Javascript must be enabled to continue!
View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan: 1) menentukkan lokasi rawan kecelakaan (black site) dan angka kecelakaan kereta api di Kota Padang. 2) mengetahui karakteritik lokasi rawan kecelakaan (black site) kereta api. 3) mengetahui upaya yang telah dan akan dilaksanakan dalam mengatasi kecelakaan kereta api di Kota Padang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Dalam menganalisis lokasi rawan kecelakaan kereta api, peneliti menggunakan metode equivalent accident number dan metode upper control limit. Hasil dari penelitian ini adalah lokasi rawan kecelakaan (black site) kereta api teridentifikasi pada perlintasan Simpang Anak Air Kelurahan Lubuk Buaya, Simpang Sekolah Menengah Atas 7 Jalan Bungo Tanjung dan Kilometer 18 antara stasiun Tabing dengan stasiun Duku. Secara umum karakteristik lokasi rawan kecelakaan kereta api adalah kurangnya plang pintu perlintasan rel kereta api, kurangnya rambu-rambu lalu lintas kereta api seta gaya hidup manusia. Upaya telah dilaksanakan dalam mengatasi rawan kecelakaan kereta api adalah menutup pintu perlintasan liar kereta api dan yang akan dilaksanakan yaitu setiap perlintasan kereta api sebidang liar akan ditutup lalu diberikan pengalihan jalan kolektor dalam bentuk fly over.
Title:
Description:
Penelitian ini bertujuan: 1) menentukkan lokasi rawan kecelakaan (black site) dan angka kecelakaan kereta api di Kota Padang.
2) mengetahui karakteritik lokasi rawan kecelakaan (black site) kereta api.
3) mengetahui upaya yang telah dan akan dilaksanakan dalam mengatasi kecelakaan kereta api di Kota Padang.
Jenis penelitian ini adalah deskriptif dengan pendekatan kuantitatif.
Dalam menganalisis lokasi rawan kecelakaan kereta api, peneliti menggunakan metode equivalent accident number dan metode upper control limit.
Hasil dari penelitian ini adalah lokasi rawan kecelakaan (black site) kereta api teridentifikasi pada perlintasan Simpang Anak Air Kelurahan Lubuk Buaya, Simpang Sekolah Menengah Atas 7 Jalan Bungo Tanjung dan Kilometer 18 antara stasiun Tabing dengan stasiun Duku.
Secara umum karakteristik lokasi rawan kecelakaan kereta api adalah kurangnya plang pintu perlintasan rel kereta api, kurangnya rambu-rambu lalu lintas kereta api seta gaya hidup manusia.
Upaya telah dilaksanakan dalam mengatasi rawan kecelakaan kereta api adalah menutup pintu perlintasan liar kereta api dan yang akan dilaksanakan yaitu setiap perlintasan kereta api sebidang liar akan ditutup lalu diberikan pengalihan jalan kolektor dalam bentuk fly over.


