Javascript must be enabled to continue!
Deteritorialisasi Khaos Melalui Permainan Musik Calempong di Nagari Unggan
View through CrossRef
This article reveals the element of deterritorialization in the sub-culture of the Minangkabau community with the Deleuze concept. The concept of deterritorialization to reveal what the Minangkabau man with the title Datuak Paduko Alam did to the chaos he faced with the loss of a woman is called Mande. The female figure behind the birth of the traditional Minangkabau calempong music game in Nagari Uggan. The musical detritorialization that occurs in Minangkabau society is particularly a part of the life experiences of female calempong players in Nagari Uggan. The purpose of this research using the Deleuze concept is to reveal the past problems of calempong which have deterritorialization elements. However, this is expressed through the experiences of calempong players and stories or stories of life in society. The method used in this research is qualitative data analysis from five players who are really experienced in playing the composition of calempong in Nagari Uggan. The approach used to reveal the experiences and stories of the community is life history ethnography. The results of this study are about how the experiences of female calempong players are able to express their deterritorialization musically, as well as a new form of reading about Minangkabau traditional music problems through women.Keywords: Deterritorialization; calempong; man and woman; Minangkabau.ABSTRAKArtikel ini mengungkapkan unsur deteritorialisasi dalam sub-budaya masyarakat Minangkabau dengan konsep Deleuze. Konsep deteritorialisasi untuk mengungkapkan apa yang dilakukan laki-laki Minangkabau yang bergelar Datuak Paduko Alam terhadap khaos yang dihadapinya terhadap kehilangan perempuan yang disebut Mande. Sosok perempuan yang melatarbelakangi lahirnya permainan musik tradisional Minangkabau calempong di Nagari Unggan. Detritorialisasi yang secara musikal terjadi dalam masyakat Minangkabau secara khusus menjadi bagian dari pengalaman hidup perempuan pemain calempong di Nagari Unggan. Tujuan penelitian dengan menggunakan konsep Deleuze ini adalah untuk mengungkapkan masalah masa lalu calempong yang memiliki unsur deteritorialisasi. Namun hal itu diungkap melalui pengalaman pemain calempong dan cerita atau kisah yang hidup dalam mayarakat. Metode yang digunakan dalam penelitin ini yaitu data analisis kualitatif dari lima orang pemain yang benar-benar berpengalaman dalam memainkan komposisi calempong di Nagari Unggan. Pendekatan yang digunakan untuk mengungkapkan pengalaman dan cerita masyarakat tersebut adalah etnografi life history. Hasil dari penelitian ini adalah tentang bagaimana pengalaman perempuan pemain calempong mampu mengungkapkan deteritorialisai secara musikal, sekaligus sebagai bentuk pembacaan baru masalah musik tradisional sub-budaya Minangkabau melalui perempuan.Kata Kunci: Deteritorialisasi; calempong; laki-laki dan perempuan; Minangkabau.
Title: Deteritorialisasi Khaos Melalui Permainan Musik Calempong di Nagari Unggan
Description:
This article reveals the element of deterritorialization in the sub-culture of the Minangkabau community with the Deleuze concept.
The concept of deterritorialization to reveal what the Minangkabau man with the title Datuak Paduko Alam did to the chaos he faced with the loss of a woman is called Mande.
The female figure behind the birth of the traditional Minangkabau calempong music game in Nagari Uggan.
The musical detritorialization that occurs in Minangkabau society is particularly a part of the life experiences of female calempong players in Nagari Uggan.
The purpose of this research using the Deleuze concept is to reveal the past problems of calempong which have deterritorialization elements.
However, this is expressed through the experiences of calempong players and stories or stories of life in society.
The method used in this research is qualitative data analysis from five players who are really experienced in playing the composition of calempong in Nagari Uggan.
The approach used to reveal the experiences and stories of the community is life history ethnography.
The results of this study are about how the experiences of female calempong players are able to express their deterritorialization musically, as well as a new form of reading about Minangkabau traditional music problems through women.
Keywords: Deterritorialization; calempong; man and woman; Minangkabau.
ABSTRAKArtikel ini mengungkapkan unsur deteritorialisasi dalam sub-budaya masyarakat Minangkabau dengan konsep Deleuze.
Konsep deteritorialisasi untuk mengungkapkan apa yang dilakukan laki-laki Minangkabau yang bergelar Datuak Paduko Alam terhadap khaos yang dihadapinya terhadap kehilangan perempuan yang disebut Mande.
