Javascript must be enabled to continue!
Efektivitas Pemberian Ekstrak Daun Katuk terhadap Produksi Air Susu Ibu di Praktik Bidan Lasmaria Batangkuis
View through CrossRef
ABSTRACT World Health Organization (WHO) in 2016 shows that the rate of exclusive breastfeeding in the world is around 38% on average, while the WHO target reaches 50%. Problems that occur during the puerperium for 2 hours after delivery are one of the inconveniences of breastfeeding for mothers. Katuk leaves (Sauropus ansrogynus) has been shown to have pharmacological properties as an antibacterial, anti-inflammatory, anti-anemia and can increase milk production in postpartum mothers. The difference in activity is due to the presence of katuk which has various kinds of compounds which have their own role in pharmacological activity. The purpose of this study was to determine the effectiveness of giving katuk leaf extract on breast milk production at the Lasmaria Batangkuis Midwife Practice using a quasi-experimental and a non-equivalent control group design. The experimental sample group (consumption of katuk leaf extract) was 25 people and the control group was 25 people. Data collection methods use primary and secondary data as well as univariate and bivariate data analysis.statistic t-test showed that in the experimental group it was found that sig (2-tailed) was 0.000 <0.05, so it can be concluded that there was an effect of consumption of katuk leaf extract on the production of breast milk in postpartum mothers. It is hoped that this research can increase the knowledge and understanding of health workers and the public, especially breastfeeding mothers, to consume katuk leaf extract regularly so that breast milk remains smooth and the baby's nutritional needs are met. So that babies get exclusive breastfeeding for 6 months without being given additional complementary breast milk or formula milk. Keywords: Katuk Leaf Extract, Breast Milk Production ABSTRAK World Health Organization (WHO) tahun 2016 menunjukkan angka pemberian ASI eksklusif di dunia rata-rata berkisar 38% sedangkan target WHO mencapai 50%. Masalah yang terjadi pada saat masa nifas selama 2 jam setelah melahirkan merupakan salah satu ketidaknyamanan menyusui pada ibu. Daun katuk (Sauropus ansrogynus) terbukti memiliki khasiat farmakologi sebagai antibakteri, antiinflamasi, antianemia dan dapat memperbanyak produksi ASI pada ibu nifas. Perbedaan aktivitas itu karena adanya kandungan katuk yang memiliki berbagai macam kandungan senyawa yang memiliki peran tersendiri terhadap aktivitas farmakologi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pemberian ekstrak daun katuk terhadap produksi Air Susu Ibu di Praktik Bidan Lasmaria Batangkuis dengan menggunakan metode quasi eksperimen dan desain non equivalent control group design. Kelompok sampel eksperimen (konsumsi ekstrak daun katuk) berjumlah 25 orang dan kelompok kontrol berjumlah 25 orang. Metode pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder serta analisa data univariat dan bivariat. Hasil uji statistik t test menujukkan bahwa pada kelompok eksperimen didapatkan bahwa sig (2-tailed) adalah 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan ada pengaruh konsumsi ekstrak daun katuk terhadap pengeluaran produksi Air Susu Ibu pada ibu nifas. Diharapkan penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tenaga kesehatan dan masyarakat, terutama pada ibu menyusui untuk mengkonsumsi Ekstrak daun katuk secara teratur sehingga ASI tetap lancar dan kebutuhan gizi bayi terpenuhi. Agar bayi mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan tanpa diberi tambahan pendamping ASI atau susu formula. Kata Kunci: Ekstrak Daun Katuk, Produksi ASI
Universitas Malahayati Bandar Lampung
Title: Efektivitas Pemberian Ekstrak Daun Katuk terhadap Produksi Air Susu Ibu di Praktik Bidan Lasmaria Batangkuis
Description:
ABSTRACT World Health Organization (WHO) in 2016 shows that the rate of exclusive breastfeeding in the world is around 38% on average, while the WHO target reaches 50%.
Problems that occur during the puerperium for 2 hours after delivery are one of the inconveniences of breastfeeding for mothers.
Katuk leaves (Sauropus ansrogynus) has been shown to have pharmacological properties as an antibacterial, anti-inflammatory, anti-anemia and can increase milk production in postpartum mothers.
The difference in activity is due to the presence of katuk which has various kinds of compounds which have their own role in pharmacological activity.
The purpose of this study was to determine the effectiveness of giving katuk leaf extract on breast milk production at the Lasmaria Batangkuis Midwife Practice using a quasi-experimental and a non-equivalent control group design.
The experimental sample group (consumption of katuk leaf extract) was 25 people and the control group was 25 people.
Data collection methods use primary and secondary data as well as univariate and bivariate data analysis.
statistic t-test showed that in the experimental group it was found that sig (2-tailed) was 0.
000 <0.
05, so it can be concluded that there was an effect of consumption of katuk leaf extract on the production of breast milk in postpartum mothers.
It is hoped that this research can increase the knowledge and understanding of health workers and the public, especially breastfeeding mothers, to consume katuk leaf extract regularly so that breast milk remains smooth and the baby's nutritional needs are met.
So that babies get exclusive breastfeeding for 6 months without being given additional complementary breast milk or formula milk.
Keywords: Katuk Leaf Extract, Breast Milk Production ABSTRAK World Health Organization (WHO) tahun 2016 menunjukkan angka pemberian ASI eksklusif di dunia rata-rata berkisar 38% sedangkan target WHO mencapai 50%.
