Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Filogenetik ikan tuna (Thunnus spp.) di Perairan Maluku Utara, Indonesia

View through CrossRef
The tuna fish (Thunnus spp.) is highly migratory and commercial tuna fishery. The fish tuna abudance supported ocea-nography and geography condition in North Mallucas Sea. The fishery targets catch increase on fish tuna provided a view of the need for assessment of phylogenetic tuna. The study was conducted to infer the phylogenetic in North Mollucas Sea. The research method was PCR-Sequensing. Moleculer analysis included extraction, Polymerase Chain Reaction (PCR), electrophoresis and DNA sequencing in control region mtDNA locus. Phylogenetic reconstructed with Neigbor joining with Kimura 2-parameter model using MEGA5. The result showed that four clade (bigeye, yellowfin, alalunga and skipjack). Genetic distance between bigeye with yellowfin was (0.084), bigeye with alalunga (0.163), ye-llowfin with alalunga (0.174), bigeye with skipjack (0.294), skipjack with alalunga (0.312) and yellowfin with skipjack (0.297). The overall result showed significant genetic different. That information explain about one populations species tuna. The tuna phylogeography unlimitedin geographic distributions. AbstrakIkan tuna (Thunnus spp.) adalah ikan pelagis yang memiliki kemampuan ruaya dan nilai komersial. Kondisi oseanogra-fis dan letak geografis mendukung kelimpahan stok sumber daya ikan tuna di Perairan Maluku Utara. Aktifitas penang-kapan yang meningkat memberikan pandangan perlu adanya pengkajian filogenetik ikan tuna. Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi filogenetik ikan tuna di perairan Maluku Utara. Metode yang digunakan adalah metode PCR-Sekuensing pada lokus mtDNA control region. Analisis molekuler meliputi ekstraksi, Polymerase Chain Reaction (PCR), elektroforesis dan sekuensing DNA. Rekonstruksi pohon filogenetik dengan metode Neighbor joining dengan model evolusi Kimura 2-parameter dilakukan menggunakan aplikasi MEGA5. Hasil penelitian menemukan empat clade spesies ikan tuna yang berbeda (tuna mata besar, sirip kuning, alalunga, dan cakalang). Jarak genetik tuna mata besar (Thunnus obesus) dengan sirip kuning (Thunnus albacares) adalah 0,084; tuna mata besar dengan tuna alalunga (Thunnus albacore) adalah 0,163; tuna sirip kuning dengan tuna alalunga sebesar 0,174; tuna mata besar dengan caka-lang (Katsuwonus pelamis) adalah 0,294; cakalang dengan tuna alalunga adalah 0,312; dan tuna sirip kuning dengan cakalang adalah 0,297. Semua hasil menunjukkan perbedaan genetik signifikan. Namun dapat dijelaskan bahwa spesies tuna berasal dari satu keturunan. Filogeografi tuna tidak memiliki batas distribusi yang nyata spesies.
Title: Filogenetik ikan tuna (Thunnus spp.) di Perairan Maluku Utara, Indonesia
Description:
The tuna fish (Thunnus spp.
) is highly migratory and commercial tuna fishery.
The fish tuna abudance supported ocea-nography and geography condition in North Mallucas Sea.
The fishery targets catch increase on fish tuna provided a view of the need for assessment of phylogenetic tuna.
The study was conducted to infer the phylogenetic in North Mollucas Sea.
The research method was PCR-Sequensing.
Moleculer analysis included extraction, Polymerase Chain Reaction (PCR), electrophoresis and DNA sequencing in control region mtDNA locus.
Phylogenetic reconstructed with Neigbor joining with Kimura 2-parameter model using MEGA5.
The result showed that four clade (bigeye, yellowfin, alalunga and skipjack).
Genetic distance between bigeye with yellowfin was (0.
084), bigeye with alalunga (0.
163), ye-llowfin with alalunga (0.
174), bigeye with skipjack (0.
294), skipjack with alalunga (0.
312) and yellowfin with skipjack (0.
297).
The overall result showed significant genetic different.
That information explain about one populations species tuna.
The tuna phylogeography unlimitedin geographic distributions.
 AbstrakIkan tuna (Thunnus spp.
) adalah ikan pelagis yang memiliki kemampuan ruaya dan nilai komersial.
Kondisi oseanogra-fis dan letak geografis mendukung kelimpahan stok sumber daya ikan tuna di Perairan Maluku Utara.
Aktifitas penang-kapan yang meningkat memberikan pandangan perlu adanya pengkajian filogenetik ikan tuna.
Penelitian ini bertujuan untuk memperoleh informasi filogenetik ikan tuna di perairan Maluku Utara.
Metode yang digunakan adalah metode PCR-Sekuensing pada lokus mtDNA control region.
Analisis molekuler meliputi ekstraksi, Polymerase Chain Reaction (PCR), elektroforesis dan sekuensing DNA.
Rekonstruksi pohon filogenetik dengan metode Neighbor joining dengan model evolusi Kimura 2-parameter dilakukan menggunakan aplikasi MEGA5.
Hasil penelitian menemukan empat clade spesies ikan tuna yang berbeda (tuna mata besar, sirip kuning, alalunga, dan cakalang).
Jarak genetik tuna mata besar (Thunnus obesus) dengan sirip kuning (Thunnus albacares) adalah 0,084; tuna mata besar dengan tuna alalunga (Thunnus albacore) adalah 0,163; tuna sirip kuning dengan tuna alalunga sebesar 0,174; tuna mata besar dengan caka-lang (Katsuwonus pelamis) adalah 0,294; cakalang dengan tuna alalunga adalah 0,312; dan tuna sirip kuning dengan cakalang adalah 0,297.
Semua hasil menunjukkan perbedaan genetik signifikan.
Namun dapat dijelaskan bahwa spesies tuna berasal dari satu keturunan.
Filogeografi tuna tidak memiliki batas distribusi yang nyata spesies.