Sosok perempuan yang melatarbelakangi lahirnya permainan musik tradisional Minangkabau calempong di Nagari Unggan.
Detritorialisasi yang secara musikal terjadi dalam masyakat Minangkabau secara khusus menjadi bagian dari pengalaman hidup perempuan pemain calempong di Nagari Unggan.
Tujuan penelitian dengan menggunakan konsep Deleuze ini adalah untuk mengungkapkan masalah masa lalu calempong yang memiliki unsur deteritorialisasi.
Namun hal itu diungkap melalui pengalaman pemain calempong dan cerita atau kisah yang hidup dalam mayarakat.
Metode yang digunakan dalam penelitin ini yaitu data analisis kualitatif dari lima orang pemain yang benar-benar berpengalaman dalam memainkan komposisi calempong di Nagari Unggan.
Pendekatan yang digunakan untuk mengungkapkan pengalaman dan cerita masyarakat tersebut adalah etnografi life history.
Hasil dari penelitian ini adalah tentang bagaimana pengalaman perempuan pemain calempong mampu mengungkapkan deteritorialisai secara musikal, sekaligus sebagai bentuk pembacaan baru masalah musik tradisional sub-budaya Minangkabau melalui perempuan.
Kata Kunci: Deteritorialisasi; calempong; laki-laki dan perempuan; Minangkabau.
Related Results
Pengaruh Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Perangkat Nagari dalam Pengelolaan Keuangan Nagari di Kecamatan X Koto Singkarak dan Junjung Sirih
Pengaruh Komitmen Organisasi Terhadap Kinerja Perangkat Nagari dalam Pengelolaan Keuangan Nagari di Kecamatan X Koto Singkarak dan Junjung Sirih
ABSTRACTThis study aimed to determine the influence of commitment organization on performance of nagari government apparatus in managing nagari finance in X Koto Singkarak District...
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
Makalah Kritik Seni "Musik Gereja dan Hymne"
MUSIK GEREJA DAN HYMNE A.Musik GerejaMusik gereja adalah penggunaan musik yang berkembang dan digunakan di gereja musik sangat penting dalam ibadah gereja, karena sebagian besar ke...
Reposisi Musik Tradisional di Zaman Teknologi
Reposisi Musik Tradisional di Zaman Teknologi
Reposisi musik sesungguhnya telah terjadi sejal Genre musik, Fashion dan Lifestyle Western menjadi kiblat baru. Artinya:reposisi adalah penempatan kembali ke posisi semula atau pen...
Reposisi Musik Tradisional di Zaman Teknologi
Reposisi Musik Tradisional di Zaman Teknologi
Reposisi musik sesungguhnya telah terjadi sejal Genre musik, Fashion dan Lifestyle Western menjadi kiblat baru. Artinya:reposisi adalah penempatan kembali ke posisi semula atau pen...
Musik – Die schönste Nebensache
Musik – Die schönste Nebensache
Jugend und Musik ist ein Thema, dem sich die Medienpädagogik immer wieder von Neuem zuwenden muss. Die zentrale Position, die Musik im Fühlen, aber auch im Denken und Handeln der M...
Nagari Berprestasi : Strategi Kepemimpinan Wali Nagari dan Peran Masyarakat di Nagari Pandai Sikek
Nagari Berprestasi : Strategi Kepemimpinan Wali Nagari dan Peran Masyarakat di Nagari Pandai Sikek
This article aims to describe the leadership strategies of village guardian at PandaiSikek village and society’s participation in achieving village achievement at national l...
TRANSFORMASI MUSIK CALEMPONG UNGGAN KE DOMAIN KOMPOSISI IMPRESSIONIS UNGGAN
TRANSFORMASI MUSIK CALEMPONG UNGGAN KE DOMAIN KOMPOSISI IMPRESSIONIS UNGGAN
The music composition "Impressioniss Unggan" through the construction of musical material, issued an "impression" of the result of the merger of the original rhythm and tone of the...
Makalah Permainan Bola Voli (Andriany Putri X MIA 3)
Makalah Permainan Bola Voli (Andriany Putri X MIA 3)
BAB IPENDAHULUANA. Latar BelakangPermainan bola voli diciptakan oleh William G. Morgan seorang Instruktur pendidikan jasmani (Director of Phsycal Education) di YMCA pada tanggal ...

