Javascript must be enabled to continue!
PENERAPAN METODE PENGERINGAN BUSA (FOAM MAT DRYING) PADA PROSES PEMBUATAN SERBUK AMPAS TOMAT BEEF
View through CrossRef
Tomat beef merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi namun rentan mengalami kerusakan dan memiliki daya simpan yang pendek karena mengandung kadar air yang tinggi. Seiring dengan produktivitas dan kebutuhan yang semakin meningkat, tomat beef banyak dijadikan sebagai bahan dalam berbagai macam olahan. Salah satu limbah yang dihasilkan dari pengolahan tomat beef adalah bagian ampas yang pemanfaatannya masih tergolong minim. Pembuatan serbuk ampas tomat merupakan salah satu alternatif yang dapat memperpanjang daya simpan juga dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam berbagai macam olahan produk pangan maupun non pangan. Penerapan pengeringan busa (foam mat drying) dapat dilakukan untuk memangkas sebagian besar air yang terkandung dalam bahan. Metode pengeringan busa ini melibatkan maltodekstrin sebagai zat pengisi dan busa putih telur sebagai zat pengembang. Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan serbuk ampas tomat yang memiliki kualitas paling baik dari beberapa variasi perlakuan yang diterapkan. Parameter yang diamati meliputi kadar air dan rendemen menggunakan metode pengamatan eksperimental laboratorium dengan analisis deskriptif. Perlakuan yang digunakan diantaranya konsentrasi maltodekstrin sebanyak 10, 15, dan 20%; temperatur pengeringan pada 55, 60, dan 65°C; serta waktu pengeringan selama 3, 4, dan 5 jam. Pengeringan ampas tomat dengan penambahan putih telur (tanpa maltodekstrin) dilakukan pula sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan penambahan maltodekstrin 20% dengan temperatur pengeringan 60°C selama 4 jam menghasilkan serbuk ampas tomat yang terbaik dari seluruh perlakuan, yaitu dengan kadar air sebesar 3,49 ± 0,046% (bb) dan rendemen sebesar 21,15%.
Title: PENERAPAN METODE PENGERINGAN BUSA (FOAM MAT DRYING) PADA PROSES PEMBUATAN SERBUK AMPAS TOMAT BEEF
Description:
Tomat beef merupakan komoditas hortikultura yang memiliki nilai ekonomi tinggi namun rentan mengalami kerusakan dan memiliki daya simpan yang pendek karena mengandung kadar air yang tinggi.
Seiring dengan produktivitas dan kebutuhan yang semakin meningkat, tomat beef banyak dijadikan sebagai bahan dalam berbagai macam olahan.
Salah satu limbah yang dihasilkan dari pengolahan tomat beef adalah bagian ampas yang pemanfaatannya masih tergolong minim.
Pembuatan serbuk ampas tomat merupakan salah satu alternatif yang dapat memperpanjang daya simpan juga dapat digunakan sebagai bahan tambahan dalam berbagai macam olahan produk pangan maupun non pangan.
Penerapan pengeringan busa (foam mat drying) dapat dilakukan untuk memangkas sebagian besar air yang terkandung dalam bahan.
Metode pengeringan busa ini melibatkan maltodekstrin sebagai zat pengisi dan busa putih telur sebagai zat pengembang.
Penelitian ini dilakukan untuk menghasilkan serbuk ampas tomat yang memiliki kualitas paling baik dari beberapa variasi perlakuan yang diterapkan.
Parameter yang diamati meliputi kadar air dan rendemen menggunakan metode pengamatan eksperimental laboratorium dengan analisis deskriptif.
Perlakuan yang digunakan diantaranya konsentrasi maltodekstrin sebanyak 10, 15, dan 20%; temperatur pengeringan pada 55, 60, dan 65°C; serta waktu pengeringan selama 3, 4, dan 5 jam.
