Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PROSES PENCIPTAAN MUSIK SUARA SINDHEN: INTERPRETASI GENDHING GINONJING KARYA NUR HANDAYANI

View through CrossRef
<p align="center"><strong>ABSTRAK</strong></p><p> </p><p>Karya “Suara Sindhen: Interpretasi Gendhing Ginonjing”, dilatarbelakangi oleh hasil olah pikir sekaligus interpretasi atas Gendhing Ginonjing. Bermula saat pengkarya membaca surat Kartini yang berkisah tentang Gendhing Ginonjing. Kegelisahan Kartini sepurnanya mendengarkan Gendhing Ginonjing, dituangkan lewat surat tersebut dengan sangat dramatis. Esensi surat tersebut, memberikan stimulan kepada pengkarya untuk membuat karya berdasarkan Gendhing Ginonjing. Jika Kartini dapat menuangkan kembali Gendhing Ginonjing secara sastrawi melalui suratnya, pengkarya sebagai <em>pesindhen</em> juga ingin mengungkapkan ulang Gendhing Ginonjing melalui olah pikir musikal dan diwujudkan dengan karya seni orkestrasi <em>sindhen</em>. Dari hasil pengamatan dan analisis, Gendhing Ginonjing dapat dipilah menjadi tiga konsep musikal. Pertama adalah <em>andegan sindhenan</em> Gendhing Ginonjing yang dikembangkan melibatkan <em>wangsalan</em>, <em>abon-abon</em>, <em>parikan</em>, <em>senggakan</em>, serta sekar <em>bebas </em>sebagai unsur teks. Dari unsur lagu, menyajikan perbenturan harmoni<em> adumanis</em>,<em> salahnggumun</em>,<em> kempyung</em>,<em> pendawan</em>, serta<em> gembyang </em>sehingga menciptakan harmoni unik atau nada yang membuat bunyi<em> </em>musik menjadi khas. Kedua adalah komposisi yang berakar dari <em>selingan</em> Gendhing Ginonjing berjudul <em>Lelagon</em> Lelo Ledung, yang digarap dan disajikan dengan model <em>uro-uro</em> atau akapela, dikemas dengan paradigma <em>sindhenan </em>gaya Surakarta, dengan menonjolkan dinamika power suara<em> pesindhen </em>serta memanfaatkan aspek<em> </em>keruangan dengan teknik akustika bunyi <em>surround</em>. Ketiga adalah komposisi yang berakar dari surat Kartini tentang Gendhing Ginonjing. Karya ini merepresentasikan perasaan Kartini yang tertuang dalam surat. Bagian ini menggarap elemen vokal melalui perpaduan berbagai gaya <em>sindhenan</em> meliputi: Jawa Barat, Banyumas, Jawa Tengah, serta Banyuwangi, yang kemudian diformulasikan kembali menjadi konsep musik garapan baru. Penyusunan karya ini menggunakan beberapa metode sebagai langkah penciptaannya, meliputi: menentukan bahan, mencari bahan, mengolah bahan, mengemas bahan, serta mempergelarkannya. Rangkaian tersebut adalah proses dari lahirnya karya “Suara Sindhen: Interpretasi Gendhing Ginonjing”.</p><p> </p><p><strong>Kata kunci: </strong>Suara Sindhen, Gendhing Ginonjing, Komposisi Musik.</p><p> </p><p> </p><p align="center"><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p><p> </p><p><em>The work of “ Suara Sindhen: Interpretasi Gendhing Ginonjing “ is based on the analysis and interpretation of Gendhing Ginonjing. It started when the creator read Kartini’s letter about Gendhing Ginonjing. Kartini’s anxiety was as easy as listening to Gendhing Ginonjing, written in the letter dramatically. The essence of the letter gives stimulants to the creator to create works based on Gendhing Ginonjing. If Kartini can rewrite Gendhing Ginonjing literally through his letter, a </em>sindhen<em> also wants to reveal Gendhing Ginonjing through musical thought and embodied through the sindhen’s orchestral artwork. From the observation and analysis, Gendhing Ginonjing can be divided into three musical concepts. The first is adegan of Gendhing Ginonjing which is developed involving </em>wangsalan<em>, </em>abon-abon<em>, </em>parikan<em>, </em>senggakan<em>, as well as sekar </em>bebas<em> as the text elements. The elements of song presents a mix of harmoni </em>adumanis<em>, </em>salahnggumun<em>, </em>kempyung<em>, </em>pendawan<em>, serta </em>gembyang<em> and thereby creating a unique harmony or tone that makes a special music sounds. Sec-ondly, the composition is rooted from Gendhing Ginonjing interval entitled Lelagon Lelo Ledung, which is treated and presented with uro-uro or akapela model, packed in Surakarta style paradigm, focusing on the dynamic power of pesindhen voice and utilizing the spatial aspect with the surround sound acoustic tech-niques. The third is a composition based on the Kartini letter about Gendhing Ginonjing. This work represents Kartini’s feeling written in the letter. This section deals with the vowel elements through a combination of various sindhenan styles including: West Java, Banyumas, Central Java, and Banyuwangi, which are then formulated into the concept of new music.</em></p><p> <em>The composition of this work uses several methods in its creation, including: determining materials, finding materials, processing materials, packaging materials, and then presenting them. The series tells about the process of the work of “Sindhen Voice: Gendhing Ginonjing Interpretation”.</em></p><p> </p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Sindhen Voice, Gendhing Ginonjing, Music Composition</em>
Institut Seni Indonesia Surakarta
Title: PROSES PENCIPTAAN MUSIK SUARA SINDHEN: INTERPRETASI GENDHING GINONJING KARYA NUR HANDAYANI
Description:
<p align="center"><strong>ABSTRAK</strong></p><p> </p><p>Karya “Suara Sindhen: Interpretasi Gendhing Ginonjing”, dilatarbelakangi oleh hasil olah pikir sekaligus interpretasi atas Gendhing Ginonjing.
