Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Strategi Pengembangan Wisata Terasering Panyaweuyan Berbasis Agro-Eco Tourism

View through CrossRef
Abstract.  Panyaweuyan Terracing in Majalengka Regency has great potential as an agro-eco tourism destination, but its development remains suboptimal. This study aims to formulate development strategies through a mixed-methods approach, utilizing agro-eco tourism analysis and SWOT analysis. Data were obtained through field observations, interviews with 10 stakeholders, and questionnaires administered to 98 tourists. Agro-eco tourism analysis reveals four key indicators: (1) environmental sustainability is moderately good through traditional terracing systems following slope contours and crop rotation that maintains soil fertility, (2) community participation remains informal but involves three villages with employment absorption up to 90 people during peak season, (3) environmental education is not optimally integrated into tourism programs despite farmers serving as key informants, and (4) local economic development is still limited to culinary and parking sectors with suboptimal integration of agriculture-tourism value chains. SWOT analysis positions the area in quadrant I (aggressive) with coordinates (0.67, 0.87), indicating dominant internal strengths and favorable external opportunities. The main recommended strategy is developing sustainable agricultural education tourism programs supported by improved accessibility infrastructure, particularly road improvements and parking areas. This strategy is expected to optimize the area's potential as a sustainable agro-eco tourism destination while maintaining conservation values and improving local community welfare through integrated development that balances agricultural productivity with tourism activities. Abstrak. Terasering Panyaweuyan di Kabupaten Majalengka memiliki potensi besar sebagai destinasi agro-eco tourism, namun pengembangannya belum optimal. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengembangan melalui pendekatan mixed methods, menggunakan analisis agro-eco tourism dan analisis SWOT. Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan 10 stakeholder, dan kuesioner kepada 98 wisatawan. Analisis agro-eco tourism menunjukkan empat indikator utama: (1) keberlanjutan lingkungan cukup baik melalui sistem terasering tradisional yang mengikuti kontur lereng dan rotasi tanaman yang menjaga kesuburan tanah, (2) partisipasi masyarakat masih bersifat informal namun telah melibatkan tiga kelurahan dengan penyerapan tenaga kerja hingga 90 orang pada musim puncak, (3) edukasi lingkungan belum terintegrasi optimal dalam program wisata meskipun petani berperan sebagai narasumber, dan (4) pengembangan ekonomi lokal masih terbatas pada sektor kuliner dan parkir warga dengan integrasi rantai nilai pertanian-wisata yang belum maksimal. Analisis SWOT menempatkan kawasan pada kuadran I (agresif) dengan koordinat (0.67, 0.87), mengindikasikan kekuatan internal dominan dan peluang eksternal yang menguntungkan. Strategi utama yang direkomendasikan adalah pengembangan program wisata edukasi pertanian berkelanjutan yang didukung peningkatan infrastruktur aksesibilitas, khususnya perbaikan jalan dan area parkir. Strategi ini diharapkan mengoptimalkan potensi kawasan sebagai destinasi agro-eco tourism berkelanjutan dengan mempertahankan nilai konservasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.
Title: Strategi Pengembangan Wisata Terasering Panyaweuyan Berbasis Agro-Eco Tourism
Description:
Abstract.
 Panyaweuyan Terracing in Majalengka Regency has great potential as an agro-eco tourism destination, but its development remains suboptimal.
This study aims to formulate development strategies through a mixed-methods approach, utilizing agro-eco tourism analysis and SWOT analysis.
Data were obtained through field observations, interviews with 10 stakeholders, and questionnaires administered to 98 tourists.
Agro-eco tourism analysis reveals four key indicators: (1) environmental sustainability is moderately good through traditional terracing systems following slope contours and crop rotation that maintains soil fertility, (2) community participation remains informal but involves three villages with employment absorption up to 90 people during peak season, (3) environmental education is not optimally integrated into tourism programs despite farmers serving as key informants, and (4) local economic development is still limited to culinary and parking sectors with suboptimal integration of agriculture-tourism value chains.
SWOT analysis positions the area in quadrant I (aggressive) with coordinates (0.
67, 0.
87), indicating dominant internal strengths and favorable external opportunities.
The main recommended strategy is developing sustainable agricultural education tourism programs supported by improved accessibility infrastructure, particularly road improvements and parking areas.
This strategy is expected to optimize the area's potential as a sustainable agro-eco tourism destination while maintaining conservation values and improving local community welfare through integrated development that balances agricultural productivity with tourism activities.
Abstrak.
Terasering Panyaweuyan di Kabupaten Majalengka memiliki potensi besar sebagai destinasi agro-eco tourism, namun pengembangannya belum optimal.
Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi pengembangan melalui pendekatan mixed methods, menggunakan analisis agro-eco tourism dan analisis SWOT.
Data diperoleh melalui observasi lapangan, wawancara dengan 10 stakeholder, dan kuesioner kepada 98 wisatawan.
Analisis agro-eco tourism menunjukkan empat indikator utama: (1) keberlanjutan lingkungan cukup baik melalui sistem terasering tradisional yang mengikuti kontur lereng dan rotasi tanaman yang menjaga kesuburan tanah, (2) partisipasi masyarakat masih bersifat informal namun telah melibatkan tiga kelurahan dengan penyerapan tenaga kerja hingga 90 orang pada musim puncak, (3) edukasi lingkungan belum terintegrasi optimal dalam program wisata meskipun petani berperan sebagai narasumber, dan (4) pengembangan ekonomi lokal masih terbatas pada sektor kuliner dan parkir warga dengan integrasi rantai nilai pertanian-wisata yang belum maksimal.
Analisis SWOT menempatkan kawasan pada kuadran I (agresif) dengan koordinat (0.
67, 0.
87), mengindikasikan kekuatan internal dominan dan peluang eksternal yang menguntungkan.
Strategi utama yang direkomendasikan adalah pengembangan program wisata edukasi pertanian berkelanjutan yang didukung peningkatan infrastruktur aksesibilitas, khususnya perbaikan jalan dan area parkir.
Strategi ini diharapkan mengoptimalkan potensi kawasan sebagai destinasi agro-eco tourism berkelanjutan dengan mempertahankan nilai konservasi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat lokal.

