Javascript must be enabled to continue!
Edukasi masyarakat dan pelestarian peninggalan sejarah Masjid Bayan Beleq di Desa Bayan Kecamatan Bayan Lombok Utara
View through CrossRef
AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Masjid Kuno Bayan Beleq, Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai sejarah dan budaya lokal serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam pelestarian warisan budaya. Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya pemahaman generasi muda mengenai sejarah dan makna filosofis Masjid Bayan Beleq. Hasil observasi awal dan angket pre-test menunjukkan bahwa hanya 30% peserta yang memahami nilai sejarah dan simbolisme masjid secara memadai. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat adat, pengurus masjid, pemerintah desa, pemuda, dan mahasiswa. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, sosialisasi dan pendampingan, pelatihan dokumentasi dan digitalisasi budaya, serta evaluasi melalui angket pre-test dan post-test, wawancara, dan observasi partisipatif. Kegiatan diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas pemuda, tokoh masyarakat, pengurus masjid, dan mahasiswa pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dari 30% menjadi 86,7% setelah mengikuti program. Selain itu, terbentuk Kelompok Sadar Budaya Bayan Beleq yang beranggotakan 12 orang sebagai wadah pelestarian berbasis masyarakat. Pelatihan digitalisasi juga menghasilkan 50 foto dokumentasi, tiga video edukasi, dan satu naskah narasi sejarah lokal. Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif mampu meningkatkan kesadaran sejarah, memperkuat identitas budaya, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam pelestarian warisan budaya secara berkelanjutan. Kata kunci: edukasi masyarakat; pelestarian budaya; Masjid Bayan Beleq. AbstractThis community service program was conducted at the Bayan Beleq Ancient Mosque in Bayan Village, Bayan District, North Lombok Regency, aiming to enhance community understanding of local historical and cultural values and strengthen public participation in cultural heritage preservation. The main problem identified was the limited understanding among younger generations regarding the historical significance and philosophical meanings of the mosque. Initial observations and pre-test results indicated that only 30% of participants possessed adequate knowledge of the mosque’s history and symbolic values. The program employed a participatory approach involving traditional leaders, mosque administrators, village authorities, youth groups, and university students. The implementation stages included preparation, socialization and mentoring activities, cultural documentation and digitalization training, and evaluation through pre-test and post-test questionnaires, interviews, and participatory observation. A total of 30 participants took part in the activities. The results demonstrated a significant improvement in participants’ understanding, increasing from 30% to 86.7% after the program. In addition, a Cultural Awareness Group consisting of 12 members was established to support community-based heritage preservation. The digitalization training also produced 50 documentary photographs, three educational videos, and one local historical narrative manuscript. These findings indicate that a participatory approach effectively enhances historical awareness, strengthens cultural identity, and promotes sustainable community engagement in preserving cultural heritage. Keywords: community education; cultural preservation; Bayan Beleq Mosque.
Universitas Muhammadiyah Mataram
Title: Edukasi masyarakat dan pelestarian peninggalan sejarah Masjid Bayan Beleq di Desa Bayan Kecamatan Bayan Lombok Utara
Description:
AbstrakKegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Masjid Kuno Bayan Beleq, Desa Bayan, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara, dengan tujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap nilai sejarah dan budaya lokal serta memperkuat partisipasi masyarakat dalam pelestarian warisan budaya.
Permasalahan utama yang dihadapi adalah rendahnya pemahaman generasi muda mengenai sejarah dan makna filosofis Masjid Bayan Beleq.
Hasil observasi awal dan angket pre-test menunjukkan bahwa hanya 30% peserta yang memahami nilai sejarah dan simbolisme masjid secara memadai.
Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif yang melibatkan masyarakat adat, pengurus masjid, pemerintah desa, pemuda, dan mahasiswa.
Tahapan kegiatan meliputi persiapan, sosialisasi dan pendampingan, pelatihan dokumentasi dan digitalisasi budaya, serta evaluasi melalui angket pre-test dan post-test, wawancara, dan observasi partisipatif.
Kegiatan diikuti oleh 30 peserta yang terdiri atas pemuda, tokoh masyarakat, pengurus masjid, dan mahasiswa pendamping.
Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta dari 30% menjadi 86,7% setelah mengikuti program.
Selain itu, terbentuk Kelompok Sadar Budaya Bayan Beleq yang beranggotakan 12 orang sebagai wadah pelestarian berbasis masyarakat.
Pelatihan digitalisasi juga menghasilkan 50 foto dokumentasi, tiga video edukasi, dan satu naskah narasi sejarah lokal.
Kegiatan ini membuktikan bahwa pendekatan partisipatif mampu meningkatkan kesadaran sejarah, memperkuat identitas budaya, serta mendorong keterlibatan masyarakat dalam pelestarian warisan budaya secara berkelanjutan.
 Kata kunci: edukasi masyarakat; pelestarian budaya; Masjid Bayan Beleq.
