Javascript must be enabled to continue!
PEMANFAATAN MESIN PENGERING JAGUNG UNTUK PENINGKATAN KUALITAS DAN PRODUKTIFITAS KELOMPOK TANI DESA NGENDEN AMPEL BOYOLALI
View through CrossRef
Permasalahan yang dihadapi oleh Kelompok Tani Ngenden 5 di Desa Ngenden Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali adalah pengeringan jagung yang masih konvensional mengandalkan sinar matahari, hal tersebut sangat bermasalah pada musim penghujan karena proses pengeringan jagung tidak dapat kering sempurna sehingga terjadi penurunan kualitas jagung. Pada musim penghujan hasil panen jagung banyak yang berjamur tidak laku dijual, kalaupun laku terjual dengan harga yang sangat murah sekali. Hasil panenan jagung dijual dengan harga yang ditentukan pengepul jagung karena para petani belum memiliki kemampuan untuk menentukan harga jualnya serta hasil panen jagung tersebut dijual hanya ke pedagang pengumpul saja. Tujuan kegiatan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat memperbaiki kondisi ekonomi para petani khususnya petani jagung desa Ngenden Ampel Boyolali dan meningkatkan pendapatan serta taraf hidup yang lebih layak, adanya efisiensi waktu pengeringan jagung maka para petani dapat memanfaatkan waktu tunggu pengeringan jagung dengan pekerjaan lain yang menambah nilai manfaat ekonominya sehingga meningkatkan taraf hidup para petani dan mengentaskan kemiskinan. Metode kegiatan meliputi pengadaan mesin pengering jagung, pendampingan penggunaan mesin pengering jagung, pelatihan perhitungan harga pokok penjualan jagung serta pelatihan manajemen pemasaran. Hasil kegiatan PKM diperoleh pengeringan jagung dengan mesin pengering menghasilkan jagung yang lebih berkualitas terutama di musim penghujan, tingkat kekeringan tinggi dengan kadar air 17%, warna jagung lebih bagus (cerah) dan bersih tidak ada awul-awul, serta tidak berdebu. Waktu pengeringan menjadi lebih singkat, yang biasanya dimusim penghujan bisa mencapai 2-5 hari, tetapi dengan menggunakan mesin pengering cukup 4-5 jam saja jagung sudah kering dengan kualitas yang bagus dengan tingkat penyusutan berat jagung kering menjadi lebih sedikit, sehingga meningkatkan produktivitas para petani. Petani sekarang sudah dapat menghitung harga pokok produksi untuk menentukan harga jual jagung yang layak setra petani mampu menjual jagung ke pihak lain tidak hanya bergantung pada pedagang pengumpul saja dengan berbagai media sosial seperti facebook, Instagram, WhapsApp untuk memasarkan jagung.
Title: PEMANFAATAN MESIN PENGERING JAGUNG UNTUK PENINGKATAN KUALITAS DAN PRODUKTIFITAS KELOMPOK TANI DESA NGENDEN AMPEL BOYOLALI
Description:
Permasalahan yang dihadapi oleh Kelompok Tani Ngenden 5 di Desa Ngenden Kecamatan Ampel Kabupaten Boyolali adalah pengeringan jagung yang masih konvensional mengandalkan sinar matahari, hal tersebut sangat bermasalah pada musim penghujan karena proses pengeringan jagung tidak dapat kering sempurna sehingga terjadi penurunan kualitas jagung.
Pada musim penghujan hasil panen jagung banyak yang berjamur tidak laku dijual, kalaupun laku terjual dengan harga yang sangat murah sekali.
Hasil panenan jagung dijual dengan harga yang ditentukan pengepul jagung karena para petani belum memiliki kemampuan untuk menentukan harga jualnya serta hasil panen jagung tersebut dijual hanya ke pedagang pengumpul saja.
Tujuan kegiatan Program Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat memperbaiki kondisi ekonomi para petani khususnya petani jagung desa Ngenden Ampel Boyolali dan meningkatkan pendapatan serta taraf hidup yang lebih layak, adanya efisiensi waktu pengeringan jagung maka para petani dapat memanfaatkan waktu tunggu pengeringan jagung dengan pekerjaan lain yang menambah nilai manfaat ekonominya sehingga meningkatkan taraf hidup para petani dan mengentaskan kemiskinan.