Masalah yang terjadi pada saat masa nifas selama 2 jam setelah melahirkan merupakan salah satu ketidaknyamanan menyusui pada ibu.
Daun katuk (Sauropus ansrogynus) terbukti memiliki khasiat farmakologi sebagai antibakteri, antiinflamasi, antianemia dan dapat memperbanyak produksi ASI pada ibu nifas.
Perbedaan aktivitas itu karena adanya kandungan katuk yang memiliki berbagai macam kandungan senyawa yang memiliki peran tersendiri terhadap aktivitas farmakologi.
Tujuan penelitian ini untuk mengetahui efektivitas pemberian ekstrak daun katuk terhadap produksi Air Susu Ibu di Praktik Bidan Lasmaria Batangkuis dengan menggunakan metode quasi eksperimen dan desain non equivalent control group design.
Kelompok sampel eksperimen (konsumsi ekstrak daun katuk) berjumlah 25 orang dan kelompok kontrol berjumlah 25 orang.
Metode pengumpulan data menggunakan data primer dan sekunder serta analisa data univariat dan bivariat.
Hasil uji statistik t test menujukkan bahwa pada kelompok eksperimen didapatkan bahwa sig (2-tailed) adalah 0,000 < 0,05, maka dapat disimpulkan ada pengaruh konsumsi ekstrak daun katuk terhadap pengeluaran produksi Air Susu Ibu pada ibu nifas.
Diharapkan penelitian ini dapat meningkatkan pengetahuan dan pemahaman tenaga kesehatan dan masyarakat, terutama pada ibu menyusui untuk mengkonsumsi Ekstrak daun katuk secara teratur sehingga ASI tetap lancar dan kebutuhan gizi bayi terpenuhi.
Agar bayi mendapatkan ASI eksklusif selama 6 bulan tanpa diberi tambahan pendamping ASI atau susu formula.
Kata Kunci: Ekstrak Daun Katuk, Produksi ASI.
Related Results
Efektivitas Konsumsi Daun Katuk Terhadap Produksi ASI pada Ibu Nifas
Efektivitas Konsumsi Daun Katuk Terhadap Produksi ASI pada Ibu Nifas
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya efektivitas konsumsi daun katuk terhadap produksi ASI di PMB HJ. Nani Yuningsih, ST.r. Keb Babelan Kabupaten Bekasi Tahun 2023. Met...
Pengaruh Tepung Daun Kelor dengan Daun Katuk Terhadap Performan dan Efisiensi Penggunaan Protein Ternak Babi
Pengaruh Tepung Daun Kelor dengan Daun Katuk Terhadap Performan dan Efisiensi Penggunaan Protein Ternak Babi
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh tepung daun kelor dengan daun katuk dalam ransum terhadap performan dan efisiensi penggunaan protein ternak babi. Rancangan yang ...
Formulasi dan Karakterisasi Nanogel Ekstrak Etanol Daun Katuk (Breynia androgyna L.)
Formulasi dan Karakterisasi Nanogel Ekstrak Etanol Daun Katuk (Breynia androgyna L.)
Abstract. Katuk leaf is a medicinal plant in Southeast Asia, including Indonesia. Nanogels are gels with small particle sizes and large surface areas that can increase the penetrat...
PEMBERIAN PIJAT BAYI DAN SARI DAUN KATUK DALAM MENINGKATKAN BOUNDING ATTACHMENT
PEMBERIAN PIJAT BAYI DAN SARI DAUN KATUK DALAM MENINGKATKAN BOUNDING ATTACHMENT
Bayi baru lahir (BBL) akan beradaptasi dengan lingkungan yang baru. Cara untuk menguatkan proses adaptasi BBL dengan bounding attachment.Bounding attachment dapat dilakukan...
Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Katuk Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Postpartum Di Puskesmas Kombos Kota Manado
Pengaruh Pemberian Rebusan Daun Katuk Terhadap Produksi ASI Pada Ibu Postpartum Di Puskesmas Kombos Kota Manado
Pendahulaun : Memberikan ASI eksklusif selama enam bulan pertama dan melanjutkan hingga dua tahun direkomendasikan untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian bayi. Meningkatkan ...
LITERATURE REVIEW : PENGARUH DAUN KATUK TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI
LITERATURE REVIEW : PENGARUH DAUN KATUK TERHADAP PRODUKSI ASI PADA IBU MENYUSUI
Pendahuluan. WHO memperkirakan terdapat 46.280 juta bayi baru lahir pada tahun 2020 dari jumlah tersebut, hanya 32,8% yang mendapat ASI dengan benar, dan 12,5% tidak menerima ASI ...
Pengaruh Level Protein dan Suplementasi Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus) terhadap Kualitas Karkas Broiler
Pengaruh Level Protein dan Suplementasi Ekstrak Daun Katuk (Sauropus androgynus) terhadap Kualitas Karkas Broiler
ABSTRAKPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh level protein dan suplementasi ekstrak daun katuk (Sauropus androgynus) terhadap kualitas karkas broiler. Sebanyak 72 ek...
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
SIFAT ANTIOKSIDATIF EKSTRAK TEH (Camellia sinensis Linn.) JENIS TEH HIJAU, TEH HITAM, TEH OOLONG DAN TEH PUTIH DENGAN PENGERINGAN BEKU (Freeze Drying)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sifat antioksidatif ekstrak teh (Camellia sinensis Linn.) jenis teh hijau, teh hitam, teh oolong dan teh putih dengan pengeringan beku (Fr...

