Javascript must be enabled to continue!
Talasemia pada Kehamilan
View through CrossRef
Talasemia merupakan defek genetik yang mengakibatkan berkurang atau tidak adanya sama sekali sintesis satu atau lebih rantai globin. Talasemia ditandai anemia mikrositik hipokrom dengan berbagai derajat keparahan. Talasemia dapat ditemukan hampir di seluruh dunia. Di Indonesia, prevalensi talasemia di tiap daerah berbeda-beda, dengan rerata prevalensi sebesar 0,1%. Penderita talasemia umumnya datang dengan keluhan pucat, tidak nafsu makan dan perut membesar. Pada ibu hamil yang menderita talasemia, gejala anemia dapat lebih buruk dimana kebutuhan transfusi akan meningkat dan kadar hemoglobin harus tetap terjaga ≥ 10 g/dl, terutama pada talasemia β mayor. Selain itu, perludilakukan observasi fungsi jantung pasien dan ultrasonografi (USG) serial untuk mengetahui kondisi janin . Bagi penderita talasemia penting untuk melakukan skrining sebelum atau saat kehamilan. Skrining pada penderita talasemia bertujuan untuk mengurangi mortalitas dan morbiditas karena talasemia. Talasemia merupakan penyakit genetik yang diturunkan secara autosomall resesif dimana semua perubahan genetik yang terjadi diturunkan dari ibu maupun ayah. Sehingga selainmenangani gejala dari sang ibu, janin yang dikandung oleh sang ibu pun perlu dipertimbangkan. Perencanaan kehamilan, penanganan dan pemeriksaan selama kehamilan sangat penting bagi wanita dengan talasemia agar dapat ditangani dengan sebaik mungkin.Kata Kunci: kehamilan, kelainan genetik, talasemia
Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Lampung
Title: Talasemia pada Kehamilan
Description:
Talasemia merupakan defek genetik yang mengakibatkan berkurang atau tidak adanya sama sekali sintesis satu atau lebih rantai globin.
Talasemia ditandai anemia mikrositik hipokrom dengan berbagai derajat keparahan.
Talasemia dapat ditemukan hampir di seluruh dunia.
Di Indonesia, prevalensi talasemia di tiap daerah berbeda-beda, dengan rerata prevalensi sebesar 0,1%.
Penderita talasemia umumnya datang dengan keluhan pucat, tidak nafsu makan dan perut membesar.
Pada ibu hamil yang menderita talasemia, gejala anemia dapat lebih buruk dimana kebutuhan transfusi akan meningkat dan kadar hemoglobin harus tetap terjaga ≥ 10 g/dl, terutama pada talasemia β mayor.
Selain itu, perludilakukan observasi fungsi jantung pasien dan ultrasonografi (USG) serial untuk mengetahui kondisi janin .
Bagi penderita talasemia penting untuk melakukan skrining sebelum atau saat kehamilan.
Skrining pada penderita talasemia bertujuan untuk mengurangi mortalitas dan morbiditas karena talasemia.
Talasemia merupakan penyakit genetik yang diturunkan secara autosomall resesif dimana semua perubahan genetik yang terjadi diturunkan dari ibu maupun ayah.
Sehingga selainmenangani gejala dari sang ibu, janin yang dikandung oleh sang ibu pun perlu dipertimbangkan.
Perencanaan kehamilan, penanganan dan pemeriksaan selama kehamilan sangat penting bagi wanita dengan talasemia agar dapat ditangani dengan sebaik mungkin.
Kata Kunci: kehamilan, kelainan genetik, talasemia.
Related Results
Pola Dermatoglifi Penderita Talasemia Beta Mayor Di RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang
Pola Dermatoglifi Penderita Talasemia Beta Mayor Di RSUP Dr Mohammad Hoesin Palembang
Talasemia atau kelainan genetik dari sintesa untai globin. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan pola dermatoglifi penderita Talasemia Beta Mayor. Jenis penelitian Ob...
Talasemia dalam Kehamilan
Talasemia dalam Kehamilan
Talasemia adalah sekelompok gangguan darah genetik yang memengaruhi produksi hemoglobin, protein yang mengangkut oksigen dalam darah. Penderita Talasemia mengalami gangguan dalam p...
Viskositas Darah dan Plasma Pada Talasemia Mayor
Viskositas Darah dan Plasma Pada Talasemia Mayor
Latar belakang: viskositas atau kekentalan merupakan sifat fisik yang mencirikan hambatan pada suatu aliran cairan. Cairan memiliki sifat newtonian dan non – newtonian. Viskositas ...
Pengetahuan Tentang Talasemia pada Mahasiswa Kedokteran dan Dokter Umum di Bandung serta Prevalensi Karir β-Thalassemia
Pengetahuan Tentang Talasemia pada Mahasiswa Kedokteran dan Dokter Umum di Bandung serta Prevalensi Karir β-Thalassemia
Latar Belakang: Talassemia mayor menempati urutan ke-5 beban BPJS. Pengetahuan tenaga kesehatan yang baik tentang talasemia mendorong masyarakat melakukan deteksi dini karir talase...
Pemeriksaan Ante Natal Care dan Penyuluhan Deteksi Dini Kehamilan Resiko Tinggi pada Ibu Hamil Didesa Kutalimbaru Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang
Pemeriksaan Ante Natal Care dan Penyuluhan Deteksi Dini Kehamilan Resiko Tinggi pada Ibu Hamil Didesa Kutalimbaru Kecamatan Kutalimbaru Kabupaten Deli Serdang
ABSTRAK Kematian maternal atau kematian ibu menurut batasan dari The Tenth Revision of International Cassification of Diseases (ICD-10) adalah kematian wanita yang terjadi pada saa...
Korelasi Srivastava Formula Terhadap Kadar Ferritin Pada Pasien Talasemia Beta Mayor
Korelasi Srivastava Formula Terhadap Kadar Ferritin Pada Pasien Talasemia Beta Mayor
Pendahuluan: Talasemia beta adalah penyakit genetik didapatkan adanya mutasi gen sehingga terjadi defek dalam produksi rantai polipeptida beta globin yang berdampak pada kejadian a...
Asuhan Kebidanan Kehamilan dengan Molahidatidosa di RSUD Kabupaten Majene
Asuhan Kebidanan Kehamilan dengan Molahidatidosa di RSUD Kabupaten Majene
Upaya kesehatan reproduksi salah satunya adalah menurunkan angka kesakitan dan kematian ibu hamil dan bersalin. Adapun penyebab langsung dari kematian ibu di Indonesia adalah trias...
PENDAMPINGAN IBU HAMIL TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI PUSKESMAS TRUCUK KLATEN
PENDAMPINGAN IBU HAMIL TANDA BAHAYA KEHAMILAN DI PUSKESMAS TRUCUK KLATEN
Kehamilan merupakan masa yang dimulai dari pembuahan atau bertemunya sel telur dengan sperma sampai dengan lahirnya janin. Lamanya kehamilan normal yaitu 40 minggu. Kehamilan ini d...

