Javascript must be enabled to continue!
PELATIHAN ENTREPREUNERSHIP UNTUK KADER RUKUN WARGA
View through CrossRef
Abstrak Kader merupakan individu dalam suatu organisasi atau kelompok, yang menjadi penggerak dalam berbagai aspek kehidupan sosial masyarakat. Kader diharapkan menjadi contoh dalam organisasinya. Pribadi kader di rukun warga menjadi contoh untuk kehidupan warga. Oleh karena itu, kader sudah semestinya memiliki pemahaman yang baik tentang kehidupan warga. Salah satu pemahaman yang sebaiknya dimiliki kader adalah kewirausahaan atau entrepreneurship. Pelatihan entrepreunership dilaksanakan di Rukun Warga (RW) IV Jl. Maspati IV Bubutan, Surabaya mitra Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC) guna upgrading dan mempersiapkan kader untuk semakin mantap berwirausaha. Para kader RW IV telah memiliki berbagai usaha untuk mendukung ekonomi keluarga namun masih perlu terus didorong agar semakin maju dan mantap dalam beriwirausaha. Semua peserta yang mengikuti pelatihan entrepreunership melalui beberapa langkah. Pertama, para kader diajak brainstroming terkait dengan kebutuhan mendesak yang diperlukan sebagai bekal dalam menjadi kader. Kedua, para kader diajak memetakan kebutuhan. Ketiga, para kader diajak mengambil keputusan pelatihan yang terpenting yang akan dilakukan. Keempat, para kader diminta mengusulkan teknik pelatihan yang sebaiknya digunakan. Pelatihan para kader RW 1V Bubutan, Surabaya ini melalui tahap-tahap, yaitu 1) Tahap persiapan, 2) Menghadiri pelatihan, 3) Merefleksikan pelaksanaan entrepreunership 4) Menyusun perencanaan yang akan dilaksanakan untuk perbaikan. Target pelatihan ini adalah peserta dapat merintis usaha kecil menengah yang dikelola di dalam keluarga sehingga perekonomian keluarga teru terjaga. Kata Kunci: Pelatihan, Kewirausahaan, Kader, Ekonomi rumah tangga
AbstractA cadre is an individual in an organization or a group, who acts as the mover in various aspects of society’s social life. Cadres are expected to be examples in their organizations. The person of a cadre in a community association should be the example for other residents on how to live their lives. Therefore, cadres should have a good understanding of how a community resident should live. One understanding that cadres should possess is entrepreneurship. This entrepreneurship training was held at Community Association (RW) IV, Maspati IV St., Bubutan, Surabaya City, as the partner of Darma Cendika Catholic University (UKDC), for an upgrading and for a preparation for the cadres to be more established in entrepreneurship. The cadres of RW IV already have various businesses to support their families’ economy, but they still need more encouragement to be more improved and stronger in entrepreneurship. All participants in the training went through several steps. First, the cadres were invited to brainstorm the most urgent needs necessary for the preparation for becoming cadres. Second, the cadres were invited to map these needs. Third, the cadres were invited to decide on the most important training to be carried out. Fourth, the cadres were asked to propose the training techniques that should be used. The training at RW IV, Bubutan, Surabaya, went through the following stages: 1) Preparation, 2) Training attendance, 3) Reflection on the implementation of entrepreneurship, 4) Development of plans for future improvement. This training’s goal is that participants will be able to start family-managed small and medium businesses to maintain their families’ economy.Keywords: Training, Entrepreneurship, Cadre, Household economy
Universitas Katolik Widya Karya Malang
Title: PELATIHAN ENTREPREUNERSHIP UNTUK KADER RUKUN WARGA
Description:
Abstrak Kader merupakan individu dalam suatu organisasi atau kelompok, yang menjadi penggerak dalam berbagai aspek kehidupan sosial masyarakat.
Kader diharapkan menjadi contoh dalam organisasinya.
Pribadi kader di rukun warga menjadi contoh untuk kehidupan warga.
Oleh karena itu, kader sudah semestinya memiliki pemahaman yang baik tentang kehidupan warga.
Salah satu pemahaman yang sebaiknya dimiliki kader adalah kewirausahaan atau entrepreneurship.
Pelatihan entrepreunership dilaksanakan di Rukun Warga (RW) IV Jl.
Maspati IV Bubutan, Surabaya mitra Universitas Katolik Darma Cendika (UKDC) guna upgrading dan mempersiapkan kader untuk semakin mantap berwirausaha.
Para kader RW IV telah memiliki berbagai usaha untuk mendukung ekonomi keluarga namun masih perlu terus didorong agar semakin maju dan mantap dalam beriwirausaha.
Semua peserta yang mengikuti pelatihan entrepreunership melalui beberapa langkah.
Pertama, para kader diajak brainstroming terkait dengan kebutuhan mendesak yang diperlukan sebagai bekal dalam menjadi kader.
Kedua, para kader diajak memetakan kebutuhan.
Ketiga, para kader diajak mengambil keputusan pelatihan yang terpenting yang akan dilakukan.
Keempat, para kader diminta mengusulkan teknik pelatihan yang sebaiknya digunakan.
Pelatihan para kader RW 1V Bubutan, Surabaya ini melalui tahap-tahap, yaitu 1) Tahap persiapan, 2) Menghadiri pelatihan, 3) Merefleksikan pelaksanaan entrepreunership 4) Menyusun perencanaan yang akan dilaksanakan untuk perbaikan.
Target pelatihan ini adalah peserta dapat merintis usaha kecil menengah yang dikelola di dalam keluarga sehingga perekonomian keluarga teru terjaga.
