Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

FORMULASI GAYA BAHASA INGKARI DALAM ALQURAN

View through CrossRef
AbstrakArtikel penelitian ini merupakan ringkasan hasil penelitian kelompok yang bertujuan mendeskripsikan formulasi gaya bahasa ingkari dilihat dari uslub nahwi-bahalaghi. Sumber datanya diambil melalui dokumentasi mushaf Alquran yang diterbitkan oleh Departemen Kementrian Agama RI tahun 1990 bekerja sama dengan Departemen Agama Islam, Urusan Wakaf dan Dakwah Kerajaan Arab Saudi. Objek penelitiannya terfokus pada seperangkat formulasi gaya bahasa ingkari yang dituturkan oleh orang-orang kafir musyrik. Adapun datanya dihimpun melalui dokumentasi dan format pencatatan. Kemudian data tersebut dianalisis secara kualitatif nahwiyah-balaghiyah dan kuantitatif yang mencakup frekuensi, presentase, rerata, dan rentang. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari uslub nahwi, gaya bahasa ingkari menggunakan uslub nahwi yang terdiri atas syarat, qasam, dan tahdid, sedangkan dari uslub balaghi, uslub ingkari menggunakan qashar, amr, nahy, dan istifham. Uslub ingkari itu muncul karena faktor kepribadian yang mencakup sikap, keyakinan syirik, pendakwan diri sebagai putra dan kesasih Allah, bersumpuh tidak syirik, anggapan bahwa Uzair dan Isa adalah putra Allah; anggapan bahwa Alquran adalah dongengan orang-orang terdahulu; anggapan bahqa da’i adalah lemah akal, tukang sihir, pendusta, gila, pencegah peribadatan mereka, larangan mendengar Alquran; anggapan bahwa orang mukmin adlah sesat dan mengada-ada; dan anggapan bahwa sanggup menanggung dosa orang-orang mukmin. Kata-kata kunci: Uslub ingkari, uslub nahwi-balaghiAbstractThis research article is a summary of the results of the group research that aims to describe the formulation of  the denied style seen from uslub nahwi-bahalaghi. Sources of data were taken through the Qur'an Manuscripts documentation published  by the Department of the Ministry of Religious Affairs in 1990 in collaboration with the Department of Islamic, Endowments and Propagation Affairs Kingdom of Saudi Arabia. The object of research is focused on the formulation of a set of spoken language style denied by the infidels and idolaters. The data were collected through documentation and recording format. Then the data is analyzed qualitatively through jawanib nahwiyah-balaghiyah and quantitatively through frequency, percentage, mean, and range. The results showed that of uslub nahwi, denied style is using uslub nahwi consisting of terms: qasam, and tahdid, while from uslub balaghi, denied uslub is using qashar, amr, nahy, and istifham. Denied sslub arised because of personality factors including attitudes, syirk beliefs,  accuseing themselves as God's sons and beloved, swearing not shirk, assumption of that Ezra and Jesus were  the son of God; assumption of that the Qur'an is the tales of the past; asssumption of that   preacher is weak reasonable, sorcerer, liar, lunatic, preventor  of their worship, prohibition of hearing  the Qur'an; assuming that the believer is someone misguided and ridiculous; and assumptions of that they could bear the sins of the believers.Keywords: Denied Uslub, uslub nahwi-balaghi
Title: FORMULASI GAYA BAHASA INGKARI DALAM ALQURAN
Description:
AbstrakArtikel penelitian ini merupakan ringkasan hasil penelitian kelompok yang bertujuan mendeskripsikan formulasi gaya bahasa ingkari dilihat dari uslub nahwi-bahalaghi.
Sumber datanya diambil melalui dokumentasi mushaf Alquran yang diterbitkan oleh Departemen Kementrian Agama RI tahun 1990 bekerja sama dengan Departemen Agama Islam, Urusan Wakaf dan Dakwah Kerajaan Arab Saudi.
Objek penelitiannya terfokus pada seperangkat formulasi gaya bahasa ingkari yang dituturkan oleh orang-orang kafir musyrik.
Adapun datanya dihimpun melalui dokumentasi dan format pencatatan.
Kemudian data tersebut dianalisis secara kualitatif nahwiyah-balaghiyah dan kuantitatif yang mencakup frekuensi, presentase, rerata, dan rentang.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari uslub nahwi, gaya bahasa ingkari menggunakan uslub nahwi yang terdiri atas syarat, qasam, dan tahdid, sedangkan dari uslub balaghi, uslub ingkari menggunakan qashar, amr, nahy, dan istifham.
Uslub ingkari itu muncul karena faktor kepribadian yang mencakup sikap, keyakinan syirik, pendakwan diri sebagai putra dan kesasih Allah, bersumpuh tidak syirik, anggapan bahwa Uzair dan Isa adalah putra Allah; anggapan bahwa Alquran adalah dongengan orang-orang terdahulu; anggapan bahqa da’i adalah lemah akal, tukang sihir, pendusta, gila, pencegah peribadatan mereka, larangan mendengar Alquran; anggapan bahwa orang mukmin adlah sesat dan mengada-ada; dan anggapan bahwa sanggup menanggung dosa orang-orang mukmin.
 Kata-kata kunci: Uslub ingkari, uslub nahwi-balaghiAbstractThis research article is a summary of the results of the group research that aims to describe the formulation of  the denied style seen from uslub nahwi-bahalaghi.
Sources of data were taken through the Qur'an Manuscripts documentation published  by the Department of the Ministry of Religious Affairs in 1990 in collaboration with the Department of Islamic, Endowments and Propagation Affairs Kingdom of Saudi Arabia.
The object of research is focused on the formulation of a set of spoken language style denied by the infidels and idolaters.
The data were collected through documentation and recording format.
Then the data is analyzed qualitatively through jawanib nahwiyah-balaghiyah and quantitatively through frequency, percentage, mean, and range.
The results showed that of uslub nahwi, denied style is using uslub nahwi consisting of terms: qasam, and tahdid, while from uslub balaghi, denied uslub is using qashar, amr, nahy, and istifham.
Denied sslub arised because of personality factors including attitudes, syirk beliefs,  accuseing themselves as God's sons and beloved, swearing not shirk, assumption of that Ezra and Jesus were  the son of God; assumption of that the Qur'an is the tales of the past; asssumption of that   preacher is weak reasonable, sorcerer, liar, lunatic, preventor  of their worship, prohibition of hearing  the Qur'an; assuming that the believer is someone misguided and ridiculous; and assumptions of that they could bear the sins of the believers.
Keywords: Denied Uslub, uslub nahwi-balaghi.