Related Results

Salmonella occurrence and myoglobin (mb) in frozen smoked tuna
Salmonella occurrence and myoglobin (mb) in frozen smoked tuna
Title (Bahasa Indonesia): Keberadaan salmonella dan tingkat kesegaran frozen smoked tuna This study aimed to quantify Salmonella, Total and Total Plate Count (TPC) in ...
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Volume Ekspor Ikan Tuna Indonesia
Analisis Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Volume Ekspor Ikan Tuna Indonesia
 Permasalahan dalam penelitian ini apakah harga ekspor ikan tuna, jumlah produksi ikan tuna dalam negeri dan nilai tukar rupiah ( kurs ) berpengaruh terhadap volume ekspor ikan tun...
Pengaruh Jumlah Produksi Tuna, Harga Ekspor Tuna, dan Nilai Tukar Dolar Terhadap Volume Ekspor Tuna Indonesia
Pengaruh Jumlah Produksi Tuna, Harga Ekspor Tuna, dan Nilai Tukar Dolar Terhadap Volume Ekspor Tuna Indonesia
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh jumlah produksi tuna, harga ekspor tuna, dan nilai tukar dolar terhadap volume ekspor tuna Indonesia. Data yang digunakan merup...
STATUS PERIKANAN HUHATE (POLE AND LINE) DI BITUNG, SULAWESI UTARA
STATUS PERIKANAN HUHATE (POLE AND LINE) DI BITUNG, SULAWESI UTARA
Tulisan ini menyajikan tentang status perikanan huhate di Bitung meliputi deskripsi unit penangkapan, daerah penangkapan, komposisi hasil tangkapan, catch per unit of effort, dan u...
Evaluation of 16S rRNA Gene Sequence for DNA Barcoding of Tuna Fish
Evaluation of 16S rRNA Gene Sequence for DNA Barcoding of Tuna Fish
For fish product authentication, DNA barcoding has been a reliable tool. This is due to its requirement of a small amount of tissue sample in order to conduct a full analysis for s...
PERIKANAN TUNA SIRIP KUNING (Thunnus albacares Bonnaterre, 1788) PADA ARMADA TONDA DI SAMUDERA HINDIA SELATAN JAWA
PERIKANAN TUNA SIRIP KUNING (Thunnus albacares Bonnaterre, 1788) PADA ARMADA TONDA DI SAMUDERA HINDIA SELATAN JAWA
Tuna sirip kuning (Thunnus albacares) merupakan hasil tangkapan terbanyak dibandingkan dengan jenis tuna lainnya di Indonesia. Ketersediaan stok tuna sirip kuning di Samudra Hindia...
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
Pengolahan Ikan di Kabupaten Bantaeng
UKM Melati dan UKM Sipatujui adalah dua mitra yang bergerak dalam bidang pengolahan ikan di Kabupaten Bantaeng. Kedua mitra selama ini hanya mengembangkan kerupuk amplang dan bakso...
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
TINGKAT PREVELENSI EKTOPARASIT IKAN BAWAL BINTANG (Trachinotus blochii) di BALAI BESAR PERIKANAN BUDIDAYA LAUT LAMPUNG
Kegiatan budidaya dengan sistem keramba jaring apung (KJA), merupakan inovasi yang diharapkan mampu meningkatkan efesiensi, efektivitas, dan kontrol terhadap ikan yang dibudidayaka...

Back to Top