Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

ANALISIS KEBUTUHAN ANGKUTAN UMUM DI KECAMATAN BLAMBANGAN UMPU KABUPATEN WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG

View through CrossRef
Daerah Way Kanan salah Satu kabupaten yang ada di provinsi Lampung Diketahui bahwa pentingnya sarana transportasi dalam perkembangan dunia bersifat multidimensi dan kompleks, sebagai contoh salah satu fungsi transportasi adalah menghubungkan tempat kediaman dengan tempat bekerja atau para pembuat barang dengan pelanggannya (Khisty, 2005). Data primer adalah data yang didapat dari pengamatan di lokasi penelitian. Data sekunder adalah data tambahan yang di dapat dari instansi instansi tertentu yaitu BPS dan Dinas perhubungan kabupaten Way Kanan. Penelitian ini di laksanakan di daerah kecamatan Blambangan Umpu, kabupaten Way Kanan, provinsi Lampung.Standar yang dipakai dalam perhitungan analisis demand pada penelitian ini adalah Pedoman Teknis Penyelenggraan Angkutan Penumpang Umum di Wilayah Perkotaan dalam Trayek Tetap dan Teratur oleh Departemen Perhubungan Tahun 2002. Setelah analisis perbandingan selesai, dilanjutkan dengan analisis demand yang di awali dengan Data hasil perhitungan didapatkan prediksi jumlah penduduk di kecamatan Blambangan Umpu pada tahun 2025 sejumlah 71.706 jiwa. perhitungan terhadap kebutuhan jumlah terlayani angkutan umum yaitu -603 belum memenuhi kriteria. Jadi kebutuhan jumlah terlayani angkutan umum masih belum dibutuhkan di Kecamatan Blambangan Umpu untuk lima tahun kedepan Berdasarkan hasil analisis angkutan umum kota di kecamata Blambangan Umpu dan demand perencanaan trayek angkutan umum pada daerah penelitian didapatkan kesimpulannuhi standar yang di tetapkan. Pada daerah penelitian didapatkan penduduk yang berpotensi melakukan perjalanan, dan kebutuhan armada angkutan umum di kecamatan Blambangan Umpu yaitu -12.489, jadi dapat disumpulkan bahwa di kecamatan Blambangan Umpu untuk lima tahun ke depan tidak membutuhkan angkutan umum kota.
Title: ANALISIS KEBUTUHAN ANGKUTAN UMUM DI KECAMATAN BLAMBANGAN UMPU KABUPATEN WAY KANAN PROVINSI LAMPUNG
Description:
Daerah Way Kanan salah Satu kabupaten yang ada di provinsi Lampung Diketahui bahwa pentingnya sarana transportasi dalam perkembangan dunia bersifat multidimensi dan kompleks, sebagai contoh salah satu fungsi transportasi adalah menghubungkan tempat kediaman dengan tempat bekerja atau para pembuat barang dengan pelanggannya (Khisty, 2005).
Data primer adalah data yang didapat dari pengamatan di lokasi penelitian.
Data sekunder adalah data tambahan yang di dapat dari instansi instansi tertentu yaitu BPS dan Dinas perhubungan kabupaten Way Kanan.
Penelitian ini di laksanakan di daerah kecamatan Blambangan Umpu, kabupaten Way Kanan, provinsi Lampung.
Standar yang dipakai dalam perhitungan analisis demand pada penelitian ini adalah Pedoman Teknis Penyelenggraan Angkutan Penumpang Umum di Wilayah Perkotaan dalam Trayek Tetap dan Teratur oleh Departemen Perhubungan Tahun 2002.
Setelah analisis perbandingan selesai, dilanjutkan dengan analisis demand yang di awali dengan Data hasil perhitungan didapatkan prediksi jumlah penduduk di kecamatan Blambangan Umpu pada tahun 2025 sejumlah 71.
706 jiwa.
perhitungan terhadap kebutuhan jumlah terlayani angkutan umum yaitu -603 belum memenuhi kriteria.
Jadi kebutuhan jumlah terlayani angkutan umum masih belum dibutuhkan di Kecamatan Blambangan Umpu untuk lima tahun kedepan Berdasarkan hasil analisis angkutan umum kota di kecamata Blambangan Umpu dan demand perencanaan trayek angkutan umum pada daerah penelitian didapatkan kesimpulannuhi standar yang di tetapkan.
Pada daerah penelitian didapatkan penduduk yang berpotensi melakukan perjalanan, dan kebutuhan armada angkutan umum di kecamatan Blambangan Umpu yaitu -12.
489, jadi dapat disumpulkan bahwa di kecamatan Blambangan Umpu untuk lima tahun ke depan tidak membutuhkan angkutan umum kota.

