Search engine for discovering works of Art, research articles, and books related to Art and Culture
ShareThis
Javascript must be enabled to continue!

Collaborative Governance dalam Pengembangan Perumahan Bersubsidi

View through CrossRef
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Collaborative Governance dalam pengembangan perumahan bersubsidi di Puri Harmoni, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, menggunakan metode kuantitatif. Perumahan merupakan kebutuhan dasar dan indikator kesejahteraan masyarakat, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR). Di Indonesia, defisit perumahan yang mencapai lebih dari 7 juta unit pada 2020 menunjukkan tantangan besar dalam penyediaan hunian layak. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah telah meluncurkan berbagai program perumahan bersubsidi, termasuk Program Sejuta Rumah sejak 2015. Kebijakan ini bertujuan mempercepat penyediaan rumah bagi MBR, khususnya di daerah dengan pertumbuhan penduduk tinggi seperti Bogor. Dasar hukumnya mencakup UU No. 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman serta UU No. 20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun. Peraturan Menteri PUPR No. 10 Tahun 2019 lebih lanjut mengatur pembiayaan rumah subsidi. Puri Harmoni merupakan salah satu kawasan yang mengimplementasikan program ini. Namun, pelaksanaannya menghadapi kendala seperti kurangnya koordinasi antara pemerintah daerah, pengembang, dan masyarakat, keterbatasan sumber daya, serta minimnya partisipasi publik. Penelitian ini mengevaluasi peran dan tantangan dalam Collaborative Governance guna mengoptimalkan keberhasilan program. Hasilnya diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas kebijakan perumahan bersubsidi serta kesejahteraan MBR secara berkelanjutan.
Title: Collaborative Governance dalam Pengembangan Perumahan Bersubsidi
Description:
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan Collaborative Governance dalam pengembangan perumahan bersubsidi di Puri Harmoni, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, menggunakan metode kuantitatif.
Perumahan merupakan kebutuhan dasar dan indikator kesejahteraan masyarakat, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).
Di Indonesia, defisit perumahan yang mencapai lebih dari 7 juta unit pada 2020 menunjukkan tantangan besar dalam penyediaan hunian layak.
Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah telah meluncurkan berbagai program perumahan bersubsidi, termasuk Program Sejuta Rumah sejak 2015.
Kebijakan ini bertujuan mempercepat penyediaan rumah bagi MBR, khususnya di daerah dengan pertumbuhan penduduk tinggi seperti Bogor.
Dasar hukumnya mencakup UU No.
1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman serta UU No.
20 Tahun 2011 tentang Rumah Susun.
Peraturan Menteri PUPR No.
10 Tahun 2019 lebih lanjut mengatur pembiayaan rumah subsidi.
Puri Harmoni merupakan salah satu kawasan yang mengimplementasikan program ini.
Namun, pelaksanaannya menghadapi kendala seperti kurangnya koordinasi antara pemerintah daerah, pengembang, dan masyarakat, keterbatasan sumber daya, serta minimnya partisipasi publik.
Penelitian ini mengevaluasi peran dan tantangan dalam Collaborative Governance guna mengoptimalkan keberhasilan program.
Hasilnya diharapkan dapat memberikan rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas kebijakan perumahan bersubsidi serta kesejahteraan MBR secara berkelanjutan.

Related Results

SOSIALISASI DAN EFEKTIVITAS KOMUNIKASI PROGRAM PERUMAHANAHAN BERSUBSIDI TERHADAP KESEJAHTERAAN SOSIAL MASYARAKAT
SOSIALISASI DAN EFEKTIVITAS KOMUNIKASI PROGRAM PERUMAHANAHAN BERSUBSIDI TERHADAP KESEJAHTERAAN SOSIAL MASYARAKAT
AbstrakRumah merupakan kebutuhan primer setelah pangan dan sandang. Setiap orang dalam strata sosial ekonomi akan berusaha memenuhi kebutuhan akan rumah. Bagi kebanyakan masyarakat...
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM RUMAH BERSUBSIDI BAGI MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH (MBR) DI KECAMATAN DRIYOREJO KABUPATEN GRESIK
IMPLEMENTASI KEBIJAKAN PROGRAM RUMAH BERSUBSIDI BAGI MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH (MBR) DI KECAMATAN DRIYOREJO KABUPATEN GRESIK
Abstrak Implementasi kebijakan publik melalui program rumah bersubsidi diwujudkan untuk memenuhi kebutuhan perumahan dan pemukiman masyarakat di Kabupaten Gresik bagi Masyarakat Be...
Analisis Sosial terhadap Program KPR Rumah Bersubsidi Perumahan Pesona Estetika Cikembulan di Kabupaten Pangandaran
Analisis Sosial terhadap Program KPR Rumah Bersubsidi Perumahan Pesona Estetika Cikembulan di Kabupaten Pangandaran
Abstrak Backlog rumah di Indonesia masih sangat tinggi. Berdasarkan data sensus BPS pada tahun 2015 backlog perumahan di Indonesia untuk tahun 2015 adalah 11.459.875 unit. Hal ini ...
EVALUASI PASCA HUNI KEBERLANJUTAN PERUMAHAN MURAH TERHADAP PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS)
EVALUASI PASCA HUNI KEBERLANJUTAN PERUMAHAN MURAH TERHADAP PEGAWAI NEGERI SIPIL (PNS)
Pada tahun 2019, Indonesia memiliki housing backlog sebesar 7,6 juta rumah yang perlu diakomodir dengan pemenuhan perumahan baru. Oleh karena itu ada kebijakan melalui program “sat...
Evaluasi Kenyamanan Audial pada Kawasan Perumahan di Kota Bogor
Evaluasi Kenyamanan Audial pada Kawasan Perumahan di Kota Bogor
Pembangunan kawasan permukiman dan perumahan di Kota Bogor semakin meningkat seiring dengan pertambahan jumlah penduduk dan ditandai oleh pengembangan beberapa jalan. Salah satu pe...
Mekanisme Penyaluran Pupuk Bersubsidi Di PT AR II Penjualan Daerah Lampung
Mekanisme Penyaluran Pupuk Bersubsidi Di PT AR II Penjualan Daerah Lampung
PT AR II merupakan perusahaan BUMN yang bergerak di produsen dan distributor pupuk  bersubsidi dan nonsubsidi bagi kelompok tani. PT AR II cabang Lampung merupakan anak cabang atau...

Back to Top