Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Analisis Struktur Anatomi dan Histokimia Daun Buah Makasar (Brucea javanica (L.) Merr.)

View through CrossRef
Buah Makasar merupakan spesies dari famili Simaroubaceae yang memiliki habitus perdu dan berdaun majemuk. Daun Buah Makasar memiliki potensi sebagai tanaman obat. Oleh karena itu penting dilakukan kajian struktur anatomi untuk mengetahui struktur pada organ daun Buah Makasar dan uji histokimia untuk mengetahui keberadaan metabolit sekunder pada daun Buah Makasar yang berpotensi sebagai obat.  Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi anatomi dan histokimia daun Buah Makasar dan menganalisis potensinya sebagai tanaman obat. Metode yang digunakan adalah metode parafin, metode paradermal, dan histokimia. Struktur anatomi diamati mulai dari ibu tulang daun, intercostal, tepi daun melalui sinus dan angulus, dan tangkai daun. Hasil kajian anatomi menunjukkan karakteristik pada setiap jaringan, yaitu epidermis, jaringan dasar, dan berkas pengangkut tipe kolateral. Tepi anak daun tersusun oleh Jaringan mesofil yang terdiferensiasi menjadi jaringan palisade dan jaringan bunga karang. Ibu tulang daun dan tangkai daun memiliki berkas pengangkut utama juga berkas pengangkut tambahan (accessory vascular bundle) berukuran kecil berada pada bagian adaksial. Stomata hipostomatik dengan tipe parasitik dengan kerapatan stomata 26,31±2,64/mm2. Trikoma dijumpai pada bagian adaksial dengan kerapatan trikoma non glandular lebih tinggi 30,97±16,22/mm2 dibandingkan trikoma glandular 1,27±1,27/mm2. Analisis histokimia menunjukkan hasil positif terhadap senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, lipofilik, dan terpenoid pada setiap organ yang diuji, namun kepekatan warna setiap senyawa pada jaringan yang diamati berbeda-beda. Buah Makasar is a species of the Simaroubaceae family that has a shrub habitus and compound leaves. Buah Makasar’s leaf have potential as medicinal plants. Therefore, it is important to study the anatomical structure to determine the structure of the leaf organs of Buah Makasar and histochemical test to determine the presence of secondary metabolites in the leaves of Buah Makasar that have potential as drugs. The methods used were paraffin, paradermal, and histochemical method. Anatomical structures were observed on midrib, intercostal, margin through sinus and angulus, and petiole. The results of the anatomical study showed characteristics in each tissue, namely the epidermis, ground tissue, and collateral-type transport bundles. Anatomical structure of leaf margin is composed of mesophyll tissue which is differentiated into palisade tissue and spongy tissue. Midrib and petiole have main transport bundles as well as small accessory vascular bundles in the adaxial part. Stomata are hypostomatic with parasitic type with stomatal density of 26.31±2.64/mm2. Trichomes were found in the adaxial part with a higher density of non-glandular trichomes 30.97±16.22/mm2 compared to glandular trichomes 1.27±1.27/mm2. Histochemical analysis showed positive results for alkaloids, flavonoids, tannins, lipophytes, and other compounds.
Institute of Research and Community Services Diponegoro University (LPPM UNDIP)
Title: Analisis Struktur Anatomi dan Histokimia Daun Buah Makasar (Brucea javanica (L.) Merr.)
Description:
Buah Makasar merupakan spesies dari famili Simaroubaceae yang memiliki habitus perdu dan berdaun majemuk.
Daun Buah Makasar memiliki potensi sebagai tanaman obat.
Oleh karena itu penting dilakukan kajian struktur anatomi untuk mengetahui struktur pada organ daun Buah Makasar dan uji histokimia untuk mengetahui keberadaan metabolit sekunder pada daun Buah Makasar yang berpotensi sebagai obat.
  Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakterisasi anatomi dan histokimia daun Buah Makasar dan menganalisis potensinya sebagai tanaman obat.
Metode yang digunakan adalah metode parafin, metode paradermal, dan histokimia.
Struktur anatomi diamati mulai dari ibu tulang daun, intercostal, tepi daun melalui sinus dan angulus, dan tangkai daun.
Hasil kajian anatomi menunjukkan karakteristik pada setiap jaringan, yaitu epidermis, jaringan dasar, dan berkas pengangkut tipe kolateral.
Tepi anak daun tersusun oleh Jaringan mesofil yang terdiferensiasi menjadi jaringan palisade dan jaringan bunga karang.
Ibu tulang daun dan tangkai daun memiliki berkas pengangkut utama juga berkas pengangkut tambahan (accessory vascular bundle) berukuran kecil berada pada bagian adaksial.
Stomata hipostomatik dengan tipe parasitik dengan kerapatan stomata 26,31±2,64/mm2.
Trikoma dijumpai pada bagian adaksial dengan kerapatan trikoma non glandular lebih tinggi 30,97±16,22/mm2 dibandingkan trikoma glandular 1,27±1,27/mm2.
Analisis histokimia menunjukkan hasil positif terhadap senyawa alkaloid, flavonoid, tanin, lipofilik, dan terpenoid pada setiap organ yang diuji, namun kepekatan warna setiap senyawa pada jaringan yang diamati berbeda-beda.
 Buah Makasar is a species of the Simaroubaceae family that has a shrub habitus and compound leaves.
Buah Makasar’s leaf have potential as medicinal plants.
Therefore, it is important to study the anatomical structure to determine the structure of the leaf organs of Buah Makasar and histochemical test to determine the presence of secondary metabolites in the leaves of Buah Makasar that have potential as drugs.
The methods used were paraffin, paradermal, and histochemical method.
Anatomical structures were observed on midrib, intercostal, margin through sinus and angulus, and petiole.
The results of the anatomical study showed characteristics in each tissue, namely the epidermis, ground tissue, and collateral-type transport bundles.
Anatomical structure of leaf margin is composed of mesophyll tissue which is differentiated into palisade tissue and spongy tissue.
Midrib and petiole have main transport bundles as well as small accessory vascular bundles in the adaxial part.
Stomata are hypostomatic with parasitic type with stomatal density of 26.
31±2.
64/mm2.
Trichomes were found in the adaxial part with a higher density of non-glandular trichomes 30.
97±16.
22/mm2 compared to glandular trichomes 1.
27±1.
27/mm2.
Histochemical analysis showed positive results for alkaloids, flavonoids, tannins, lipophytes, and other compounds.

