Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Penyakit Demam Tifoid Di Puskesmas Kelua

View through CrossRef
Thypus (Demam tifoid) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi. Evaluasi penggunaan antibiotik dilakukan untuk mengetahui berapa nilai ketepatan terapi antibiotik dari segi analisis tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien, tepat dosis, dan waspada efek samping obat. Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik pada penyakit demam tifoid di Puskesmas Kelua dan mengetahui gambaran penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid di Puskesmas Kelua. Jenis Penelitian ini yaitu observasional (non-eksperimental) deskriptif menggunakan desain survey dengan mengumpulkan data secara retrospektif. Sampel dalam penelitian ini adalah 60 pasien rawat inap pada bulan oktober 2022 di Puskesmas Kelua dimana pengambilan sampel dengan metode purposive sampling. Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan November 2022 sampai Juli 2023. Hasil pada penelitian ini yaitu ketepatan penggunaan antibiotik yaitu 100 % tepat indikasi, 100% tepat obat, 100% tepat pasien dan 100% dan 100% tidak terdapat efek samping dan jenis antibiotik yang digunakan dalam penyakit demam tifoid di rawat inap Puskemas Kelua yaitu inj cefotaxime. Kesimpulan dari peneletian ini adalah hasil evaluasi penggunaan obat antibiotik pada bulan oktober 2022 didapatkan 100% tepat indikasi, 100% tepat obat, 100% tepat pasien dan 100% dan 100% tidak terdapat efek samping. Jenis antibiotik yang digunakan dalam penyakit demam tifoid di rawat inap Puskemas Kelua yaitu inj cefotaxime.
Title: Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pada Penyakit Demam Tifoid Di Puskesmas Kelua
Description:
Thypus (Demam tifoid) merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri Salmonella thypi.
Evaluasi penggunaan antibiotik dilakukan untuk mengetahui berapa nilai ketepatan terapi antibiotik dari segi analisis tepat indikasi, tepat obat, tepat pasien, tepat dosis, dan waspada efek samping obat.
Tujuan penelitian ini untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik pada penyakit demam tifoid di Puskesmas Kelua dan mengetahui gambaran penggunaan antibiotik pada pasien demam tifoid di Puskesmas Kelua.
Jenis Penelitian ini yaitu observasional (non-eksperimental) deskriptif menggunakan desain survey dengan mengumpulkan data secara retrospektif.
Sampel dalam penelitian ini adalah 60 pasien rawat inap pada bulan oktober 2022 di Puskesmas Kelua dimana pengambilan sampel dengan metode purposive sampling.
Waktu pelaksanaan penelitian dilakukan November 2022 sampai Juli 2023.
Hasil pada penelitian ini yaitu ketepatan penggunaan antibiotik yaitu 100 % tepat indikasi, 100% tepat obat, 100% tepat pasien dan 100% dan 100% tidak terdapat efek samping dan jenis antibiotik yang digunakan dalam penyakit demam tifoid di rawat inap Puskemas Kelua yaitu inj cefotaxime.
Kesimpulan dari peneletian ini adalah hasil evaluasi penggunaan obat antibiotik pada bulan oktober 2022 didapatkan 100% tepat indikasi, 100% tepat obat, 100% tepat pasien dan 100% dan 100% tidak terdapat efek samping.
Jenis antibiotik yang digunakan dalam penyakit demam tifoid di rawat inap Puskemas Kelua yaitu inj cefotaxime.

Related Results

Kebersihan makanan dan hand hygiene sebagai faktor resiko demam tifoid di Bandar Jaya, Lampung
Kebersihan makanan dan hand hygiene sebagai faktor resiko demam tifoid di Bandar Jaya, Lampung
Kebersihan makanan dan hand hygiene sebagai faktor resiko demam tifoid di Bandar Jaya, LampungBackground: Typhoid fever is still a public health problem with as many as 22 million ...
RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DALAM PENGOBATAN DEMAM TIFOID DI RUMAH SAKIT X TAHUN 2020
RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK DALAM PENGOBATAN DEMAM TIFOID DI RUMAH SAKIT X TAHUN 2020
Demam tifoid adalah infeksi sistemik yang disebabkan bakteri Salmonella typhi, biasanya melalui konsumsi makanan atau air di lingkungan yang terkontaminasi. Penyakit akut ditandai ...
Karakteristik Penggunaan Antibiotik Terhadap Infeksi Salmonella Typhi Pada Pasien Demam Tifoid
Karakteristik Penggunaan Antibiotik Terhadap Infeksi Salmonella Typhi Pada Pasien Demam Tifoid
Demam tifoid merupakan gangguan akibat dari infeksi Salmonella typhi yang bisa dikendalikan menggunakan data klinis penderita, diagnosis oleh tenaga medis, serta kesadaran warga me...
Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Antibiotik pada Pasien Demam Tifoid di RS SMC Periode 2017
Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Antibiotik pada Pasien Demam Tifoid di RS SMC Periode 2017
Penyakit demam tifoid merupakan infeksi akut pada usus halus dengan gejala demam lebih dari satu minggu yang mengakibatkan gangguan pencernaan dan dapat menurunkan tingkat kesadara...
Article Review: Evaluasi Penggunaan Antibiotik Menggunakan Metode ATC/DDD Pada Pasien Demam Tifoid
Article Review: Evaluasi Penggunaan Antibiotik Menggunakan Metode ATC/DDD Pada Pasien Demam Tifoid
Demam tifoid adalah infeksi yang disebabkan oleh Salmonella enterica subspecies enterica serovar Typhi (Salmonella typhi) dan masih menjadi masalah kesehatan serius di Indonesia, d...
Studi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Demam Tifoid di RS SMC Periode 2017
Studi Penggunaan Antibiotik pada Pasien Demam Tifoid di RS SMC Periode 2017
Penyakit demam tifoid merupakan infeksi akut pada usus halus yang disebabkan oleh bakteri Salmonella typhi dengan gejala demam lebih dari satu minggu. Terapi utama pengobatan demam...
Faktor Risiko Kejadian Demam Tifoid di Indonesia 2018–2022: Literature Review
Faktor Risiko Kejadian Demam Tifoid di Indonesia 2018–2022: Literature Review
Demam tifoid merupakan penyakit infeksi menular, disebabkan oleh bakteri Salmonella enterica serovar typhi (S.typhi) dan Salmonella enterica serovar enteridis (S.enteridis) yang me...
RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN RAWAT JALAN DIARE AKUT BALITA DI RS X TAHUN 2022
RASIONALITAS PENGGUNAAN ANTIBIOTIK PADA PASIEN RAWAT JALAN DIARE AKUT BALITA DI RS X TAHUN 2022
Penyebab kematian nomor dua pada balita adalah diare. Pemberian antibiotik pada diare harus sesuai dengan indikasi. Resistensi antibiotik dapat terjadi jika penggunaan antibiotik ...

Back to Top