Javascript must be enabled to continue!
KEBIJAKAN TRANSPLANTASI GINJAL DI INDONESIA
View through CrossRef
Within the last few years there have been an increasing number of patients with end stage renal desease (ESRD). But the increase is not offset by the amount of the maximum service ESRD therapy. Compared with countries in the world, a renal transplant in Indonesia is still far behind. One of the hurdles is still weak due to regulatory support renal transplant in Indonesia. This article aims to look at the policy issues become an obstacle in the implementation of a renal transplant in Indonesia. This paper uses methods of regulatory reviews and articles related to a renal transplant. The analysis shows that the legal basis for a renal transplant in the form of existing legislation. However, the absence of specific regulations for a renal transplant and the decease donor in the form of technical instructions and guidelines for implementation rules became one of the obstacles in the development of renal transplantation in Indonesia. Renal transplants are covered by government funding, but still found gaps allocation of the amount of financing required a renal transplant so that implementation of clinical pathways on budgetary renal transplant is needed.
ABSTRAK
Dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan ini telah terjadi peningkatan jumlah penderita penyakit ginjal kronis (PGK) stadium akhir di Indonesia. Namun meningkatnya jumlah tersebut belum diimbangi dengan pelayanan yang maksimal terhadap terapi PGK stadium akhir. Dibandingkan dengan negara di dunia, transplantasi ginjal di Indonesia masih jauh tertinggal. Salah satu hambatannya adalah disebabkan masih lemahnya dukungan regulasi transplantasi ginjal di Indonesia. Tulisan ini bertujuan untuk melihat permasalahan kebijakan yang menjadi kendala dalam pelaksanaan transplantasi ginjal di Indonesia. Tulisan ini menggunakan metode review peraturan dan artikel terkait transplantasi ginjal. Hasil analisa menunjukkan bahwa payung hukum terhadap transplantasi ginjal dalam bentuk perundang-undangan sudah ada. Namun, belum adanya peraturan spesifik terhadap transplantasi ginjal dan donor jenazah dalam bentuk petunjuk teknis dan pedoman peraturan pelaksanaannya menjadi salah satu kendala dalam pengembangan transplantasi ginjal di Indonesia. Transplantasi ginjal sudah ditanggung pembiayaannya oleh pemerintah, namun masih ditemukan kesenjangan alokasi besaran pembiayaan transplantasi ginjal sehingga diperlukan penerapan clinical pathways transplantasi ginjal pada penyusunan anggaran transplantasi ginjal.
Title: KEBIJAKAN TRANSPLANTASI GINJAL DI INDONESIA
Description:
Within the last few years there have been an increasing number of patients with end stage renal desease (ESRD).
But the increase is not offset by the amount of the maximum service ESRD therapy.
Compared with countries in the world, a renal transplant in Indonesia is still far behind.
One of the hurdles is still weak due to regulatory support renal transplant in Indonesia.
This article aims to look at the policy issues become an obstacle in the implementation of a renal transplant in Indonesia.
This paper uses methods of regulatory reviews and articles related to a renal transplant.
The analysis shows that the legal basis for a renal transplant in the form of existing legislation.
However, the absence of specific regulations for a renal transplant and the decease donor in the form of technical instructions and guidelines for implementation rules became one of the obstacles in the development of renal transplantation in Indonesia.
Renal transplants are covered by government funding, but still found gaps allocation of the amount of financing required a renal transplant so that implementation of clinical pathways on budgetary renal transplant is needed.
ABSTRAK
Dalam kurun waktu beberapa tahun belakangan ini telah terjadi peningkatan jumlah penderita penyakit ginjal kronis (PGK) stadium akhir di Indonesia.
Namun meningkatnya jumlah tersebut belum diimbangi dengan pelayanan yang maksimal terhadap terapi PGK stadium akhir.
Dibandingkan dengan negara di dunia, transplantasi ginjal di Indonesia masih jauh tertinggal.
Salah satu hambatannya adalah disebabkan masih lemahnya dukungan regulasi transplantasi ginjal di Indonesia.
Tulisan ini bertujuan untuk melihat permasalahan kebijakan yang menjadi kendala dalam pelaksanaan transplantasi ginjal di Indonesia.