Bermula saat pengkarya membaca surat Kartini yang berkisah tentang Gendhing Ginonjing.
Kegelisahan Kartini sepurnanya mendengarkan Gendhing Ginonjing, dituangkan lewat surat tersebut dengan sangat dramatis.
Esensi surat tersebut, memberikan stimulan kepada pengkarya untuk membuat karya berdasarkan Gendhing Ginonjing.
Jika Kartini dapat menuangkan kembali Gendhing Ginonjing secara sastrawi melalui suratnya, pengkarya sebagai <em>pesindhen</em> juga ingin mengungkapkan ulang Gendhing Ginonjing melalui olah pikir musikal dan diwujudkan dengan karya seni orkestrasi <em>sindhen</em>.
Dari hasil pengamatan dan analisis, Gendhing Ginonjing dapat dipilah menjadi tiga konsep musikal.
Pertama adalah <em>andegan sindhenan</em> Gendhing Ginonjing yang dikembangkan melibatkan <em>wangsalan</em>, <em>abon-abon</em>, <em>parikan</em>, <em>senggakan</em>, serta sekar <em>bebas </em>sebagai unsur teks.
Dari unsur lagu, menyajikan perbenturan harmoni<em> adumanis</em>,<em> salahnggumun</em>,<em> kempyung</em>,<em> pendawan</em>, serta<em> gembyang </em>sehingga menciptakan harmoni unik atau nada yang membuat bunyi<em> </em>musik menjadi khas.
Kedua adalah komposisi yang berakar dari <em>selingan</em> Gendhing Ginonjing berjudul <em>Lelagon</em> Lelo Ledung, yang digarap dan disajikan dengan model <em>uro-uro</em> atau akapela, dikemas dengan paradigma <em>sindhenan </em>gaya Surakarta, dengan menonjolkan dinamika power suara<em> pesindhen </em>serta memanfaatkan aspek<em> </em>keruangan dengan teknik akustika bunyi <em>surround</em>.
Ketiga adalah komposisi yang berakar dari surat Kartini tentang Gendhing Ginonjing.
Karya ini merepresentasikan perasaan Kartini yang tertuang dalam surat.
Bagian ini menggarap elemen vokal melalui perpaduan berbagai gaya <em>sindhenan</em> meliputi: Jawa Barat, Banyumas, Jawa Tengah, serta Banyuwangi, yang kemudian diformulasikan kembali menjadi konsep musik garapan baru.
Penyusunan karya ini menggunakan beberapa metode sebagai langkah penciptaannya, meliputi: menentukan bahan, mencari bahan, mengolah bahan, mengemas bahan, serta mempergelarkannya.
Rangkaian tersebut adalah proses dari lahirnya karya “Suara Sindhen: Interpretasi Gendhing Ginonjing”.
</p><p> </p><p><strong>Kata kunci: </strong>Suara Sindhen, Gendhing Ginonjing, Komposisi Musik.
</p><p> </p><p> </p><p align="center"><strong><em>ABSTRACT</em></strong></p><p> </p><p><em>The work of “ Suara Sindhen: Interpretasi Gendhing Ginonjing “ is based on the analysis and interpretation of Gendhing Ginonjing.
It started when the creator read Kartini’s letter about Gendhing Ginonjing.
Kartini’s anxiety was as easy as listening to Gendhing Ginonjing, written in the letter dramatically.
The essence of the letter gives stimulants to the creator to create works based on Gendhing Ginonjing.