 AbstractThis community service program was conducted at the Bayan Beleq Ancient Mosque in Bayan Village, Bayan District, North Lombok Regency, aiming to enhance community understanding of local historical and cultural values and strengthen public participation in cultural heritage preservation.
The main problem identified was the limited understanding among younger generations regarding the historical significance and philosophical meanings of the mosque.
Initial observations and pre-test results indicated that only 30% of participants possessed adequate knowledge of the mosque’s history and symbolic values.
The program employed a participatory approach involving traditional leaders, mosque administrators, village authorities, youth groups, and university students.
The implementation stages included preparation, socialization and mentoring activities, cultural documentation and digitalization training, and evaluation through pre-test and post-test questionnaires, interviews, and participatory observation.
A total of 30 participants took part in the activities.
The results demonstrated a significant improvement in participants’ understanding, increasing from 30% to 86.
7% after the program.
In addition, a Cultural Awareness Group consisting of 12 members was established to support community-based heritage preservation.
The digitalization training also produced 50 documentary photographs, three educational videos, and one local historical narrative manuscript.
These findings indicate that a participatory approach effectively enhances historical awareness, strengthens cultural identity, and promotes sustainable community engagement in preserving cultural heritage.
Keywords: community education; cultural preservation; Bayan Beleq Mosque.
Related Results
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAMPAK TEKNOLOGI TERHADAP PROSES BELAJAR MENGAJAR
DAFTAR PUSTAKAAditama, M. H. R., & Selfiardy, S. (2022). Kehidupan Mahasiswa Kuliah Sambil Bekerja di Masa Pandemi Covid-19. Kidspedia: Jurnal Pendidikan Anak Usia Dini, 3(...
PEMBERDAYAAN MASJID: Pembinaan Masjid agar Menjadi Masjid yang Makmur di Masjid Al-Huda Dusun Darussalam Desa Jatimulyo Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember
PEMBERDAYAAN MASJID: Pembinaan Masjid agar Menjadi Masjid yang Makmur di Masjid Al-Huda Dusun Darussalam Desa Jatimulyo Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember
Pemberdayaan ini bertujuan untuk mendampingi pembinaan masjid agar menjadi masjid yang makmur di Masjid Al-Huda Dusun Darussalam Desa Jatimulyo Kecamatan Jenggawah Kabupaten Jember...
Kedudukan dan Kewenangan Balai Harta Peninggalan dalam Pengelolaan Harta Peninggalan Tak Terurus
Kedudukan dan Kewenangan Balai Harta Peninggalan dalam Pengelolaan Harta Peninggalan Tak Terurus
Berdasarkan Pasal 1127 KUHPerdata Balai Harta Peninggalan ditugaskan menjalankan pengurusan atas setiap warisan yang tak terurus selama 30 tahun/ lebih, setelah melakukan pengelola...
TREN FOTO DI ERA MILENIAL DI BANGUNAN PENINGGALAN SEJARAH INDONESIA
TREN FOTO DI ERA MILENIAL DI BANGUNAN PENINGGALAN SEJARAH INDONESIA
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis tren foto di era milenial di bangunan peninggalan sejarah Indonesia. Hadirnya sosial media juga dapat berperan dalam munculnya ...
KOMPARASI TATA MASSA DAN RUANG PADA MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA CIREBON DAN MASJID GEDHE KAUMAN YOGYAKARTA
KOMPARASI TATA MASSA DAN RUANG PADA MASJID AGUNG SANG CIPTA RASA CIREBON DAN MASJID GEDHE KAUMAN YOGYAKARTA
Abstrak- Penyebaran Islam di Indonesia meninggalkan keberagaman budaya akibat adanya akulturasi khususnya di Pulau Jawa. Di antaranya adalah ritual-ritual atau aktivitas asli Jawa ...
Profil Peninggalan Situs Sejarah Desa Sapit sebagai Bukti Identitas Peradaban Lombok
Profil Peninggalan Situs Sejarah Desa Sapit sebagai Bukti Identitas Peradaban Lombok
Sapit is a village rich in natural resources and the hospitality of its people. This village also has cultural diversity, not only in the form of social norms, art, ideas, or inspi...
UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
UPAYA PENINGKATAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT MELALUI SOSIALISASI PENGELOLAAN DANA DESA DALAM MENINGKATKAN DERAJAT KESEHATAN MASYARAKAT
Abstrak
UU No. 19 Tahun 2023 tentang APBN dan Permendes No. 7 Tahun 2023 tentang Rincian Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 2024 mencakup Prioritas Penggunaan Dana Desa Tahun 202...
Smart Mosque: Pembuatan Website dan Laporan Keuangan Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan
Smart Mosque: Pembuatan Website dan Laporan Keuangan Pusat Dakwah Muhammadiyah Sulawesi Selatan
Pelaporan keuangan Masjid belum ada peraturan yang mewajibkan dan ditetapkan dalam pelaporan keuangan berbeda halnya perusahan, pemerintah dan lembaga Zakat. Olehnya itu Ta’mir Mas...