Metode kegiatan meliputi pengadaan mesin pengering jagung, pendampingan penggunaan mesin pengering jagung, pelatihan perhitungan harga pokok penjualan jagung serta pelatihan manajemen pemasaran.
Hasil kegiatan PKM diperoleh pengeringan jagung dengan mesin pengering menghasilkan jagung yang lebih berkualitas terutama di musim penghujan, tingkat kekeringan tinggi dengan kadar air 17%, warna jagung lebih bagus (cerah) dan bersih tidak ada awul-awul, serta tidak berdebu.
Waktu pengeringan menjadi lebih singkat, yang biasanya dimusim penghujan bisa mencapai 2-5 hari, tetapi dengan menggunakan mesin pengering cukup 4-5 jam saja jagung sudah kering dengan kualitas yang bagus dengan tingkat penyusutan berat jagung kering menjadi lebih sedikit, sehingga meningkatkan produktivitas para petani.
Petani sekarang sudah dapat menghitung harga pokok produksi untuk menentukan harga jual jagung yang layak setra petani mampu menjual jagung ke pihak lain tidak hanya bergantung pada pedagang pengumpul saja dengan berbagai media sosial seperti facebook, Instagram, WhapsApp untuk memasarkan jagung.
Related Results
Studi Komparasi Tentang Motivasi dan Pendapatan Anggota Kelompok Tani Ngudi Tani dan Tani Maju di Desa Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara
Studi Komparasi Tentang Motivasi dan Pendapatan Anggota Kelompok Tani Ngudi Tani dan Tani Maju di Desa Bobosan, Kecamatan Purwokerto Utara
<p>Kelompok tani adalah kelembagaan pertanian yang dibentuk atas dasar kesamaan kepentingan, kesamaan kondisi lingkungan, sumberdaya, dan keakraban untuk meningkatkan dan men...
Kajian karakteristik perpindahan panas pada ruang sistem pengering/pengasapan dengan enersi panas. dari bahan bakar 0
Kajian karakteristik perpindahan panas pada ruang sistem pengering/pengasapan dengan enersi panas. dari bahan bakar 0
Penggunaan lemari pengering untuk pengeringan masih mempunyai kelemahan, yaitu temperatur pengering di dalam lemari pengering sering tidak seragam atau tidak sama di setiap rak yan...
TINGKAT PARTISIPASI DAN PENDAPATAN KELOMPOK TANI MEKAR BAKTI 3
TINGKAT PARTISIPASI DAN PENDAPATAN KELOMPOK TANI MEKAR BAKTI 3
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) Tingkat partisipasi pada Kelompok Tani Mekar Bakti 3 sebagai anggota, sebagai pengelola, sebagai manajer (2) Pendapatan pada Kelompok...
Penerapan Mesin Pemipil Jagung Berbahan Bakar Gas
Penerapan Mesin Pemipil Jagung Berbahan Bakar Gas
Abtsrak. Tujuan diseminasi teknologi ini adalah kelompok petani jagung Tala dan Ballo Pattallasang, Takalar agar memiliki: (1) pengetahuan tentang pengembangan mesin pemipil jagung...
KELAYAKAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI KABUPATEN MUNA PROVINSI SULAWESI TENGGARA
KELAYAKAN USAHATANI JAGUNG HIBRIDA DI KABUPATEN MUNA PROVINSI SULAWESI TENGGARA
<p>Feasibility Study of Hybrid Maize Farming in Muna District Southeast Sulawesi Province. Maize harvest area in 2015 in Muna District was 13,159 ha with the production by 32...
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PERANAN KETUA KELOMPOK TANI DALAM MENINGKATKAN FUNGSI KELOMPOK TANI DI KECAMATAN BATU AMPAR KABUPATEN TANAH LAUT
PERANAN KETUA KELOMPOK TANI DALAM MENINGKATKAN FUNGSI KELOMPOK TANI DI KECAMATAN BATU AMPAR KABUPATEN TANAH LAUT
Pembinaan kelompok tani oleh para petugas penyuluh telah banyak dilakukan namun tidak semuanya merata secara optimal, kebanyakan petani masih belum merasa manfaat yang dia dapatkan...
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI MORTALITAS PADA PASIEN DENGAN FRAKTUR COSTA: Literature Review Anna Tri Wahyuni1), Masfuri2), Liya Arista3)1,2,3 Fakultas Ilmu Keperawatan Univers...

