Javascript must be enabled to continue!
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KERAJINAN HATA OLEH DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN DI DESA BOJONG KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN
View through CrossRef
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yang menunjukkan bahwa strategi pengembangan usaha kerajinan hata oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan di Desa Bojong Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran belum berperan secara optimal. Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut untuk mengetahui strategi pengembangan usaha kerajinan hata oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis. Informan sebanyak 7 orang. Teknik pengumpulan data adalah studi kepustakaan, studi lapangan (observasi dan wawancara) dan dokumentasi. Penulis mengunakan teknik analisis data kualitatif melalui pengolahan data hasil wawancara dan observasi untuk ditarik kesimpulan sehingga dapat menjawab permasalahan dalam penelitian. Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa : strategi pengembangan usaha kerajinan hata oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan belum optimal hal ini dikarenakan kurangnya Dinas Pariwisata dalam memperhatikan empat tingkatan strategi dalam mengembangkan usaha kerajinan hata sehingga masih banyak pengrajin hata yang kesulitan dalam memperoleh bantuan permodalan karena sulitnya mengakses perbankan untuk menambah modalnya selain itu pengrajin hata masih kesulitan dalam memasarkan kerajinannya karena tidak memiliki pasar yang jelas serta kurangnya hasil kerajinannya dapat bersaing di pasaran karena memang selain tidak memiliki merek dagang juga kurang dikenal dipasaran karena kurang dipromosikan. Begitupula dengan hasil observasi yang dilakukan diketahui bahwa kerajinan yang dihasilkan oleh pengrajin kurang dikenal di masyarakat selain itu kurang ditunjang dengan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan usaha. Permasalahan lain yang menyebabkan kerajinan hata kurang berkembang disebabkan oleh kurangnya pemahaman pengrajin hata tentang pentingnya izin usaha. Oleh karena itu maka perlunya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran untuk melakukan berbagai strategi dalam mengembangkan kerajinan hata di Pangandaran mengingat potensi wilayah yang cukup baik untuk dapat mengembangkan kerajinan hata karena dari segi bahan baku melimpah dan mudah didapat serta sebagai salah satu tujuan wisata maka kerajinan hata dapat dijadikan ciri khas Kabupaten Pangandaran. Oleh karena itu maka Dinas Pariwisata dan Kebudayaan perlu melakukan kerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Pangandaran untuk mengembangkan pengrajin hata sehingga kegiatan usahanya lebih berkembang.
Universitas Galuh Ciamis
Title: STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA KERAJINAN HATA OLEH DINAS PARIWISATA DAN KEBUDAYAAN DI DESA BOJONG KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN
Description:
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh adanya permasalahan yang menunjukkan bahwa strategi pengembangan usaha kerajinan hata oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan di Desa Bojong Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran belum berperan secara optimal.
Adapun tujuan penelitian ini adalah sebagai berikut untuk mengetahui strategi pengembangan usaha kerajinan hata oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analisis.
Informan sebanyak 7 orang.
Teknik pengumpulan data adalah studi kepustakaan, studi lapangan (observasi dan wawancara) dan dokumentasi.
Penulis mengunakan teknik analisis data kualitatif melalui pengolahan data hasil wawancara dan observasi untuk ditarik kesimpulan sehingga dapat menjawab permasalahan dalam penelitian.
Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa : strategi pengembangan usaha kerajinan hata oleh Dinas Pariwisata dan Kebudayaan belum optimal hal ini dikarenakan kurangnya Dinas Pariwisata dalam memperhatikan empat tingkatan strategi dalam mengembangkan usaha kerajinan hata sehingga masih banyak pengrajin hata yang kesulitan dalam memperoleh bantuan permodalan karena sulitnya mengakses perbankan untuk menambah modalnya selain itu pengrajin hata masih kesulitan dalam memasarkan kerajinannya karena tidak memiliki pasar yang jelas serta kurangnya hasil kerajinannya dapat bersaing di pasaran karena memang selain tidak memiliki merek dagang juga kurang dikenal dipasaran karena kurang dipromosikan.
Begitupula dengan hasil observasi yang dilakukan diketahui bahwa kerajinan yang dihasilkan oleh pengrajin kurang dikenal di masyarakat selain itu kurang ditunjang dengan sarana dan prasarana yang mendukung kegiatan usaha.
Permasalahan lain yang menyebabkan kerajinan hata kurang berkembang disebabkan oleh kurangnya pemahaman pengrajin hata tentang pentingnya izin usaha.
