Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Kreasi Sponge Cake dari Bubuk Wortel dan Bubuk Labu Kuning Ditinjau dari Uji Organoleptik

View through CrossRef
Abstract This study aims to explore the use of carrot powder and pumpkin powder as substitutes for flour in making sponge cake, with a focus on organoleptic testing. Sponge cake is a popular pastry, but its conventional version raises health concerns. Carrot and pumpkin were chosen because they are rich in beta-carotene and other essential nutrients. The experiment was conducted with five different concentrations of flour substitution (0%, 25%, 50%, 75%, 100%) and two preparation methods: steaming and baking. Organoleptic tests were carried out to assess the quality of the product based on color, aroma, taste, and texture, with 90 panelists from Surabaya providing feedback on the sponge cake samples. The results of the organoleptic testing showed that the formulations with 25% (25% carrot powder and 75% pumpkin powder) and 50% (50% carrot powder and 50% pumpkin powder) flour substitution using carrot and pumpkin powders had the best results, with no significant difference in taste, aroma, and texture compared to the control sponge cake (no substitution). These formulations were the most favored by the panelists, showing the potential of using local ingredients as an alternative to wheat flour. This research is expected to offer innovation in the food industry, support food diversification by utilizing local products, and reduce dependence on imported wheat flour. Keywords: sponge cake, carrot powder, pumpkin powder, organoleptic testing   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan bubuk wortel dan bubuk labu kuning sebagai pengganti tepung dalam pembuatan sponge cake, dengan fokus pada uji organoleptik. Sponge cake adalah kue yang populer, namun versi konvensionalnya menimbulkan kekhawatiran terkait kesehatan. Wortel dan labu kuning dipilih karena kaya akan beta-karoten dan nutrisi penting lainnya. Eksperimen dilakukan dengan lima variasi konsentrasi substitusi menggunakan bubuk wortel dan labu kuning (0%, 25%, 50%, 75%, 100%) serta dua metode pengolahan, yaitu dikukus dan dipanggang. Uji organoleptik dilakukan untuk menilai kualitas produk berdasarkan warna, aroma, rasa, dan tekstur, dengan melibatkan 90 panelis dari Surabaya yang memberikan umpan balik terhadap sampel sponge cake. Berdasarkan hasil uji organoleptik, formulasi dengan substitusi bubuk wortel dan labu kuning pada konsentrasi 25% (25% bubuk wortel dan 75% bubuk labu kuning) dan 50% (50% bubuk wortel dan 50% bubuk labu kuning) menunjukkan hasil unggul, dengan penilaian yang tidak berbeda signifikan dalam parameter rasa, aroma, dan tekstur dibandingkan dengan sponge cake kontrol (tanpa substitusi). Formulasi ini dianggap paling disukai oleh panelis, menunjukkan potensi pemanfaatan bahan lokal sebagai alternatif tepung terigu. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan inovasi dalam industri pangan, mendukung diversifikasi pangan dengan memanfaatkan produk lokal, serta mengurangi ketergantungan pada tepung terigu impor. Kata kunci: sponge cake, bubuk wortel, bubuk labu kuning, uji organoleptik  
Title: Kreasi Sponge Cake dari Bubuk Wortel dan Bubuk Labu Kuning Ditinjau dari Uji Organoleptik
Description:
Abstract This study aims to explore the use of carrot powder and pumpkin powder as substitutes for flour in making sponge cake, with a focus on organoleptic testing.
Sponge cake is a popular pastry, but its conventional version raises health concerns.
Carrot and pumpkin were chosen because they are rich in beta-carotene and other essential nutrients.
The experiment was conducted with five different concentrations of flour substitution (0%, 25%, 50%, 75%, 100%) and two preparation methods: steaming and baking.
Organoleptic tests were carried out to assess the quality of the product based on color, aroma, taste, and texture, with 90 panelists from Surabaya providing feedback on the sponge cake samples.
The results of the organoleptic testing showed that the formulations with 25% (25% carrot powder and 75% pumpkin powder) and 50% (50% carrot powder and 50% pumpkin powder) flour substitution using carrot and pumpkin powders had the best results, with no significant difference in taste, aroma, and texture compared to the control sponge cake (no substitution).
These formulations were the most favored by the panelists, showing the potential of using local ingredients as an alternative to wheat flour.
This research is expected to offer innovation in the food industry, support food diversification by utilizing local products, and reduce dependence on imported wheat flour.
Keywords: sponge cake, carrot powder, pumpkin powder, organoleptic testing   Abstrak Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi penggunaan bubuk wortel dan bubuk labu kuning sebagai pengganti tepung dalam pembuatan sponge cake, dengan fokus pada uji organoleptik.
Sponge cake adalah kue yang populer, namun versi konvensionalnya menimbulkan kekhawatiran terkait kesehatan.
Wortel dan labu kuning dipilih karena kaya akan beta-karoten dan nutrisi penting lainnya.
Eksperimen dilakukan dengan lima variasi konsentrasi substitusi menggunakan bubuk wortel dan labu kuning (0%, 25%, 50%, 75%, 100%) serta dua metode pengolahan, yaitu dikukus dan dipanggang.
Uji organoleptik dilakukan untuk menilai kualitas produk berdasarkan warna, aroma, rasa, dan tekstur, dengan melibatkan 90 panelis dari Surabaya yang memberikan umpan balik terhadap sampel sponge cake.
Berdasarkan hasil uji organoleptik, formulasi dengan substitusi bubuk wortel dan labu kuning pada konsentrasi 25% (25% bubuk wortel dan 75% bubuk labu kuning) dan 50% (50% bubuk wortel dan 50% bubuk labu kuning) menunjukkan hasil unggul, dengan penilaian yang tidak berbeda signifikan dalam parameter rasa, aroma, dan tekstur dibandingkan dengan sponge cake kontrol (tanpa substitusi).
Formulasi ini dianggap paling disukai oleh panelis, menunjukkan potensi pemanfaatan bahan lokal sebagai alternatif tepung terigu.
Penelitian ini diharapkan dapat memberikan inovasi dalam industri pangan, mendukung diversifikasi pangan dengan memanfaatkan produk lokal, serta mengurangi ketergantungan pada tepung terigu impor.
Kata kunci: sponge cake, bubuk wortel, bubuk labu kuning, uji organoleptik  .

