Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Petani Lahan Gambut Desa Lukun

View through CrossRef
AbstractThe revitalization program initiated by the Peatland Restoration Agency of the Republic of Indonesia in collaboration with the Disaster Study Center of LPPM Universitas Riau is now providing new livelihood alternatives through aquaculture by utilizing the potential of local fish. This effort is at the same time to fulfill the high demand for fish in Lukun Village which is not balanced with insufficient fishing catches. Slowly, people are starting to be interested in fish farming, although not yet wholeheartedly. The interest of rubber farmers in the cultivation of local peat swamps is part of maintaining the sustainability of peat as indicated by their involvement in every activity of maintenance, maintenance and manufacture of fish pellets. In addition, this type of livelihood does not interfere with or become a threat to peat so that when there are many interested rubber farmers it will not be a problem. In addition to being offered by cultivating fish farmers are also given training to be able to produce fish pellet materials independently in order to minimize the cost of fish feed at once if the excess yield can be marketed.   Penelitian ini mengamati pola perubahan mata pencaharian petani karet pasca kebakaran di tahun 2015. Program revitalisasi yang digagas oleh Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia bekerjasama dengan Pusat Studi Bencana LPPM Universitas Riau kini memberi alternatif mata pencaharian baru melalui budidaya perikanan dengan memanfaatkan potensi ikan lokal. Upaya ini sekaligus untuk memenuhi tingginya kebutuhan ikan di Desa Lukun yang tidak diimbangi dengan hasil tangkapan nelayan yang tidak mencukupi. Secara perlahan masyarakat mulai tertarik untuk budidaya ikan meskipun belum sepenuh hati. Ketertarikan petani karet terhadap budidaya ikan lokal rawa gambut merupakan bagian dari menjaga kelestarian gambut ditunjukkan dengan keterlibatan mereka dalam setiap kegiatan pemeliharaan, perawatan, dan pembuatan pelet ikan. Di samping itu jenis mata pencaharian ini tidak mengganggu atau menjadi ancaman bagi gambut sehingga apabila nantinya banyak petani-petani karet yang tertarik maka tidak akan menjadi sebuah masalah. Selain ditawarkan dengan membudidayakan ikan petani juga diberi pelatihan untuk dapat memproduksi bahan pelet ikan secara mandiri agar dapat meminimalkan biaya pakan ikan sekaligus bila berlebih hasilnya dapat dipasarkan.
Title: Petani Lahan Gambut Desa Lukun
Description:
AbstractThe revitalization program initiated by the Peatland Restoration Agency of the Republic of Indonesia in collaboration with the Disaster Study Center of LPPM Universitas Riau is now providing new livelihood alternatives through aquaculture by utilizing the potential of local fish.
This effort is at the same time to fulfill the high demand for fish in Lukun Village which is not balanced with insufficient fishing catches.
Slowly, people are starting to be interested in fish farming, although not yet wholeheartedly.
The interest of rubber farmers in the cultivation of local peat swamps is part of maintaining the sustainability of peat as indicated by their involvement in every activity of maintenance, maintenance and manufacture of fish pellets.
In addition, this type of livelihood does not interfere with or become a threat to peat so that when there are many interested rubber farmers it will not be a problem.
In addition to being offered by cultivating fish farmers are also given training to be able to produce fish pellet materials independently in order to minimize the cost of fish feed at once if the excess yield can be marketed.
  Penelitian ini mengamati pola perubahan mata pencaharian petani karet pasca kebakaran di tahun 2015.
Program revitalisasi yang digagas oleh Badan Restorasi Gambut Republik Indonesia bekerjasama dengan Pusat Studi Bencana LPPM Universitas Riau kini memberi alternatif mata pencaharian baru melalui budidaya perikanan dengan memanfaatkan potensi ikan lokal.
Upaya ini sekaligus untuk memenuhi tingginya kebutuhan ikan di Desa Lukun yang tidak diimbangi dengan hasil tangkapan nelayan yang tidak mencukupi.
Secara perlahan masyarakat mulai tertarik untuk budidaya ikan meskipun belum sepenuh hati.
Ketertarikan petani karet terhadap budidaya ikan lokal rawa gambut merupakan bagian dari menjaga kelestarian gambut ditunjukkan dengan keterlibatan mereka dalam setiap kegiatan pemeliharaan, perawatan, dan pembuatan pelet ikan.
Di samping itu jenis mata pencaharian ini tidak mengganggu atau menjadi ancaman bagi gambut sehingga apabila nantinya banyak petani-petani karet yang tertarik maka tidak akan menjadi sebuah masalah.
Selain ditawarkan dengan membudidayakan ikan petani juga diberi pelatihan untuk dapat memproduksi bahan pelet ikan secara mandiri agar dapat meminimalkan biaya pakan ikan sekaligus bila berlebih hasilnya dapat dipasarkan.

Related Results

Analisis Pembasahan Lahan Gambut Akibat Pembangunan Sekat Kanal (Studi Kasus: Desa Lukun, Kabupaten Kepulauan Meranti)
Analisis Pembasahan Lahan Gambut Akibat Pembangunan Sekat Kanal (Studi Kasus: Desa Lukun, Kabupaten Kepulauan Meranti)
Restorasi gambut sangat diperlukan untuk merehabilitasi ekosistem gambut. Badan Restorasi Gambut (BRG) telah menerapkan upaya restorasi gambut salah satunya melalui kegiatan rewett...
Nilai Tukar Petani Karet di Desa Penanggoan Duren Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir OKI
Nilai Tukar Petani Karet di Desa Penanggoan Duren Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir OKI
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui Berapa nilai tukar petani (NTP) karet di Desa Penanggoan Duren Kecamatan Tulung Selapan Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Berapa tingkat pe...
Upaya Pemulihan Ekosistem Gambut Pasca Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Desa Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur
Upaya Pemulihan Ekosistem Gambut Pasca Kebakaran Hutan Dan Lahan Di Desa Lukun Kecamatan Tebing Tinggi Timur
AbstractIn Indonesia, forest and land fires have occurred since 1997. As if it has become an annual disaster, forest and land fires still occur, especially in the peat area. Weathe...
''Pengelolaan Lahan Gambut Untuk Pengembangan Kelapa Sawit Di Kabupaten Sorong''
''Pengelolaan Lahan Gambut Untuk Pengembangan Kelapa Sawit Di Kabupaten Sorong''
AbstrakDi Indonesia Lahan gambut yang mempunyai sifat mudah rusak, pemanfaatannya harus berpedoman pada upaya pengembangan lahan berkelanjutan dengan konsep pembangunan yang “konst...
''Pengelolaan Lahan Gambut Untuk Pengembangan Kelapa Sawit Di Kabupaten Sorong''
''Pengelolaan Lahan Gambut Untuk Pengembangan Kelapa Sawit Di Kabupaten Sorong''
AbstrakDi Indonesia Lahan gambut yang mempunyai sifat mudah rusak, pemanfaatannya harus berpedoman pada upaya pengembangan lahan berkelanjutan dengan konsep pembangunan yang “konst...

Back to Top