Javascript must be enabled to continue!
Komunikasi Pembangunan dalam Pemberdayaan Kelompok Tani Hutan Budi Daya Lebah Madu
View through CrossRef
Peran Kesatuan Pengelolaan Hutan dalam mengelola dan memanfaatkan hutan adalah melakukan konservasi sumber daya alam hayati dengan tujuan perubahan sosial menuju tatanan kehidupan masyarakat yang lebih baik. Pemilihan jenis usaha budi daya lebah madu pada Kelompok Tani Hutan di Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis menyesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan masyarakat yang berprofesi sebagai petani, yaitu memanfaatkan kawasan hutan yang dimiliki masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang komunikasi pembangunan yang dilakukan oleh agen perubahan dalam memberdayakan Kelompok Tani Hutan budi daya lebah madu di Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Informan penelitian terdiri dari enam orang yang dipilih melalui teknik purposive. Komunikasi pembangunan yang dilakukan oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan menggunakan komunikasi partisipatif melalui tiga tahapan, yaitu mempromosikan, pembinaan, dan evaluasi program Kelompok Tani Hutan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Kelompok Tani Hutan memberikan keuntungan dari segi peningkatan kualitas cara budi daya lebah madu dan kuantitas hasil panen. Selain menambah pendapatan, program Kelompok Tani Hutan juga memperbaiki kebaharuan cara bertani hutan.
Badan Penelitian dan Pengembangan Provinsi Kalimantan Selatan
Title: Komunikasi Pembangunan dalam Pemberdayaan Kelompok Tani Hutan Budi Daya Lebah Madu
Description:
Peran Kesatuan Pengelolaan Hutan dalam mengelola dan memanfaatkan hutan adalah melakukan konservasi sumber daya alam hayati dengan tujuan perubahan sosial menuju tatanan kehidupan masyarakat yang lebih baik.
Pemilihan jenis usaha budi daya lebah madu pada Kelompok Tani Hutan di Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis menyesuaikan dengan lingkungan dan kebutuhan masyarakat yang berprofesi sebagai petani, yaitu memanfaatkan kawasan hutan yang dimiliki masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tentang komunikasi pembangunan yang dilakukan oleh agen perubahan dalam memberdayakan Kelompok Tani Hutan budi daya lebah madu di Kecamatan Bantan Kabupaten Bengkalis.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif.
Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi.
Informan penelitian terdiri dari enam orang yang dipilih melalui teknik purposive.
Komunikasi pembangunan yang dilakukan oleh Kesatuan Pengelolaan Hutan menggunakan komunikasi partisipatif melalui tiga tahapan, yaitu mempromosikan, pembinaan, dan evaluasi program Kelompok Tani Hutan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa program Kelompok Tani Hutan memberikan keuntungan dari segi peningkatan kualitas cara budi daya lebah madu dan kuantitas hasil panen.
Selain menambah pendapatan, program Kelompok Tani Hutan juga memperbaiki kebaharuan cara bertani hutan.
Related Results
Studi Komparasi Tentang Motivasi dan Pendapatan Anggota Kelompok Tani Ngudi Tani dan Tani Maju di Desa Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara
Studi Komparasi Tentang Motivasi dan Pendapatan Anggota Kelompok Tani Ngudi Tani dan Tani Maju di Desa Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara
<p>Kelompok tani adalah kelembagaan pertanian yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan, sumberdaya, dan keakraban untuk meningkatkan dan men...
KONTRIBUSI PENDAPATAN MASYARAKAT KELOMPOK TANI LEBAH DALAM PEMBUDIDAYAAN LEBAH MADU TRIGONA SP DI DESA ABENGGI KECAMATAN LANDONO
KONTRIBUSI PENDAPATAN MASYARAKAT KELOMPOK TANI LEBAH DALAM PEMBUDIDAYAAN LEBAH MADU TRIGONA SP DI DESA ABENGGI KECAMATAN LANDONO
Madu merupakan salah satu hasil hutan non kayu yang sudah lama dimanfaatkan di Indonesia. Salah satu jenis lebah penghasil madu yang ada di Indonesia adalah lebah trigona. Madu mer...
HILIRISASI SARANG LEBAH MADU MENJADI PRODUK LILIN AROMATERAPI BAGI MASYARAKAT PETANI LEBAH MADU
HILIRISASI SARANG LEBAH MADU MENJADI PRODUK LILIN AROMATERAPI BAGI MASYARAKAT PETANI LEBAH MADU
Madu merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu (HHBK) unggulan di Kabupaten Tanah Laut. Pada pengambilan hasil madu, sarangnya tidak dimanfaatkan lebih lanjut oleh para peternak ...
PENGEMBANGAN BUDIDAYA LEBAH MADU LOKAL “KELE-KELE” (Trigona Spp) PADA MASYARAKAT PINGGIRAN HUTAN DI KECAMATAN PUPUAN KABUPATEN TABANAN
PENGEMBANGAN BUDIDAYA LEBAH MADU LOKAL “KELE-KELE” (Trigona Spp) PADA MASYARAKAT PINGGIRAN HUTAN DI KECAMATAN PUPUAN KABUPATEN TABANAN
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat yang dilakukan di Desa Kebon Padangan, Kecamatan Pupuan, Kabupaten T...
PEMBUATAN SABUN MADU BAGI MASYARAKAT PETANI LEBAH MADU
PEMBUATAN SABUN MADU BAGI MASYARAKAT PETANI LEBAH MADU
Madu merupakan salah satu hasil hutan bukan kayu (HHBK) unggulan di Kabupaten Tanah Laut yang ditetapkan melalui Keputusan Bupati Tanah Laut Nomor 188.45/463-KUM/2013 tanggal 10 Se...
Identification of Honeybee Feeding Plants as Source of Nectar and Pollen
Identification of Honeybee Feeding Plants as Source of Nectar and Pollen
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tanaman yang berpotensi sebagai pakan lebah dan tanaman penghasil nektar dan polen sebagai sumber pakan lebah. Lokasi pe...
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Madu di Desa Danau Lamo Kabupaten Muaro Jambi
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Produksi Madu di Desa Danau Lamo Kabupaten Muaro Jambi
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari faktor-faktor yang mempengaruhi produksi peternakan lebah madu Apis mellifera di Desa Danau Lamo. Penelitian ini dilaksanakan pada tangg...
Penyuluhan Budidaya Lebah Madu Di Nagori Dolok Marawa Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun
Penyuluhan Budidaya Lebah Madu Di Nagori Dolok Marawa Kecamatan Silou Kahean Kabupaten Simalungun
Budidaya lebah madu di Nagori Merawa dilakukan karena madu memiliki banyak manfaat, selain bermanfaat bagi manusia, madu juga merupakan kebutuhan manusia, maka budidaya lebah madu ...

