Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

PENERAPAN TEKNIK CUTTING PADA PROGRAM DOKUMENTER TELEVISI “MENGIRING NEGERI”

View through CrossRef
A documentary program is a television show that presents information by emphasizing facts and reality. However, several documentary programs do not apply cutting techniques optimally, resulting in a lack of harmony between visual transitions, narration, and background music. This hinders the effective delivery of the message or information contained within the documentary. Therefore, the proper application of cutting techniques is essential to support information delivery and to create coherence in visual transitions. In the program “Mengiring Negeri”, cutting techniques such as cutting by narration, cutting by rhythm, and cutting by moment are applied. Cutting by narration creates visual transitions that align with the narration; cutting by rhythm aligns visual transitions with the beats, rhythm, or tempo of the background music; and cutting by moment synchronizes transitions with the momentum or movement of the subject being filmed. The use of these techniques—cutting by narration, cutting by rhythm, and cutting by moment—supports the delivery of information, ensures coherent visual transitions, and creates a dynamic and varied visual experience. ABSTRAKProgram dokumenter merupakan program acara televisi yang menyajikan informasi dengan mengedepankan fakta dan realita. Akan tetapi, saat ini pada beberapa program dokumenter yang ada kurang menerapkan teknik cutting secara optimal yang berdampak pada kurangnya keselarasan antara perpindahan gambar dengan narasi serta backsound. Hal ini menyebabkan pesan ataupun informasi yang terkandung dalam program dokumenter tidak dapat tersampaikan dengan baik. Oleh karena itu, penerapan teknik cutting yang tepat menjadi penting dalam mendukung penyampaian informasi dan menciptakan keselarasan dalam perpindahan gambar. Pada program “Mengiring Negeri” diterapkan teknik cutting seperti cutting by narration, cutting by rhythm dan cutting by moment. Penerapan cutting by narration menciptakan keselarasan perpindahan gambar berdasarkan narasi, cutting by rhythm menciptakan keselarasan perpindahan gambar berdasarkan ketukan, ritme atau irama musik ilustrasi yang digunakan, dan cutting by moment menciptakan keselarasan perpindahan gambar berdasarkan momentum atau pergerakan yang terjadi pada objek yang dituju. Dengan penerapan teknik cutting by narration, cutting by rhythm dan cutting by moment dapat mendukung informasi yang disampaikan, menciptakan keselarasan dalam perpindahan gambar, dan menciptakan visual yang dinamis serta variatif.
Title: PENERAPAN TEKNIK CUTTING PADA PROGRAM DOKUMENTER TELEVISI “MENGIRING NEGERI”
Description:
A documentary program is a television show that presents information by emphasizing facts and reality.
However, several documentary programs do not apply cutting techniques optimally, resulting in a lack of harmony between visual transitions, narration, and background music.
This hinders the effective delivery of the message or information contained within the documentary.
Therefore, the proper application of cutting techniques is essential to support information delivery and to create coherence in visual transitions.
In the program “Mengiring Negeri”, cutting techniques such as cutting by narration, cutting by rhythm, and cutting by moment are applied.
Cutting by narration creates visual transitions that align with the narration; cutting by rhythm aligns visual transitions with the beats, rhythm, or tempo of the background music; and cutting by moment synchronizes transitions with the momentum or movement of the subject being filmed.
The use of these techniques—cutting by narration, cutting by rhythm, and cutting by moment—supports the delivery of information, ensures coherent visual transitions, and creates a dynamic and varied visual experience.
ABSTRAKProgram dokumenter merupakan program acara televisi yang menyajikan informasi dengan mengedepankan fakta dan realita.
Akan tetapi, saat ini pada beberapa program dokumenter yang ada kurang menerapkan teknik cutting secara optimal yang berdampak pada kurangnya keselarasan antara perpindahan gambar dengan narasi serta backsound.
Hal ini menyebabkan pesan ataupun informasi yang terkandung dalam program dokumenter tidak dapat tersampaikan dengan baik.
Oleh karena itu, penerapan teknik cutting yang tepat menjadi penting dalam mendukung penyampaian informasi dan menciptakan keselarasan dalam perpindahan gambar.
Pada program “Mengiring Negeri” diterapkan teknik cutting seperti cutting by narration, cutting by rhythm dan cutting by moment.
Penerapan cutting by narration menciptakan keselarasan perpindahan gambar berdasarkan narasi, cutting by rhythm menciptakan keselarasan perpindahan gambar berdasarkan ketukan, ritme atau irama musik ilustrasi yang digunakan, dan cutting by moment menciptakan keselarasan perpindahan gambar berdasarkan momentum atau pergerakan yang terjadi pada objek yang dituju.
Dengan penerapan teknik cutting by narration, cutting by rhythm dan cutting by moment dapat mendukung informasi yang disampaikan, menciptakan keselarasan dalam perpindahan gambar, dan menciptakan visual yang dinamis serta variatif.

Related Results

Korelasi Iklan Obat Demam di Televisi Terhadap Pemilihan Obat pada Swamedikasi
Korelasi Iklan Obat Demam di Televisi Terhadap Pemilihan Obat pada Swamedikasi
Swamedikasi dilakukan masyarakat untuk mengobati penyakit yang dapat dikenali sendiri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh iklan obat demam di televisi terhadap pemi...
MAKNA TELEVISI BAGI GENERASI Z
MAKNA TELEVISI BAGI GENERASI Z
Saat ini menonton televisi tidak menjadi pilihan utama bagi generasi saat ini. Di era globalilasi saat ini banya sekali media yang dipilih selain televisi. Penggunaan Televisi berb...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
LITERASI MEDIA TAYANGAN TELEVISI PADA SISWA SDN MELONG MANDIRI V KOTA CIMAHI
LITERASI MEDIA TAYANGAN TELEVISI PADA SISWA SDN MELONG MANDIRI V KOTA CIMAHI
Pola konsumsi media yang sudah beralih ke media digital saat ini, tidak membuat masyarakat di Indonesia mengesampingkan televisi sebagai media sumber informasi dan hiburan di ruang...
PENCIPTAAN FILM DOKUMENTER œSOTUNG MAGO MENGGUNAKAN GAYA EKSPOSITORY
PENCIPTAAN FILM DOKUMENTER œSOTUNG MAGO MENGGUNAKAN GAYA EKSPOSITORY
Sotung Mago is a Batak language which means don't disappear. The film Sotung Mago explains anxiety to the younger generation of children who do not know and understand the meaning ...
Rancang Bangun Antena Yagi 578 MHz Sebagai Penerima TV Digital
Rancang Bangun Antena Yagi 578 MHz Sebagai Penerima TV Digital
Televisi merupakan salah satu media massa yang sangat efektif dan dapat dinikmati secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat. Seiring perkembangan zaman, berkembang pula teknologi...
Rancang Bangun Antena Yagi 578 MHz Sebagai Penerima TV Digital
Rancang Bangun Antena Yagi 578 MHz Sebagai Penerima TV Digital
 Televisi merupakan salah satu media massa yang sangat efektif dan dapat dinikmati secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat. Seiring perkembangan zaman, berkembang pula teknolog...
Rancang Bangun Antena Yagi 578 MHz Sebagai Penerima TV Digital
Rancang Bangun Antena Yagi 578 MHz Sebagai Penerima TV Digital
 Televisi merupakan salah satu media massa yang sangat efektif dan dapat dinikmati secara luas oleh seluruh lapisan masyarakat. Seiring perkembangan zaman, berkembang pula teknolog...

Back to Top