Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

GANGGUAN EMOSI PADA ANAK ADOPSI

View through CrossRef
Adopsi merupakan pengangkatan seorang anak yang diperlakukan sebagai anak kandung atau anak sendiri sehingga anak angkat mempunyai hak dan kedudukan yang sama seperti anak kandung. Praktik adopsi sudah dilakukan sejak ribuan tahun lalu, digunakan sebagai suatu cara untuk tetap mempertahankan garis keturunan, budaya dan agama serta dapat memberikan perawatan dan perlindungan pada anak yang tidak memilki orang tua biologis. Proses adopsi bukanlah solusi yang mudah dan sederhana, dibutuhkan kesiapan dari orang tua calon anak adopsi memahami tantangan dan tanggung jawab yang terkait perkembangan emosional dan sosial anak, serta membantu mengatasi potensi gangguan emosi yang mungkin terjadi. Perubahan dalam pengasuhan dan pola asuh sebelumnya dapat mempengaruhi perkembangan emosi dan psikologis anak adopsi. Proses adaptasi ini dapat menimbulkan stres dan tantangan bagi anak, yang dapat mempengaruhi perkembangan identitas, kepercayaan diri, serta hubungan sosialnya. Desain penelitian ini adalah tinjauan pustaka. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak-anak adopsi memiliki risiko yang sedikit lebih tinggi untuk mengalami masalah emosional dan perilaku dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mengalami adopsi. Beberapa gangguan mental yang telah dikaitkan dengan anak adopsi termasuk ADHD, gangguan perilaku, cemas perpisahan, cemas fobik/sosial, sibling rivalry hingga gangguan depresi, bipolar, dan gangguan psikotik seperti skizofrenia.
Title: GANGGUAN EMOSI PADA ANAK ADOPSI
Description:
Adopsi merupakan pengangkatan seorang anak yang diperlakukan sebagai anak kandung atau anak sendiri sehingga anak angkat mempunyai hak dan kedudukan yang sama seperti anak kandung.
Praktik adopsi sudah dilakukan sejak ribuan tahun lalu, digunakan sebagai suatu cara untuk tetap mempertahankan garis keturunan, budaya dan agama serta dapat memberikan perawatan dan perlindungan pada anak yang tidak memilki orang tua biologis.
Proses adopsi bukanlah solusi yang mudah dan sederhana, dibutuhkan kesiapan dari orang tua calon anak adopsi memahami tantangan dan tanggung jawab yang terkait perkembangan emosional dan sosial anak, serta membantu mengatasi potensi gangguan emosi yang mungkin terjadi.
Perubahan dalam pengasuhan dan pola asuh sebelumnya dapat mempengaruhi perkembangan emosi dan psikologis anak adopsi.
Proses adaptasi ini dapat menimbulkan stres dan tantangan bagi anak, yang dapat mempengaruhi perkembangan identitas, kepercayaan diri, serta hubungan sosialnya.
Desain penelitian ini adalah tinjauan pustaka.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa anak-anak adopsi memiliki risiko yang sedikit lebih tinggi untuk mengalami masalah emosional dan perilaku dibandingkan dengan anak-anak yang tidak mengalami adopsi.
Beberapa gangguan mental yang telah dikaitkan dengan anak adopsi termasuk ADHD, gangguan perilaku, cemas perpisahan, cemas fobik/sosial, sibling rivalry hingga gangguan depresi, bipolar, dan gangguan psikotik seperti skizofrenia.

Related Results

Dinamika Emosi Tokoh Kinan dalam Novel Layangan Putus Karya Mommy Asf
Dinamika Emosi Tokoh Kinan dalam Novel Layangan Putus Karya Mommy Asf
Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan dinamika emosi Kinan dalam novel Layangan Putus Karya Mommy Asf. Pendekatan yang digunakan adalah Psikologi Sastra. Metode yang d...
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Upaya Guru dalam Meningkatkan Minat Membaca Anak pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru di BMBA AIUEO Batujajar Bandung
Abstract. Based on the PISA report which was just released 2019, Indonesia's reading score is ranked 72 out of 77 countries (liputan6.com,2019). This condition shows the poor inter...
KECEMASAN SAAT PANDEMI COVID 19: LITERATUR REVIEW Hardiyati, Efri Widianti, Taty Hernawaty Departemen Keperawatan Jiwa Poltekkes Kemenkes Mamuju Sulbar, Universitas Pad...
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Gangguan Perilaku pada Anak Epilepsi
Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Gangguan Perilaku pada Anak Epilepsi
Latar belakang. Anak epilepsi memiliki prevalensi gangguan perilaku yang tinggi dan dapat menyebabkandampak psikososial. Sejauh ini, di Indonesia, belum ditemukan studi yang meneli...
Perlindungan Hukum terhadap Anak Adopsi setelah Perceraian Orang Tua Angkat (Studi Putusan Nomor 63/Pdt.G/2020/PN.Jkt.Ut)
Perlindungan Hukum terhadap Anak Adopsi setelah Perceraian Orang Tua Angkat (Studi Putusan Nomor 63/Pdt.G/2020/PN.Jkt.Ut)
Abstrak Perkawinan ialah ikatan lahir dan batin antara seorang pria dengan seorang wanita sebagai suami istri dengan tujuan membentuk keluarga (rumah tangga) yang bahagia dan keka...
UPAYA ORANG TUA DALAM MENGATASI PENGGUNAAN GADGET PADA ANAK USIA DINI
UPAYA ORANG TUA DALAM MENGATASI PENGGUNAAN GADGET PADA ANAK USIA DINI
Penelitian didasari pada pengenalan dan penggunaan gadget pada anak usia dini tanpa pengawasan dari orang tua. Tujuan penelitian mengetahui penggunaan gadget, bagaimana cara orang ...
PENGARUH PENERIMAAN ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN EMOSI ANAK DIFABEL
PENGARUH PENERIMAAN ORANG TUA TERHADAP PERKEMBANGAN EMOSI ANAK DIFABEL
Anak difabel adalah anak yang memiliki kemampuan berbeda dari anak pada umunya, namun kenyataannya masyarakat masih memandang difabel sebagai anak yang “cacat”. Sehingga, hal ini b...
KARAKTERISTIK DAN KEBUTUHAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
KARAKTERISTIK DAN KEBUTUHAN ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS
Anak-anak berkebutuhan khusus (ABK) adalah anak-anak yang tumbuh dan berkembang dengan berbagai perbedaan dengan anak-anak pada umumnya. Istilah anak-anak dengan kebutuhan khusus t...

Back to Top