Javascript must be enabled to continue!
Kajian Alih Fungsi Lahan Sawah menjadi Lahan Non Sawah dan Lahan Terbangun
View through CrossRef
Alih fungsi lahan sawah menjadi lahan non-sawah dan lahan terbangun di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru merupakan isu signifikan akibat pembangunan infrastruktur dan perumahan yang pesat. Sekitar 6% lahan pertanian di Kabupaten Banjar menyusut setiap tahunnya, dari 320.325 hektar pada 2019 menjadi 319.766 hektar pada 2020. Berdasarkan interpretasi peta 2021-2023, lahan sawah berubah menjadi lahan non-sawah di 143 lokasi, menjadi lahan terbangun di 201 lokasi, dan lahan lain menjadi sawah di 494 lokasi. Di Kota Banjarbaru, terdapat 31 lokasi alih fungsi lahan sawah di dua kecamatan, yaitu Landasan Ulin dan Cempaka. Faktor-faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan yaitu kepadatan penduduk, rasio harga lahan pertanian/non pertanian, rasio nilai produksi pertanian/non pertanian dan rasio aksesibilitas wilayah. Upaya penyesuaian penggunaan lahan dilakukan dengan cara ground check agar mengetahui kondisi lapangan secara aktual. Berdasarkan rumus Slovin, nilai toleransi pengambilan sampel sebesar 8%, sehingga jumlah sampel yang dilakukan ground check sebanyak minimal 120 lokasi. Dengan demikian, ground check pada Kabupaten Banjar dilakukan pada 130 lokasi, sedangkan ground check pada Kota Banjarbaru dilakukan pada 31 lokasi. Berdasarkan hasil ground check, terverifikasi alih fungsi lahan sawah menjadi lahan terbangun sebanyak 115 lokasi pada Kabupaten Banjar dan 29 lokasi pada Kota Banjarbaru. Alih fungsi lahan sawah berpotensi mengancam ketahanan pangan dan merusak ekosistem. Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui luas penggunaan lahan dan faktor- faktor yang menyebabkan terjadinya alih fungsi pada Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru.
Politeknik Pembangunan Pertanian Manokwari
Title: Kajian Alih Fungsi Lahan Sawah menjadi Lahan Non Sawah dan Lahan Terbangun
Description:
Alih fungsi lahan sawah menjadi lahan non-sawah dan lahan terbangun di Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru merupakan isu signifikan akibat pembangunan infrastruktur dan perumahan yang pesat.
Sekitar 6% lahan pertanian di Kabupaten Banjar menyusut setiap tahunnya, dari 320.
325 hektar pada 2019 menjadi 319.
766 hektar pada 2020.
Berdasarkan interpretasi peta 2021-2023, lahan sawah berubah menjadi lahan non-sawah di 143 lokasi, menjadi lahan terbangun di 201 lokasi, dan lahan lain menjadi sawah di 494 lokasi.
Di Kota Banjarbaru, terdapat 31 lokasi alih fungsi lahan sawah di dua kecamatan, yaitu Landasan Ulin dan Cempaka.
Faktor-faktor yang mempengaruhi alih fungsi lahan yaitu kepadatan penduduk, rasio harga lahan pertanian/non pertanian, rasio nilai produksi pertanian/non pertanian dan rasio aksesibilitas wilayah.
Upaya penyesuaian penggunaan lahan dilakukan dengan cara ground check agar mengetahui kondisi lapangan secara aktual.
Berdasarkan rumus Slovin, nilai toleransi pengambilan sampel sebesar 8%, sehingga jumlah sampel yang dilakukan ground check sebanyak minimal 120 lokasi.
Dengan demikian, ground check pada Kabupaten Banjar dilakukan pada 130 lokasi, sedangkan ground check pada Kota Banjarbaru dilakukan pada 31 lokasi.
Berdasarkan hasil ground check, terverifikasi alih fungsi lahan sawah menjadi lahan terbangun sebanyak 115 lokasi pada Kabupaten Banjar dan 29 lokasi pada Kota Banjarbaru.
Alih fungsi lahan sawah berpotensi mengancam ketahanan pangan dan merusak ekosistem.
Oleh karena itu, penelitian ini dilakukan untuk mengetahui luas penggunaan lahan dan faktor- faktor yang menyebabkan terjadinya alih fungsi pada Kabupaten Banjar dan Kota Banjarbaru.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH DI KABUPATEN BOGOR
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH DI KABUPATEN BOGOR
AbstrakPerkembangan luas alih fungsi lahan sawah di Kabupaten Bogor dari tahun ke tahun berfluktuasi. Alih fungsi lahan sawah di Kabupaten Bogor dapat dipengaruhi oleh beberapa fak...
ANALISIS ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH DAN KETERKAITANYA DENGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI KABUPATEN BANTUL
ANALISIS ALIH FUNGSI LAHAN SAWAH DAN KETERKAITANYA DENGAN NILAI TUKAR PETANI (NTP) DI KABUPATEN BANTUL
Alih fungsi lahan sawah terus terjadi, padahal beras adalah makanan pokok sebagian besar masyarakat Indonesia. Oleh karena itu pengawasan lahan sawah sangat penting untuk melihat k...
Strategi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Daerah Resapan Air Menjadi Lahan Terbangun di Kota Makassar
Strategi Pengendalian Alih Fungsi Lahan Daerah Resapan Air Menjadi Lahan Terbangun di Kota Makassar
Semakin bertambahnya perubahan fungsi lahan daerah resapan air menjadi kawasan terbangun di Kelurahan Kapasa Dan Kelurahan Parangloe, Kecamatan Tamalanrea, Kota Makassar disebabkan...
ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN PENDUDUK DI KECAMATAN SAYUNG KABUPATEN DEMAK
ALIH FUNGSI LAHAN PERTANIAN DAN DAMPAKNYA TERHADAP KEHIDUPAN PENDUDUK DI KECAMATAN SAYUNG KABUPATEN DEMAK
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: 1) Perubahan fungsi lahan pertanian, 2) Dampaknya alih fungsi lahan terhadap kehidupan pendudukyang meliputi luas kepemilikan lahan, alih...
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
PERUBAHAN PENGGUNAAN LAHAN DAN POTENSI PERLUASAN LAHAN UNTUK SAWAH DI KABUPATEN CIANJUR
<p>Pertumbuhan penduduk, peningkatan pendapatan, dan pesatnya pembangunan menjadikan permasalahan penggunaan lahan semakin kompleks. Lahan berperan sebagai penyedia pangan, n...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
Alih Kode dalam Video Blog Farida Nurhan pada Youtube
Alih Kode dalam Video Blog Farida Nurhan pada Youtube
Keragaman bahasa di Indonesia dapat memunculkan adanya peristiwa kontak bahasa. Munculnya kontak bahasa inilah yang menyebabkan adanya beberapa peristiwa, salah satunya adalah alih...
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA
ANALISIS DAYA DUKUNG LINGKUNGAN BERBASIS LAHAN DI KECAMATAN SUKADANA KABUPATEN KAYONG UTARA
Daya dukung lahan merupakan kapasitas atau kemampuan lahan yang berupa lingkungan untuk mendukung kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Kemampuan lahan adalah mutu lahan yan...