Related Results

PERENCANAAN JARINGAN TRAYEK ANGKUTAN UMUM PERDESAAN WAY KANAN MELALUI RUTE BARADATU - WAY TUBA
PERENCANAAN JARINGAN TRAYEK ANGKUTAN UMUM PERDESAAN WAY KANAN MELALUI RUTE BARADATU - WAY TUBA
Untuk mendukung kelancaran berbagai aktivitas dan mobilitas penduduk di kabupaten Way Kanan, diperlukan angkutan umum yang mencukupi. Membantu mobilisasi penduduk dengan pelayanan ...
PENGARUH ANGKUTAN UMUM ONLINE TERHADAP ANGKUTAN UMUM KONVENSIONAL (STUDI KASUS ANGKUTAN ADL DAN MAXIM DI KOTA MALANG)
PENGARUH ANGKUTAN UMUM ONLINE TERHADAP ANGKUTAN UMUM KONVENSIONAL (STUDI KASUS ANGKUTAN ADL DAN MAXIM DI KOTA MALANG)
Munculnya transportasi berbasis online menimbulkan aksi demonstrasi besar diwilayah jawa timur salah satunya dikota Malang,aksi dilakukan oleh para pengemudi angkutan konvensional ...
IDENTIFICATION AND CHARACTERISTICS OF URBAN TRANSPORT NEEDS KRAKSAAN IN PROBOLINGGO DISTRICT
IDENTIFICATION AND CHARACTERISTICS OF URBAN TRANSPORT NEEDS KRAKSAAN IN PROBOLINGGO DISTRICT
Angkutan umum perkotaan merupakan bagian dari sistem transportasi perkotaan yang memegang peranan sangat penting dalam mendukung mobilitas masyarakat. Peranan tersebut menjadikan a...
ANALISIS TARIF ANGKUTAN UMUM BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) (TRAYEK CIANJUR-CIPANAS)
ANALISIS TARIF ANGKUTAN UMUM BIAYA OPERASIONAL KENDARAAN (BOK) (TRAYEK CIANJUR-CIPANAS)
Perkembangan transportasi di Indonesia saat ini sangat pesat. Hal ini dikarenakan perkembangan teknologi dan taraf hidup masyarakat yang semakin meningkat, peningkatan ini dipicu k...
BLAMBANGAN PEOPLE'S RESISTANCE TO VOC YEAR 1767-1773
BLAMBANGAN PEOPLE'S RESISTANCE TO VOC YEAR 1767-1773
This research is motivated to find out the extent of Blambangan people's struggle in dealing with voc using a qualitative research approach to the study of literature and interview...
ANALISIS FUNGSI PENGAWASAN UJI BERKALA OLEH DINAS PERHUBUNGAN KOTA BATAM TERHADAP ANGKUTAN KOTA
ANALISIS FUNGSI PENGAWASAN UJI BERKALA OLEH DINAS PERHUBUNGAN KOTA BATAM TERHADAP ANGKUTAN KOTA
Dalam rangka penertiban angkutan umum, sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 Pasal 5 ayat 2 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan menjelaskan bahwa “Pembina...
STUDI PREFERENSI TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN KUALITAS PELAYANAN ANGKUTAN UMUM
STUDI PREFERENSI TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERDASARKAN KUALITAS PELAYANAN ANGKUTAN UMUM
Salah satu faktor penyebab kemacetan yakni pertambahan jumlah kendaraan yang tidak sebanding denganpertambahan volume jalan. Pada masa sekarang ini umumnya masyarakat lebih memilih...
STUDI PREFERENCE TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERBASIS BIAYA PERJALANAN DAN WAKTU PERJALANAN
STUDI PREFERENCE TRANSFORMASI MODA ANGKUTAN PRIBADI BERBASIS BIAYA PERJALANAN DAN WAKTU PERJALANAN
Salah satu faktor penyebab kemacetan yakni pertambahan jumlah kendaraan yang tidak sebanding dengan pertambahan volume jalan. Pada masa sekarang ini umumnya masyarakat lebih memili...

Back to Top