Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Nilai Kadar Gula Darah Puasa berdasarkan Jenis Kelamin pada Masyarakat

View through CrossRef
Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder characterized by hyperglycemia and represents a growing public health concern worldwide, in which fasting blood glucose level serves as a key indicator of glycemic status and diabetes risk. Sex differences are known to influence glucose regulation through biological, hormonal, and lifestyle-related factors; however, local evidence comparing fasting blood glucose levels by sex remains limited, particularly in North Sulawesi, Indonesia. This study aimed to examine differences in fasting blood glucose levels based on sex among community-dwelling adults in Walian Dua Village, Tomohon City. A descriptive correlational study with a cross-sectional design was conducted involving 122 participants aged ≥40 years, selected using convenience sampling. Fasting blood glucose levels were measured using an Auto-Check 3 in 1 glucometer, and data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Mann–Whitney U test. The results showed that most participants were classified as prediabetic (50.0%), with mean fasting blood glucose levels significantly higher in males (73.58 mg/dL) than in females (54.69 mg/dL) (p = 0.005). In conclusion, fasting blood glucose levels differ significantly by sex, with males demonstrating higher levels and a greater potential risk for dysglycemia. These findings highlight the importance of routine fasting blood glucose screening and gender-sensitive diabetes prevention strategies focusing on lifestyle modification, particularly among middle-aged and older male populations in the community. Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia dan menjadi masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat, di mana kadar gula darah puasa berperan penting sebagai indikator status glikemik dan risiko diabetes. Jenis kelamin diketahui memengaruhi regulasi glukosa melalui perbedaan biologis, hormonal, dan gaya hidup, namun data lokal yang membandingkan kadar gula darah puasa berdasarkan jenis kelamin masih terbbatas, khususnya di Sulawesi Utara. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan nilai kadar gula darah puasa berdasarkan jenis kelamin pada masyarakat Kelurahan Walian Dua, Kota Tomohon. Penelitian ini menggunakan desain descriptive correlation dengan pendekatan cross sectional terhadap 122 responden berusia ≥40 tahun yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling. Pengukuran kadar gula darah puasa dilakukan menggunakan glukometer Auto-Check 3 in 1, dan analisis data dilakukan secara univariat serta bivariat menggunakan uji Mann–Whitney U. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori prediabetes (50,0%), dengan rerata kadar gula darah puasa pada laki-laki (73,58 mg/dl) lebih tinggi dibandingkan perempuan (54,69 mg/dl), serta terdapat perbedaan yang signifikan kadar gula darah puasa berdasarkan jenis kelamin (p = 0,005). Disimpulkan bahwa jenis kelamin berhubungan dengan perbedaan nilai kadar gula darah puasa, di mana laki-laki memiliki risiko kadar gula darah lebih tinggi. Oleh karena itu, disarankan adanya skrining rutin dan intervensi pencegahan diabetes melitus berbasis gender melalui edukasi pola hidup sehat pada masyarakat, khususnya kelompok laki-laki usia dewasa dan lanjut usia.    
Klabat Journal of Nursing, Universitas Klabat
Title: Nilai Kadar Gula Darah Puasa berdasarkan Jenis Kelamin pada Masyarakat
Description:
Diabetes mellitus is a chronic metabolic disorder characterized by hyperglycemia and represents a growing public health concern worldwide, in which fasting blood glucose level serves as a key indicator of glycemic status and diabetes risk.
Sex differences are known to influence glucose regulation through biological, hormonal, and lifestyle-related factors; however, local evidence comparing fasting blood glucose levels by sex remains limited, particularly in North Sulawesi, Indonesia.
This study aimed to examine differences in fasting blood glucose levels based on sex among community-dwelling adults in Walian Dua Village, Tomohon City.
A descriptive correlational study with a cross-sectional design was conducted involving 122 participants aged ≥40 years, selected using convenience sampling.
Fasting blood glucose levels were measured using an Auto-Check 3 in 1 glucometer, and data were analyzed using univariate and bivariate analyses with the Mann–Whitney U test.
The results showed that most participants were classified as prediabetic (50.
0%), with mean fasting blood glucose levels significantly higher in males (73.
58 mg/dL) than in females (54.
69 mg/dL) (p = 0.
005).
In conclusion, fasting blood glucose levels differ significantly by sex, with males demonstrating higher levels and a greater potential risk for dysglycemia.
These findings highlight the importance of routine fasting blood glucose screening and gender-sensitive diabetes prevention strategies focusing on lifestyle modification, particularly among middle-aged and older male populations in the community.
Diabetes melitus merupakan penyakit metabolik kronis yang ditandai dengan hiperglikemia dan menjadi masalah kesehatan masyarakat yang terus meningkat, di mana kadar gula darah puasa berperan penting sebagai indikator status glikemik dan risiko diabetes.
Jenis kelamin diketahui memengaruhi regulasi glukosa melalui perbedaan biologis, hormonal, dan gaya hidup, namun data lokal yang membandingkan kadar gula darah puasa berdasarkan jenis kelamin masih terbbatas, khususnya di Sulawesi Utara.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan nilai kadar gula darah puasa berdasarkan jenis kelamin pada masyarakat Kelurahan Walian Dua, Kota Tomohon.
Penelitian ini menggunakan desain descriptive correlation dengan pendekatan cross sectional terhadap 122 responden berusia ≥40 tahun yang dipilih menggunakan teknik convenience sampling.
Pengukuran kadar gula darah puasa dilakukan menggunakan glukometer Auto-Check 3 in 1, dan analisis data dilakukan secara univariat serta bivariat menggunakan uji Mann–Whitney U.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden berada pada kategori prediabetes (50,0%), dengan rerata kadar gula darah puasa pada laki-laki (73,58 mg/dl) lebih tinggi dibandingkan perempuan (54,69 mg/dl), serta terdapat perbedaan yang signifikan kadar gula darah puasa berdasarkan jenis kelamin (p = 0,005).
Disimpulkan bahwa jenis kelamin berhubungan dengan perbedaan nilai kadar gula darah puasa, di mana laki-laki memiliki risiko kadar gula darah lebih tinggi.
Oleh karena itu, disarankan adanya skrining rutin dan intervensi pencegahan diabetes melitus berbasis gender melalui edukasi pola hidup sehat pada masyarakat, khususnya kelompok laki-laki usia dewasa dan lanjut usia.
   .