Tulisan ini menggunakan metode review peraturan dan artikel terkait transplantasi ginjal.
Hasil analisa menunjukkan bahwa payung hukum terhadap transplantasi ginjal dalam bentuk perundang-undangan sudah ada.
Namun, belum adanya peraturan spesifik terhadap transplantasi ginjal dan donor jenazah dalam bentuk petunjuk teknis dan pedoman peraturan pelaksanaannya menjadi salah satu kendala dalam pengembangan transplantasi ginjal di Indonesia.
Transplantasi ginjal sudah ditanggung pembiayaannya oleh pemerintah, namun masih ditemukan kesenjangan alokasi besaran pembiayaan transplantasi ginjal sehingga diperlukan penerapan clinical pathways transplantasi ginjal pada penyusunan anggaran transplantasi ginjal.
Related Results
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT BATU GINJAL MENGGUNAKAN TEOREMA BAYES
SISTEM PAKAR DIAGNOSA PENYAKIT BATU GINJAL MENGGUNAKAN TEOREMA BAYES
Batu ginjal (renal lithiasis) adalah penyakit yang berasal dari gumpalan kecil dan keras yang terbentuk di dalam ginjal. Batu ginjal dapat disebabkan oleh berbagai hal. Pada skenar...
Uji Efek Protektif Jus Buah Tomat (Solanum Lycopersicum L.) Terhadap Fungsi Ginjal Tikus Yang Diinduksi Parasetamol
Uji Efek Protektif Jus Buah Tomat (Solanum Lycopersicum L.) Terhadap Fungsi Ginjal Tikus Yang Diinduksi Parasetamol
Parasetamol dosis berlebih dapat menyebabkan nefrotoksisitas akibat akumulasi NAPQI dan stres oksidatif, yang merusak tubulus proksimal ginjal. Tomat (Solanum lycopersicum L.), kay...
Sindrom Hepatorenal pada Anak
Sindrom Hepatorenal pada Anak
Abstrak Latar belakang:Sindrom hepatorenal (SHR) merupakan suatu keadaan dimana terjadinya gangguan fungsi ginjal pada pasien sirosis hepatis tahap lanjut. Sindrom ini mempunyai ka...
Penyakit Ginjal Kronis pada Kehamilan
Penyakit Ginjal Kronis pada Kehamilan
Penyakit ginjal kronis dini secara klinis sering tidak dapat terdeteksi sampai gangguan ginjal lanjut terjadi. Kehamilan sebenarnya jarang terjadi pada seseorang dengan penyakit gi...
Hukum Fiqih tentang Transplantasi Organ: Perspektif Maqashid Syariah
Hukum Fiqih tentang Transplantasi Organ: Perspektif Maqashid Syariah
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan untuk memahami hukum fiqih terkait transplantasi organ yang semakin relevan dalam konteks medis modern. Tujuan utama penelitian ini a...
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL RAMBUT JAGUNG (Zea mays) TERHADAP GANGGUAN FUNGSI GINJAL TIKUS PUTIH JANTAN
PENGARUH PEMBERIAN EKSTRAK ETANOL RAMBUT JAGUNG (Zea mays) TERHADAP GANGGUAN FUNGSI GINJAL TIKUS PUTIH JANTAN
ABSTRAK
Bangsa Indonesia telah banyak mengenal dan memanfaatkan tumbuhan alam sebagai salah satu upaya untuk menanggulangi masalah kesehatan. Salah satunya adalah rambut jagung...
Uji Toksisitas Subkronis Ekstrak Etanol Daun Pucuk Merah (Syzygium Myrtifolium Walp.) Terhadap Fungsi Hati Dan Ginjal
Uji Toksisitas Subkronis Ekstrak Etanol Daun Pucuk Merah (Syzygium Myrtifolium Walp.) Terhadap Fungsi Hati Dan Ginjal
Untuk pengembangan obat bahan alam dari ekstrak etanol daun pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp) harus dilakukan serangkaian uji keamanan secara praklinik agar diketahui keamana...
Sharia Monetary Policy Instruments in Indonesia
Sharia Monetary Policy Instruments in Indonesia
In Islamic monetary policy, there is no known interest system. The instruments used in Islamic monetary policy are also different from monetary policy in general because they are n...