Related Results

Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
Alternatif Strategi Pengembangan Desa Rahtawu Sebagai Daya Tarik Wisata di Kabupaten Kudus
<p class="Abstract">Wisata Alam Colo merupakan salah satu tempat wisata yang berkembang di Kabupaten Kudus. Wisata alam ini mempunyai daya tarik baik dari segi fisik alam mau...
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Literasi Wisata bagi Kelompok Pemandu Wisata Rammang-Rammang
Abstrak. Urgensi dari Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) ini adalah menyelesaikan masalah prioritas Kelompok Pemandu Wisata Karst Rammang-Rammang (mitra) yang: (1) masih fokus...
Strategi Pengembangan Wisata Halal di Pulau Lombok
Strategi Pengembangan Wisata Halal di Pulau Lombok
Abstract. One Thesis Title : Development of Halal Tourism Strategy on Lombok Island Lombok Island is one of the islands in West Nusa Tenggara Province which has a variety of superi...
COMMUNITY SERVICE OF AGRO TOURISM IN SIBETAN VILLAGE
COMMUNITY SERVICE OF AGRO TOURISM IN SIBETAN VILLAGE
The development of tourism in Indonesia in line with the government’s program to promote tourism as an effort to increase foreign exchange outside the oil and fuel sector. One pote...
Upaya Peningkatan Fasilitas Wisata di Desa Wisata Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang
Upaya Peningkatan Fasilitas Wisata di Desa Wisata Dayeuhkolot, Kecamatan Sagalaherang, Kabupaten Subang
Modern lifestyle trends have significantly increased public interest in travel, driving a rise in tourist visits to both regional and international destinations. This growing deman...
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Inovasi Model Komunikasi Digital Desa Wisata dalam Pengembangan Kapasitas Pelaku Wisata di Kabupaten Bogor
Kapasitas pelaku desa wisata di Indonesia umumnya masih rendah terutama para pelaku wisata di desa wisata. Rendahnya kapasitas tersebut dapat dilihat dari pelaku desa wisata yang b...
PENGEMBANGAN WISATA BERBASIS SYARIAH (HALAL TOURISM)
PENGEMBANGAN WISATA BERBASIS SYARIAH (HALAL TOURISM)
Tujuan penelitian ini adalah menganalisis karakteristik spesifik yang dimiliki Kota Bima dalam mendukung pengembangan wisata berbasis syariah (halal tourism) di Kota Bima yang didu...
Pengembangan Kawasan Wisata Waduk Gondang Berbasis Faktor Minat Masyarakat
Pengembangan Kawasan Wisata Waduk Gondang Berbasis Faktor Minat Masyarakat
Potensi wisata di kabupaten Lamongan berupa potensi wisata alam, wisata budaya, dan wisata buatan. Salah satu potensi wisata alam yang menjadi prioritas pengembangan pariwisata ada...

Back to Top