Javascript must be enabled to continue!
BANDWAGON EFFECT SEBAGAI AKIBAT KONTEN DAN KOMENTAR YANG BERKAITAN DENGAN BUNUH DIRI DI MEDIA SOSIAL TIKTOK
View through CrossRef
Media sosial merupakan salah satu bentuk perkembangan zaman yang memiliki banyak fungsi. Salah satu media sosial yang paling diminati anak muda adalah TikTok. Namun, mereka yang mengonsumsi konten TikTok secara tidak bijak dapat mengalami bandwagon effect atau efek ikut-ikutan yang mengarah pada hal negatif. Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola bahasa dalam konten dan komentar di TikTok terkait tendensi bunuh diri yang menyebabkan bandwagon effect. Tujuan lain dari penelitian ini untuk mengemukakan peran konten dan komentar terkait tendensi bunuh diri di TikTok dalam menyebabkan bandwagon effect. Tendensi bunuh diri dalam konten dan komentar dapat berupa narasi tentang kematian atau bunuh diri, mencari cara untuk bunuh diri, ekspresi putus asa atau terjebak dalam situasi sulit, dan kerinduan bahkan keinginan menyusul orang yang telah tiada. Dalam mengupas fenomena tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan psikolinguistik Hipotesis Sapir-Whorf yang menyatakan bahwa bahasa dapat memengaruhi pola pikir manusia dan lebih lanjut kebudayaan. Penelitian ini menggunakan metode campuran antara kualitatif deskriptif dan kuantitatif deskriptif. Penelitian ini menggunakan analisis korpus dari konten dan komentar TikTok serta hasil survei yang ditujukan pada sejumlah pengguna TikTok. Penelitian ini menemukan beberapa pola bahasa yang sering muncul dalam konten dan komentar, seperti kata-kata yang sering muncul beserta kolokasi dan klusternya dan kecenderungan penggunaan subjek “aku”. Hal tersebut menandakan adanya saling pengaruh antarpengguna TikTok melalui kata-kata tertentu dan menyebabkan bandwagon effect.
Kata kunci: bandwagon effect; TikTok; bunuh diri; pola bahasa; psikolinguistik
Social media is a form of modern development that has many functions. One of the social media that is most popular with young people is TikTok. However, those who consume TikTok content unwisely can experience the bandwagon effect or bandwagon effect which leads to negative things. This research aims to map language patterns in content and comments on TikTok related to suicidal tendencies which cause the bandwagon effect. Another aim of this research is to reveal the role of content and comments related to suicidal tendencies on TikTok in causing the bandwagon effect. Suicidal tendencies in content and comments can take the form of narratives about death or suicide, looking for ways to commit suicide, expressions of hopelessness or being trapped in difficult situations, and longing and even wanting to follow someone who has died. In examining this phenomenon, this research uses the psycholinguistic approach of the Sapir-Whorf Hypothesis which states that language can influence human thought patterns and furthermore culture. This research uses a mixed method of descriptive qualitative and descriptive quantitative. This research uses corpus analysis of TikTok content and comments as well as survey results aimed at a number of TikTok users. This research found several language patterns that often appear in content and comments, such as frequently appearing words along with their collocations and clusters and a tendency to use the subject "I". This indicates that there is mutual influence between TikTok users through certain words and causes a bandwagon effect.
Keywords: bandwagon effect; TikTok; suicide; language patterns; psycholinguistics
Title: BANDWAGON EFFECT SEBAGAI AKIBAT KONTEN DAN KOMENTAR YANG BERKAITAN DENGAN BUNUH DIRI DI MEDIA SOSIAL TIKTOK
Description:
Media sosial merupakan salah satu bentuk perkembangan zaman yang memiliki banyak fungsi.
Salah satu media sosial yang paling diminati anak muda adalah TikTok.
Namun, mereka yang mengonsumsi konten TikTok secara tidak bijak dapat mengalami bandwagon effect atau efek ikut-ikutan yang mengarah pada hal negatif.
Penelitian ini bertujuan untuk memetakan pola bahasa dalam konten dan komentar di TikTok terkait tendensi bunuh diri yang menyebabkan bandwagon effect.
Tujuan lain dari penelitian ini untuk mengemukakan peran konten dan komentar terkait tendensi bunuh diri di TikTok dalam menyebabkan bandwagon effect.
Tendensi bunuh diri dalam konten dan komentar dapat berupa narasi tentang kematian atau bunuh diri, mencari cara untuk bunuh diri, ekspresi putus asa atau terjebak dalam situasi sulit, dan kerinduan bahkan keinginan menyusul orang yang telah tiada.