Kata Kunci: Pelatihan, Kewirausahaan, Kader, Ekonomi rumah tangga
AbstractA cadre is an individual in an organization or a group, who acts as the mover in various aspects of society’s social life.
Cadres are expected to be examples in their organizations.
The person of a cadre in a community association should be the example for other residents on how to live their lives.
Therefore, cadres should have a good understanding of how a community resident should live.
One understanding that cadres should possess is entrepreneurship.
This entrepreneurship training was held at Community Association (RW) IV, Maspati IV St.
, Bubutan, Surabaya City, as the partner of Darma Cendika Catholic University (UKDC), for an upgrading and for a preparation for the cadres to be more established in entrepreneurship.
The cadres of RW IV already have various businesses to support their families’ economy, but they still need more encouragement to be more improved and stronger in entrepreneurship.
All participants in the training went through several steps.
First, the cadres were invited to brainstorm the most urgent needs necessary for the preparation for becoming cadres.
Second, the cadres were invited to map these needs.
Third, the cadres were invited to decide on the most important training to be carried out.
Fourth, the cadres were asked to propose the training techniques that should be used.
The training at RW IV, Bubutan, Surabaya, went through the following stages: 1) Preparation, 2) Training attendance, 3) Reflection on the implementation of entrepreneurship, 4) Development of plans for future improvement.
This training’s goal is that participants will be able to start family-managed small and medium businesses to maintain their families’ economy.
Keywords: Training, Entrepreneurship, Cadre, Household economy.
Related Results
HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN PELATIHAN DENGAN KINERJA KADER DI POSYANDU JAMBUKULON KLATEN
HUBUNGAN KEIKUTSERTAAN PELATIHAN DENGAN KINERJA KADER DI POSYANDU JAMBUKULON KLATEN
Posyandu bertugas membantu kepala desa dalam peningkatan pelayanan Kesehatan Masyarakat desa. Kader sebagai tangan panjang tenaga kesehatan di masyarakat memiliki peran yang pentin...
PENGETAHUAN GENERASI MUDA TERHADAP GAGASAN RUKUN NEGARA (Young Generation Knowledge towards the Philosophy of Rukun Negara)
PENGETAHUAN GENERASI MUDA TERHADAP GAGASAN RUKUN NEGARA (Young Generation Knowledge towards the Philosophy of Rukun Negara)
ABSTRAK
Rukun Negara adalah deklarasi falsafah kebangsaan yang telah diwujudkan sejak berpuluh tahun yang lalu. Ia mempunyai matlamat untuk memastikan masyarakat berbilang kaum di...
"DEK-LILA" (PALLIATIVE CARE HEALTH CADRE) IN PALLIATIVE CARE IN THE FOSTERED AREA KARANGAYU VILLAGE
"DEK-LILA" (PALLIATIVE CARE HEALTH CADRE) IN PALLIATIVE CARE IN THE FOSTERED AREA KARANGAYU VILLAGE
Perawatan paliatif adalah perawatan yang dilakukan secara aktif pada penderita yang sedang sekarat atau dalam fase terminal akibat penyakit yang dideritanya. Kader diharapkan mampu...
Hubungan Pengetahuan Kader tentang Stunting dengan Self-Efficacy Kader Dalam Menjalankan Peran sebagai Tim Pendamping Keluarga
Hubungan Pengetahuan Kader tentang Stunting dengan Self-Efficacy Kader Dalam Menjalankan Peran sebagai Tim Pendamping Keluarga
ABSTRACT Stunting remains a public health issue in Indonesia, including in Bandung City. Family Assistance Team cadres play a key role in preventing stunting through education and ...
Optimalisasi Peran Kader Posyandu Dalam Pemeriksanaan Triple Eliminasi Pada Ibu Hamil
Optimalisasi Peran Kader Posyandu Dalam Pemeriksanaan Triple Eliminasi Pada Ibu Hamil
Kader Posyandu memiliki peran penting dalam mendukung program kesehatan ibu hamil, termasuk deteksi dini dan pencegahan tiga infeksi utama yang berisiko bagi ibu dan bayi, yaitu HI...
PEMBENTUKAN KADER AISYIYAH PEDULI KESEHATAN PCA SEMPOR DALAM DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA LANSIA
PEMBENTUKAN KADER AISYIYAH PEDULI KESEHATAN PCA SEMPOR DALAM DETEKSI DINI DAN PENCEGAHAN PENYAKIT HIPERTENSI PADA LANSIA
Pemerintah menginisiasi penanganan kesehatan lansia serta mengatasi dampak dan tantangan kesehatan akibat pertumbuhan populasi melalui kolaborasi dengan pemerintah pusat, pemerinta...
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KADER KESEHATAN DALAM RANGKA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA
PELATIHAN DAN PENDAMPINGAN KADER KESEHATAN DALAM RANGKA PENCEGAHAN STUNTING PADA BALITA
Abstrak. Peran keluarga dalam penanganan stunting dapat dilakukan melalui memberdayakan keluarga melalui pemberian informasi kesehatan dan kunjungan rumah oleh kader kesehatan. Pel...
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER DALAM DETEKSI TUMBANG BALITA DAN EDUKASI KESEHATAN LINGKUNGAN BAGI KELUARGA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANONJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2022
PENINGKATAN PENGETAHUAN KADER DALAM DETEKSI TUMBANG BALITA DAN EDUKASI KESEHATAN LINGKUNGAN BAGI KELUARGA SEBAGAI UPAYA PENCEGAHAN STUNTING DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS MANONJAYA KABUPATEN TASIKMALAYA TAHUN 2022
Stunting adalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan nutrisi (Karbohidrat, Protein, Vitamin, Mineral, Lemak) dalam waktu yang cukup lama, sehingga mengakibatkan...


