya seed (Carica papaya L.) extract in modulating SOD and MDA levels in the heart tissue of male Sprague-Dawley rats subjected to a high-fat diet over 17 days. A total of 30 rats were used and allocated into six groups: a positive control (K+), a negative control (K−), a standard control (KN), and three treatment arms receiving oral doses of 150 mg/kgBW (P1), 250 mg/kgBW (P2), and 350 mg/kgBW (P3). The extraction process employed 70% ethanol through maceration. The lowest MDA average was recorded in the P3 group (3.50±1.65), whereas the K-group exhibited the highest level (24.45±4.71). In terms of SOD, the K+ group had the highest mean (65.46±5.93), and the K− group the lowest (36.34±7.57). Statistical analysis using Tukey’s test showed that administration of 350 mg/kg body weight extract yielded results closely resembling those of the positive control. However, the observed differences did not reach statistical significance (p > 0.05). The conclusion is that administration of papaya seed extract at a dose of 350 mg/kgBW has the potential to reduce MDA levels and increase SOD levels, with effects similar to positive controls.
ABSTRAK
Tidak seimbangnya antara kapasitas sistem antioksidan tubuh dan produksi radikal bebas dapat mengakibatkan kearah stres oksidatif, yang pada akhirnya menyebabkan proses peroksidasi lipid. Keadaan ini ditandai oleh aktivitas enzim superoxide dismutase (SOD) yang meningkat dan konsentrasi malondialdehida (MDA) yang menurun. Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi ekstrak etanol biji pepaya (Carica papaya L.) dalam memodulasi kadar SOD dan MDA pada jaringan jantung tikus jantan galur Sprague Dawley yang diberi diet tinggi lemak pada rentang waktu 17 hari. Penelitian ini memakai desain eksperimental dengan melibatkan 30 ekor tikus, yang dikelompokkan menjadi enam: kelompok kontrol positif (K+), kontrol negatif (K−), kontrol normal (KN), serta tiga kelompok perlakuan dengan dosis bertingkat yaitu 150 mg/kgBB (P1), 250 mg/kgBB (P2), dan 350 mg/kgBB (P3). Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%. Hasil analisis menyatakan bahwa kadar MDA terendah ditemukan pada kelompok P3 (3,50±1,65), sedangkan kadar tertinggi terdapat pada kelompok K− (24,45±4,71). Sebaliknya, kadar SOD tertinggi dicatat pada kelompok K+ (65,46±5,93) dan terendah pada kelompok K− (36,34±7,57). Berdasarkan uji lanjut Tukey, pemberian ekstrak biji pepaya dosis 350 mg/kgBB (P3) memberikan hasil yang secara statistik mendekati kelompok kontrol positif, meskipun belum menyatakan perbedaan bermakna (p > 0,05). Kesimpulannya adalah pemberian ekstrak biji pepaya dosis 350 mg/kgBB memiliki potensi pada penurunan kadar MDA dan meningkatkan kadar SOD, dengan efek yang menyerupai kontrol positif.
Title: Potensi Antioksidan Biji Pepaya terhadap Parameter Oksidatif Jantung pada Tikus Jantan Model Diet Tinggi Lemak
Description:
An imbalance between the body's antioxidant system capacity and free radical production can lead to oxidative stress, which ultimately causes the lipid peroxidation process.
This phenomenon is commonly identified by increased superoxide dismutase (SOD) activity and reduced malondialdehyde (MDA) concentrations.
The objective of this study was to assess the efficacy of ethanolic papaya seed (Carica papaya L.
) extract in modulating SOD and MDA levels in the heart tissue of male Sprague-Dawley rats subjected to a high-fat diet over 17 days.
A total of 30 rats were used and allocated into six groups: a positive control (K+), a negative control (K−), a standard control (KN), and three treatment arms receiving oral doses of 150 mg/kgBW (P1), 250 mg/kgBW (P2), and 350 mg/kgBW (P3).
The extraction process employed 70% ethanol through maceration.
The lowest MDA average was recorded in the P3 group (3.
50±1.
65), whereas the K-group exhibited the highest level (24.
45±4.
71).
In terms of SOD, the K+ group had the highest mean (65.
46±5.
93), and the K− group the lowest (36.
34±7.
57).
Statistical analysis using Tukey’s test showed that administration of 350 mg/kg body weight extract yielded results closely resembling those of the positive control.
However, the observed differences did not reach statistical significance (p > 0.
05).
The conclusion is that administration of papaya seed extract at a dose of 350 mg/kgBW has the potential to reduce MDA levels and increase SOD levels, with effects similar to positive controls.
ABSTRAK
Tidak seimbangnya antara kapasitas sistem antioksidan tubuh dan produksi radikal bebas dapat mengakibatkan kearah stres oksidatif, yang pada akhirnya menyebabkan proses peroksidasi lipid.
Keadaan ini ditandai oleh aktivitas enzim superoxide dismutase (SOD) yang meningkat dan konsentrasi malondialdehida (MDA) yang menurun.
Penelitian ini bertujuan mengevaluasi potensi ekstrak etanol biji pepaya (Carica papaya L.
) dalam memodulasi kadar SOD dan MDA pada jaringan jantung tikus jantan galur Sprague Dawley yang diberi diet tinggi lemak pada rentang waktu 17 hari.
Penelitian ini memakai desain eksperimental dengan melibatkan 30 ekor tikus, yang dikelompokkan menjadi enam: kelompok kontrol positif (K+), kontrol negatif (K−), kontrol normal (KN), serta tiga kelompok perlakuan dengan dosis bertingkat yaitu 150 mg/kgBB (P1), 250 mg/kgBB (P2), dan 350 mg/kgBB (P3).