Oleh karena itu maka perlunya Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Pangandaran untuk melakukan berbagai strategi dalam mengembangkan kerajinan hata di Pangandaran mengingat potensi wilayah yang cukup baik untuk dapat mengembangkan kerajinan hata karena dari segi bahan baku melimpah dan mudah didapat serta sebagai salah satu tujuan wisata maka kerajinan hata dapat dijadikan ciri khas Kabupaten Pangandaran.
Oleh karena itu maka Dinas Pariwisata dan Kebudayaan perlu melakukan kerjasama dengan Dewan Kerajinan Nasional Daerah Kabupaten Pangandaran untuk mengembangkan pengrajin hata sehingga kegiatan usahanya lebih berkembang.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Analisis Biaya Pendapatan Dan R/C Agroindustri Keripik Pisang (Studi Kasus Pada Perajin Keripik Pisang Di Desa Parigi Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran)
Analisis Biaya Pendapatan Dan R/C Agroindustri Keripik Pisang (Studi Kasus Pada Perajin Keripik Pisang Di Desa Parigi Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran)
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui : 1) besarnya biaya agroindustri keripik pisang di Desa Parigi Kecamatan Parigi Kabupaten Pangandaran, (2) besarnya pendapatan agro...
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN ALING-ALING DESA SAMBANGAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG
STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA AIR TERJUN ALING-ALING DESA SAMBANGAN KECAMATAN SUKASADA KABUPATEN BULELENG
Strategi Pengembangan Objek Wisata Air Terjun Aling-Aling Desa Sambangan Kecamatan Sukasada Kabupaten Buleleng. Buleleng memiliki berbagai objek wisata yang dapat dinikmati oleh wi...
STRATEGI PENGELOLAAN ASET DESA BERBASIS APLIKASI SISTEM PENGELOLAAN ASET DESA “SIPADES” DI DESA KARANGJALADRI KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN
STRATEGI PENGELOLAAN ASET DESA BERBASIS APLIKASI SISTEM PENGELOLAAN ASET DESA “SIPADES” DI DESA KARANGJALADRI KECAMATAN PARIGI KABUPATEN PANGANDARAN
Penelitian ini dilatarbelakangi dari hasil observasi yang menemukan beberapa permasalahan dalam Strategi Pengelolaan Aset Desa Berbasis Aplikasi Sistem Pengelolaan Aset Desa “SIPAD...
STRATEGI PENGEMBANGAN TENAGA KERJA DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN DAN PEMASARAN PADA KERAJINAN ROTAN PUTRI YAKIN SILUNGKANG
STRATEGI PENGEMBANGAN TENAGA KERJA DALAM PENINGKATAN PENDAPATAN DAN PEMASARAN PADA KERAJINAN ROTAN PUTRI YAKIN SILUNGKANG
Industri kerajinan rotan di Silungkakng telah menghasilkan berbagai macam produk kerajinan rotan seperti kursi, pot bunga, tempat sampah, dan tudung saji sehingga dapat nyaman dan ...
Kombinasi QFD Dan Nigel Cross untuk Perancangan Halal Tourism di Danau Toba
Kombinasi QFD Dan Nigel Cross untuk Perancangan Halal Tourism di Danau Toba
Kabupaten Simalungun merupakan salah satu kabupaten terbesar di Sumatera Utara yang memiliki pemasukan daerah berupa sektor pariwisata danau toba. Sebelum pandemi covid19, Kabupate...
Marketing Strategy Pariwisata Melalui Marketing Mix Strategy Dan Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU)
Marketing Strategy Pariwisata Melalui Marketing Mix Strategy Dan Pengembangan Pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU)
Penelitian ini berjudul “Marketing Strategy Pariwisata Melalui Marketing Mix Strategy dan pengembangan Pariwisata di Kabupaten Lombok Utara (KLU)”. Rumusan masalah dalam penelitian...
Pengembangan Potensi Pariwisata Oleh Pemerintah Desa Dalam Peningkatan Perekonomian Masyarakat Desa Di Desa Umbu Pabal Selatan Dan Desa Umbu Pabal, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah
Pengembangan Potensi Pariwisata Oleh Pemerintah Desa Dalam Peningkatan Perekonomian Masyarakat Desa Di Desa Umbu Pabal Selatan Dan Desa Umbu Pabal, Kecamatan Umbu Ratu Nggay Barat, Kabupaten Sumba Tengah
Penyelenggaraan pemerintah negara berdasarkan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 dalam rangka melaksanakan tujuan negara yakni mewujudkan kesejahteraan bagi s...