Related Results

Modelling regime shifts of coral reefs to sponge reefs
Modelling regime shifts of coral reefs to sponge reefs
<p>Coral reef ecosystems have been degrading globally for decades due to global climate change and anthropogenic pressure, and corals are expected to continue declining in th...
Analysis Of The Sensory Quality Of Rolled Cake Using Coconut Milk Fat
Analysis Of The Sensory Quality Of Rolled Cake Using Coconut Milk Fat
This research was motivated by the high trans fat content in margarine which is associated with an increased risk of heart disease and there has been no research on the effect of u...
Substitusi Tepung Terigu Dengan Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata) Dalam Pembuatan Choux Pastry
Substitusi Tepung Terigu Dengan Tepung Labu Kuning (Cucurbita moschata) Dalam Pembuatan Choux Pastry
Labu kuning segar memiliki daya simpan relatif pendek sehingga perlu dilakukan pengolahan agar lebih tahan lama. Penelitian bertujuan untuk mengetahui (1) Pengaruh substitusi tepun...
FORMULASI KRIM BODY SCRUB BERAS KETAN HITAM DAN SARI LABU KUNING SEBAGAI ZAT AKTIF
FORMULASI KRIM BODY SCRUB BERAS KETAN HITAM DAN SARI LABU KUNING SEBAGAI ZAT AKTIF
Body scrub adalah sediaan farmasi dalam bentuk produk perawatan kulit berbutir kasar. Beras ketan hitam dan sari buah labu kuning dapat dimanfaatkan sebagai zat aktif pada sediaan ...
substitusi tepung labu kuning(cucurbita moschata flour) pada pembuatan pie susu
substitusi tepung labu kuning(cucurbita moschata flour) pada pembuatan pie susu
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui formulasi dan tingkat kesukaan masyarakat pada pie susu tepung labu kuning dilihat dari segi rasa, tekstur, warna, aroma, bentuk, dan kema...
PENGARUH FORMULASI SANTAN DAN LABU KUNING (Cucurbita moschata) TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA ES KRIM
PENGARUH FORMULASI SANTAN DAN LABU KUNING (Cucurbita moschata) TERHADAP SIFAT FISIK DAN KIMIA ES KRIM
Penelitian ini bertujuan untuk mencari pengaruh formulasi dari santan dan labu kuning terhadap sifat fisik dan kimia es krim agar mendapatkan formulasi terbaik. Penelitian ini meng...
PEMANFAATAN LABU KUNING DALAM PEMBUATAN KUE BEBAS GLUTEN
PEMANFAATAN LABU KUNING DALAM PEMBUATAN KUE BEBAS GLUTEN
Kue (cake) merupakan kudapan yang berkarakteristik lembut dan halus, dengan rasa yang cenderung manis. Sebagai jajanan yang populer di kalangan masyarakat, umumnya bahan dasar yang...

Back to Top