Dalam mengupas fenomena tersebut, penelitian ini menggunakan pendekatan psikolinguistik Hipotesis Sapir-Whorf yang menyatakan bahwa bahasa dapat memengaruhi pola pikir manusia dan lebih lanjut kebudayaan.
Penelitian ini menggunakan metode campuran antara kualitatif deskriptif dan kuantitatif deskriptif.
Penelitian ini menggunakan analisis korpus dari konten dan komentar TikTok serta hasil survei yang ditujukan pada sejumlah pengguna TikTok.
Penelitian ini menemukan beberapa pola bahasa yang sering muncul dalam konten dan komentar, seperti kata-kata yang sering muncul beserta kolokasi dan klusternya dan kecenderungan penggunaan subjek “aku”.
Hal tersebut menandakan adanya saling pengaruh antarpengguna TikTok melalui kata-kata tertentu dan menyebabkan bandwagon effect.
Kata kunci: bandwagon effect; TikTok; bunuh diri; pola bahasa; psikolinguistik
Social media is a form of modern development that has many functions.
One of the social media that is most popular with young people is TikTok.
However, those who consume TikTok content unwisely can experience the bandwagon effect or bandwagon effect which leads to negative things.
This research aims to map language patterns in content and comments on TikTok related to suicidal tendencies which cause the bandwagon effect.
Another aim of this research is to reveal the role of content and comments related to suicidal tendencies on TikTok in causing the bandwagon effect.
Suicidal tendencies in content and comments can take the form of narratives about death or suicide, looking for ways to commit suicide, expressions of hopelessness or being trapped in difficult situations, and longing and even wanting to follow someone who has died.
In examining this phenomenon, this research uses the psycholinguistic approach of the Sapir-Whorf Hypothesis which states that language can influence human thought patterns and furthermore culture.
This research uses a mixed method of descriptive qualitative and descriptive quantitative.
This research uses corpus analysis of TikTok content and comments as well as survey results aimed at a number of TikTok users.
This research found several language patterns that often appear in content and comments, such as frequently appearing words along with their collocations and clusters and a tendency to use the subject "I".
This indicates that there is mutual influence between TikTok users through certain words and causes a bandwagon effect.
Keywords: bandwagon effect; TikTok; suicide; language patterns; psycholinguistics.
Related Results
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...
“Memproduksi” Manusia lewat Psikologi
“Memproduksi” Manusia lewat Psikologi
Saat membicarakan mengenai tegangan politik antara Red Shirts dengan Yellow Shirts di Thailand, Benedict Anderson (2016) – seorang ahli Kajian Asia Tenggara – menuliskan bahwa seor...
Fenomena Kasus Bunuh Diri akibat Ijime pada Anak SMP di Jepang
Fenomena Kasus Bunuh Diri akibat Ijime pada Anak SMP di Jepang
Ijime adalah sebuah fenomena yang terbentuk akibat ditemukannya fenomena seseorang yang mem-bully dan seseorang yang menjadi korban dari ijime tersebut. Di Jepang, ijime menjadi sa...
Gambaran Ide Bunuh Diri pada Mahasiswa di Kota Bandung
Gambaran Ide Bunuh Diri pada Mahasiswa di Kota Bandung
Abstract. College students are one of the populations that have a risk of suicide. As a first step towards suicide attempts and actual suicide, suicidal ideation is considered a si...
Pappaseng Tellu Riala Sappo: Resiliensi Remaja Penyintas Bunuh Diri Di Kota Daeng Dalam Perspektif Teori Grotberg
Pappaseng Tellu Riala Sappo: Resiliensi Remaja Penyintas Bunuh Diri Di Kota Daeng Dalam Perspektif Teori Grotberg
Abstrak: Remaja penyintas bunuh diri merupakan remaja yang pernah berniat dan mencoba bunuh diri namun berhasil selamat dan bisa bertahan sampai sekarang. Resiliensi merupakan kema...
Social Media Use in Neurology: An Analysis of Alzheimer's Information on TikTok with Emphasis on Role of Healthcare Professionals
Social Media Use in Neurology: An Analysis of Alzheimer's Information on TikTok with Emphasis on Role of Healthcare Professionals
Abstract
Introduction
Alzheimer's disease (AD) is the most common neurodegenerative cause of dementia. Social media has become a major source of information for patients and famili...
Dukungan sosial teman sebaya dan kejadian ide bunuh diri pada mahasiswa
Dukungan sosial teman sebaya dan kejadian ide bunuh diri pada mahasiswa
Background: Mental health is said to be good when the brain feels calm and relaxed, allowing a person to appreciate others and enjoy everyday life. People who have mental health ar...