Ekstrak diperoleh melalui metode maserasi menggunakan pelarut etanol 70%.
Hasil analisis menyatakan bahwa kadar MDA terendah ditemukan pada kelompok P3 (3,50±1,65), sedangkan kadar tertinggi terdapat pada kelompok K− (24,45±4,71).
Sebaliknya, kadar SOD tertinggi dicatat pada kelompok K+ (65,46±5,93) dan terendah pada kelompok K− (36,34±7,57).
Berdasarkan uji lanjut Tukey, pemberian ekstrak biji pepaya dosis 350 mg/kgBB (P3) memberikan hasil yang secara statistik mendekati kelompok kontrol positif, meskipun belum menyatakan perbedaan bermakna (p > 0,05).
Kesimpulannya adalah pemberian ekstrak biji pepaya dosis 350 mg/kgBB memiliki potensi pada penurunan kadar MDA dan meningkatkan kadar SOD, dengan efek yang menyerupai kontrol positif.
Related Results
Inovasi Produk Biji Pepaya Menjadi Serbuk Biji Pepaya
Inovasi Produk Biji Pepaya Menjadi Serbuk Biji Pepaya
Penduduk Desa Umbulsari terkenal sebagai petani pepaya. Pepaya merupakan salah satu buah yang bisa dibeli dengan harga murah. Karena melimpahnya buah pepaya di Umbulsari maka diben...
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUNGA PEPAYA (Carica papaya L) TERHADAP KADAR HIGH DENSITY LIPOPROTEIN (HDL) DAN LOW DENSITY LIPOPROTEIN (LDL) DARAH TIKUS (Rattus norvegicus) GALUR Sprague dawley JANTAN YANG DIBERI DIET TINGGI LEMAK
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK BUNGA PEPAYA (Carica papaya L) TERHADAP KADAR HIGH DENSITY LIPOPROTEIN (HDL) DAN LOW DENSITY LIPOPROTEIN (LDL) DARAH TIKUS (Rattus norvegicus) GALUR Sprague dawley JANTAN YANG DIBERI DIET TINGGI LEMAK
Hiperlipidemia merupakan suatu keadaan patologis akibat kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan fraksi lipid di dalam darah. Bunga pepaya mengandung senyawa yan...
Hypertension Efek Bisoprolol Terhadap Penurunan Tekanan Arteri Rata-rata dan Laju jantung Pada Tikus Putih Jantan Hipertensi Dan Hipertensi komplikasi Hiperkolesterolemia
Hypertension Efek Bisoprolol Terhadap Penurunan Tekanan Arteri Rata-rata dan Laju jantung Pada Tikus Putih Jantan Hipertensi Dan Hipertensi komplikasi Hiperkolesterolemia
Hipertensi merupakan penyakit kardiovaskular yang banyak terjadi di Indonesia. Hal ini merupakan masalah kesehatan dengan prevalensi yang tinggi, yaitu sebesar 25,8 %, sesuai denga...
Efek Teripang Terung (Phyllophorus Sp.) Terhadap Kadar HDL Dan LDL Tikus Dengan Diet Tinggi Lemak
Efek Teripang Terung (Phyllophorus Sp.) Terhadap Kadar HDL Dan LDL Tikus Dengan Diet Tinggi Lemak
Kolesterol dibagi menjadi dua bentuk berbeda, termasuk HDL (high-density lipoprotein, juga disebut sebagai "lemak baik". LDL (low-density lipoprotein), kadang-kadang dikenal sebaga...
Penambahan Tepung Daun Pepaya (Carica papaya L) pada Ransum Terhadap Performa Ayam Kampung Super
Penambahan Tepung Daun Pepaya (Carica papaya L) pada Ransum Terhadap Performa Ayam Kampung Super
ABSTRAK
Pengaruh positif dari pemberian daun pepaya adalah ternak lebih sehat terutama ternak ayam kampung. Pemberian daun pepaya mulai dari fase starter dapat ...
PENGARUH ANTIHISTAMIN TABAT BARITO (FICUS DELTOIDEA) PADA Rattus novergicus YANG DIINDUKSI OVALBUMIN
PENGARUH ANTIHISTAMIN TABAT BARITO (FICUS DELTOIDEA) PADA Rattus novergicus YANG DIINDUKSI OVALBUMIN
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek pemberuai Ekstrak Tabat Barito (Ficus deltoidea) (FD) dengan melihat perubahan Eosinofil dan C-Reactif Protein (CRP) dan peran ekstra...
FORMULASI SEDIAAN GEL ANTIJERAWAT EKSTRAK ETANOL BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) SERTA UJI AKTIVITASNYA TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus
FORMULASI SEDIAAN GEL ANTIJERAWAT EKSTRAK ETANOL BIJI PEPAYA (Carica papaya L.) SERTA UJI AKTIVITASNYA TERHADAP BAKTERI Staphylococcus aureus
Jerawat adalah kelainan kulit yang disebabkan oleh produksi sebum berlebihan, yang mengakibatkan peningkatan jumlah bakteri yang mengakibatkan jerawat semacam Staphylococcus aureus...
Efek Gastroprotektif Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L.) pada Tikus Jantan yang Diinduksi Aspirin
Efek Gastroprotektif Ekstrak Etanol Daun Pepaya (Carica papaya L.) pada Tikus Jantan yang Diinduksi Aspirin
Obat antiinflamasi non steroid (AINS), terutama yang dapat diperoleh tanpa resep, telah banyak digunakan oleh masyarakat untuk meredakan rasa sakit dan gejala inflamasi pada penyak...