Related Results

Perbedaan Pemberian Larutan Gula Pasir dan Larutan Gula Aren Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Tikus Wistar Jantan (Rattus Norvegicus)
Perbedaan Pemberian Larutan Gula Pasir dan Larutan Gula Aren Terhadap Kadar Gula Darah Sewaktu Tikus Wistar Jantan (Rattus Norvegicus)
Gula tergolong karbohidrat sederhana karena dapat larut dalam air dan langsung diserap oleh tubuh untuk diubah menjadi energi. Jenis gula yang digunakan pada penelitian ini yaitu g...
Hubungan Stres dengan Kadar Gula Darah Puasa Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Al-Ihsan Tahun 2024
Hubungan Stres dengan Kadar Gula Darah Puasa Pasien Diabetes Melitus Tipe 2 di RSUD Al-Ihsan Tahun 2024
Abstract. Type 2 Diabetes Mellitus (T2DM) is a chronic metabolic disorder characterized by hyperglycemia due to cellular resistance to insulin. Proper blood glucose control is esse...
PENGARUH PENERAPAN MODIFIKASI PERILAKU SEHAT TERHADAP FAKTOR RESIKO DM TIPE II
PENGARUH PENERAPAN MODIFIKASI PERILAKU SEHAT TERHADAP FAKTOR RESIKO DM TIPE II
ABSTRAK Pendahuluan: Banyak penelitian mengindikasikan pengaruh modifikasi perilaku sehat terhadap faktor resiko DM tipe II. Tujuan: penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh...
Pengaruh Seduhan Kopi Biji Salak (Salacca edulis Reinw) Terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa Tikus Diabetes Mellitus
Pengaruh Seduhan Kopi Biji Salak (Salacca edulis Reinw) Terhadap Kadar Glukosa Darah Puasa Tikus Diabetes Mellitus
Diabetes mellitus  adalah salah satu penyakit metabolik yang ditandai dengan hiperglikemia akibat gangguan pada sekresi insulin, aktivitas insulin atau keduanya. Upaya yang dapat d...
Hubungan Kadar Gula Darah Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Hubungan Kadar Gula Darah Dengan Tekanan Darah Pada Pasien Diabetes Melitus Tipe 2
Diabetes melitus (DM) merupakan suatu kumpulan gejala yang timbul karena adanya peningkatan kadar glukosa darah akibat penurun sekresi insulin yang progresif dan dilatar belakangi ...
Pengaruh Puasa Terhadap Kesehatan Mental
Pengaruh Puasa Terhadap Kesehatan Mental
Artikel ini mengulas tentang dampak dari puasa terhadap kesehatan mental, di era modern banyak orang yang salah memahami puasa banyak orang yang mengira, bahkan menuding, bahwa pua...

Back to Top