Related Results

ANALISIS GAYA BAHASA DALAM CERITA RAKYAT ACEH BESAR
ANALISIS GAYA BAHASA DALAM CERITA RAKYAT ACEH BESAR
Penelitian ini membahas tentang analisis gaya bahasa dalam cerita rakyat Aceh Besar. Rumusan masalah penelitian ini adalah apa saja jenis-jenis gaya bahasa yang terdapat dalam ceri...
ANALISIS STILISTIKA NOVEL “API TAUHID” KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY
ANALISIS STILISTIKA NOVEL “API TAUHID” KARYA HABIBURRAHMAN EL SHIRAZY
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pemakaian gaya bahasa, keunikan diksi dan penggunaan citraan pada novel Api Tauhid karya Habiburrahman El Shirazy yang diterbitkan oleh Re...
Penggunaan Gaya Bahasa Pada Tuturan-Tuturan Mengenai Isu Politik Pada Youtube Mata Najwa
Penggunaan Gaya Bahasa Pada Tuturan-Tuturan Mengenai Isu Politik Pada Youtube Mata Najwa
Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan menjelaskan berbagai bentuk gaya bahasa yang digunakan oleh Najwa Shihab dalam video Youtube Mata Najwa. Melalui analisis data ya...
GAYA BAHASA MAJALAH NATIONAL GEOGRAPHIC INDONESIA EDISI JULI-DESEMBER 2018
GAYA BAHASA MAJALAH NATIONAL GEOGRAPHIC INDONESIA EDISI JULI-DESEMBER 2018
Gaya bahasa merupakan salah satu unsur yang sangat penting untuk meningkatkan kualitas keindahan dalam sebuah tulisan. Penggunaan gaya bahasa yang terdapat dalam majalah juga mampu...
GAYA MENGAJAR OTORITER DAN DEMOKRATIS TERHADAP HASIL BELAJAR RENANG GAYA BEBAS
GAYA MENGAJAR OTORITER DAN DEMOKRATIS TERHADAP HASIL BELAJAR RENANG GAYA BEBAS
Permasalahan yang diungkapkan dalam penelitian ini adalah : 1) apakah ada pengaruh signifikan gaya mengajar otoriter terhadap hasil belajar renang gaya bebas. 2) apakah ada pengaru...
Pemerolehan Bahasa Dalam Perspektif Psikolinguistik Dan Alquran
Pemerolehan Bahasa Dalam Perspektif Psikolinguistik Dan Alquran
Pemerolehan bahasa merupakan proses yang dialami manusia dalam perkembangan bahasanya. Pemerolehan ini bersifat alami.Pokok masalah dalam artikel ini adalah 1) Bagaimana teori peme...

Back to Top