Related Results

Struktur Anatomi dan Histokimia Daun Buah Ajaib Synsepalum dulcificum (Schumach. & Thonn.) Daniell
Struktur Anatomi dan Histokimia Daun Buah Ajaib Synsepalum dulcificum (Schumach. & Thonn.) Daniell
Tanaman buah ajaib (Synsepalum dulcificum) merupakan spesies dari famili Sapotaceae yang memiliki habitus semak dan berdaun tunggal yang berpotensi sebagai tanaman obat. Penelitian...
Struktur Anatomi dan Uji Histokimia Daun Merampuyan (Rhodamnia cinerea Jack)
Struktur Anatomi dan Uji Histokimia Daun Merampuyan (Rhodamnia cinerea Jack)
Merampuyan (Rhodamnia cinerea Jack) merupakan salah satu tumbuhan yang termasuk ke dalam famili Myrtaceae yang berkhasiat sebagai obat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkarakteri...
Kajian Anatomi-Histokimia Tangkai Daun dan Karakteristik Epidermis Pucuk Merah (Syzygium myrtifolium Walpp. – Myrtaceae)
Kajian Anatomi-Histokimia Tangkai Daun dan Karakteristik Epidermis Pucuk Merah (Syzygium myrtifolium Walpp. – Myrtaceae)
Tanaman pucuk merah (Syzygium myrtifolium Walp.) merupakan salah satu tanaman  yang termasuk dalam famili Myrtaceae. Penelitian ini bertujuan melakukan kajian  anatomi-histokimia p...
Kajian Semiotika Mantra Banjar
Kajian Semiotika Mantra Banjar
Penelitian ini berkenaan [u1] dengan kajian bentuk fisik, jenis, dan fungsi mantra Banjar. Rumusan masalah penelitian ini ada 4, yakni: (1) bagaimanakah bentuk fisik mantra Banjar?...
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
HUBUNGAN ANTARA PANJANG DAN LEBAR DAUN NENAS TERHADAP KUALITAS SERAT DAUN NANAS BERDASARKAN LETAK DAUN DAN LAMA PERENDAMAN DAUN
Proses panen nenas akan menghasilkan limbah berupa daun nenas sebesar 2 sampai 3 kg per tanaman. Karena daun nanas tidak dapat dimanfaatkan untuk makanan ternak, jadi biasanya peta...
Pengaruh pemberian sludge kelapa sawit terhadap pertumbuhan Pueraria javanica
Pengaruh pemberian sludge kelapa sawit terhadap pertumbuhan Pueraria javanica
Industri sawit di Indonesia mengalami perkembangan yang pesat, terlihat dari meningkatnya luas perkebunan sawit, baik perkebunan rakyat maupun milik perusahaan.  Pencemaran yang di...
Etnomedicine Melalui Penggunaan Daun Cemangi pada Masyarakat Pammana Kabupaten Wajo
Etnomedicine Melalui Penggunaan Daun Cemangi pada Masyarakat Pammana Kabupaten Wajo
Penggunaan daun cemangi oleh masyarakat Pammana kabupatenWajo sebagai tradisi turun - temurun yang dipercayai masyarakat sebagai pengobatan. Etnomedicine penggunaan daun cemangi da...

Back to Top