If Kartini can rewrite Gendhing Ginonjing literally through his letter, a </em>sindhen<em> also wants to reveal Gendhing Ginonjing through musical thought and embodied through the sindhen’s orchestral artwork.
From the observation and analysis, Gendhing Ginonjing can be divided into three musical concepts.
The first is adegan of Gendhing Ginonjing which is developed involving </em>wangsalan<em>, </em>abon-abon<em>, </em>parikan<em>, </em>senggakan<em>, as well as sekar </em>bebas<em> as the text elements.
The elements of song presents a mix of harmoni </em>adumanis<em>, </em>salahnggumun<em>, </em>kempyung<em>, </em>pendawan<em>, serta </em>gembyang<em> and thereby creating a unique harmony or tone that makes a special music sounds.
Sec-ondly, the composition is rooted from Gendhing Ginonjing interval entitled Lelagon Lelo Ledung, which is treated and presented with uro-uro or akapela model, packed in Surakarta style paradigm, focusing on the dynamic power of pesindhen voice and utilizing the spatial aspect with the surround sound acoustic tech-niques.
The third is a composition based on the Kartini letter about Gendhing Ginonjing.
This work represents Kartini’s feeling written in the letter.
This section deals with the vowel elements through a combination of various sindhenan styles including: West Java, Banyumas, Central Java, and Banyuwangi, which are then formulated into the concept of new music.
</em></p><p> <em>The composition of this work uses several methods in its creation, including: determining materials, finding materials, processing materials, packaging materials, and then presenting them.
The series tells about the process of the work of “Sindhen Voice: Gendhing Ginonjing Interpretation”.
</em></p><p> </p><strong><em>Keywords: </em></strong><em>Sindhen Voice, Gendhing Ginonjing, Music Composition</em>.

Related Results

Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...
Music Theraphy
Music Theraphy
Berbagai permasalahan dalam pelaksanaan layanan konseling dialami konselor sekolah. Konselor belum mampu menerapkan konseling yang memiliki dampak yang signifikan bagi perubahan ti...
REFLEKSI PENCIPTAAN TEATRIKAL TARI GOOD ANRONG
REFLEKSI PENCIPTAAN TEATRIKAL TARI GOOD ANRONG
REFLEKSI PENCIPTAAN TEATRIKAL TARI GOOD ANRONG (Muhammad Ibnu Sholihin,2022) Skripsi Program Studi S-1 Jurusan Seni Tari Fakultas Seni Pertunjukan, Institut Seni Indonesia Surakart...
FILSAFAT MUSIK DAN POSISINYA DALAM HINDUISME
FILSAFAT MUSIK DAN POSISINYA DALAM HINDUISME
Musik tidak terpisahkan dari kehidupan manusia sejak zaman kuno hingga sekarang baik itu sebagai identitas diri, identitas kelompok sosial, termasuk juga dalam beragama Hindu, meng...
GITAR TUNGGAL LAMPUNG PESISIR: SEBUAH IDENTITAS DAN LANSKAP PENDIDIKAN MUSIK INFORMAL YANG BERBASIS KELOKALAN
GITAR TUNGGAL LAMPUNG PESISIR: SEBUAH IDENTITAS DAN LANSKAP PENDIDIKAN MUSIK INFORMAL YANG BERBASIS KELOKALAN
Gitar tunggal Lampung terdiri atas dua gaya, yakni pesisir dan pepadun. Diantara kedua gaya tersebut, peneliti melihat fakta-fakta unik yang terjadi pada gitar tunggal bergaya pesi...
GEDUNG MUSIK BANDA ACEH
GEDUNG MUSIK BANDA ACEH
Musik adalah bahasa manusia, karena dengan musik kita dapat mengekspresikan kemauan, atau isi hati kita tanpa harus mengerti terlebih dahulu bahasa yang dipakai oleh mereka yang me...
PEMBELAJARAN SENI MUSIK BAGI SISWA DI SMP ADVENT RATAHAN
PEMBELAJARAN SENI MUSIK BAGI SISWA DI SMP ADVENT RATAHAN
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengumpulkan informasi tentang bagaimana siswa di SMP Advent Ratahan mempelajari musik sebagai bentuk seni. Penelitian ini menggunakan metod...
PROSES ADAPTASI PERTUNJUKAN PANGGUNG KE VIDEO: Studi Kasus Karya Tari COLOHOK Ciptaan Anter Asmorotedjo
PROSES ADAPTASI PERTUNJUKAN PANGGUNG KE VIDEO: Studi Kasus Karya Tari COLOHOK Ciptaan Anter Asmorotedjo
AbstrakPertunjukan panggung yang dialihmediakan menjadi video, merupakan contoh fenomena adaptasi dalam penciptaan karya seni. Begitupula yang terjadi dalam karya tari Colohok, cip...

Back to Top