Pengeringan ampas tomat dengan penambahan putih telur (tanpa maltodekstrin) dilakukan pula sebagai pembanding.
Hasil penelitian menunjukkan penambahan maltodekstrin 20% dengan temperatur pengeringan 60°C selama 4 jam menghasilkan serbuk ampas tomat yang terbaik dari seluruh perlakuan, yaitu dengan kadar air sebesar 3,49 ± 0,046% (bb) dan rendemen sebesar 21,15%.
Related Results
Modifikasi Model Rak Alat Pengering Tipe Hybrid Pada Pengeringan Ikan Keumamah
Modifikasi Model Rak Alat Pengering Tipe Hybrid Pada Pengeringan Ikan Keumamah
Abstrak. Pengeringan hybrid merupakan pengeringan yang menggunakan dua atau lebih sumber energi untuk proses penguapan air. Teknologi ini merupakan alternatif teknologi untuk penge...
APLIKASI METODE FOAM MAT DRYING PADA PEMBUATAN BUBUK JAHE (Zingiber officinale)
APLIKASI METODE FOAM MAT DRYING PADA PEMBUATAN BUBUK JAHE (Zingiber officinale)
Jahe merupakan salah satu jenis komoditas rempah yang memiliki beragam manfaat dan kegunaan. Jahe dalam bentuk bubuk diminati masyarakat karena lebih praktis dan lebih tahan lama. ...
Uji Kinerja Multi Seeds Smart Dryer (MSSD) Pada Kacang Hijau (Vigna Radiata)
Uji Kinerja Multi Seeds Smart Dryer (MSSD) Pada Kacang Hijau (Vigna Radiata)
Abstrak. Pengeringan merupakan salah satu proses pasca panen yang umum dilakukan pada berbagai produk pertanian yang ditujukan untuk menurunkan kadar air sampai pada tingkat yang a...
Foam Injection Test in the Siggins Field, Illinois
Foam Injection Test in the Siggins Field, Illinois
A pilot test in this tired, old field, confirmed the laboratory-derived conclusion that foam can do more than soften a beard or ruin a river. It can decrease the mobility of gas an...
Factors that influence beef meat production in Tanzania. A Cobb-Douglas production function estimation approach
Factors that influence beef meat production in Tanzania. A Cobb-Douglas production function estimation approach
Beef meat production is the key to reducing poverty, achieving food security and nutrition, promoting exports, economic growth, and industrialization. Despite a large number of bee...
Unjuk Kerja Pengering Tenaga Surya Tipe Efek Rumah Kaca Untuk Pengeringan Cabai Dengan Perlakuan Low Temperature Long Time Blanching
Unjuk Kerja Pengering Tenaga Surya Tipe Efek Rumah Kaca Untuk Pengeringan Cabai Dengan Perlakuan Low Temperature Long Time Blanching
Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk menguji unjuk kerja pengering tenaga surya tipe efek rumah kaca pada pengeringan cabai dengan perlakuan low temperature long time (LTLT) bla...
Pemanfaatan Kombinasi Ampas Kopi Arabika dan Ampas Teh : Potensi sebagai Body Scrub Alami
Pemanfaatan Kombinasi Ampas Kopi Arabika dan Ampas Teh : Potensi sebagai Body Scrub Alami
Abstrak
Ampas kopi Arabika (Coffea arabica L.) dan ampas teh merupakan limbah dari bahan alami yang berpotensi dijadikan bahan utama dalam formulasi body scrub. Ampas kopi den...
KARAKTERISASI KARBON AKTIF TERAKTIVASI NaCl DARI AMPAS TAHU
KARAKTERISASI KARBON AKTIF TERAKTIVASI NaCl DARI AMPAS TAHU
<p>Ampas tahu merupakan residu proses pembuatan tahu. Ampas tahu yang dihasilkan dalam proses pembuatan tahu cukup melimpah. Pemanfaatan ampas tahu selama ini dapat digunakan...

