Javascript must be enabled to continue!
Analisis Dampak Penambahan Lantai Terhadap Perkuatan Struktur Kolom dan Pondasi Bangunan Ruko 9 Lantai
View through CrossRef
Perkuatan struktur bangunan harus dipertimbangkan ketika sebuah bangunan mengalami perubahan atau penambahan dalam segi pembebanan yang dapat berupa penambahan lantai gedung, alih fungsi bangunan, perubahan tata ruang bangunan. Penambahan lantai atau alih fungsi bangunan dapat menyebabkan beban tambahan pada elemen struktur bangunan eksisting seperti kolom, balok, dan pondasi. Tujuan penelitian ini yaitu evaluasi struktur bangunan berupa kolom dan pondasi ruko terhadap penambahan lantai. Metode yang digunakan pada penelitian yaitu pemodelan dengan bantuan aplikasi ETABS v20.10. Hasil penelitian menunjukkan elemen struktur kolom dan pondasi tidak mampu menahan beban tambahan dan diperlukan perkuatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa kolom berukuran 25×50 cm mengalami kegagalan sehingga kolom lantai 1-3 perlu diperbesar menjadi 50×80 cm dan kolom lantai 4-9 perlu diperbesar menjadi 40×60 cm. Pondasi dan pile cap memerlukan perkuatan yaitu perlu ditambahkan pondasi bored pile berdiameter 40 cm dengan tulangan 8D16. Pile cap eksisting berukuran 80×80×75 cm perlu diperbesar menjadi 240×160×75 cm dengan tulangan D22 jarak 150 mm. Pile cap yang didesain telah mampu menahan gaya geser baik dari kolom maupun bored pile.
Nusa Putra University
Title: Analisis Dampak Penambahan Lantai Terhadap Perkuatan Struktur Kolom dan Pondasi Bangunan Ruko 9 Lantai
Description:
Perkuatan struktur bangunan harus dipertimbangkan ketika sebuah bangunan mengalami perubahan atau penambahan dalam segi pembebanan yang dapat berupa penambahan lantai gedung, alih fungsi bangunan, perubahan tata ruang bangunan.
Penambahan lantai atau alih fungsi bangunan dapat menyebabkan beban tambahan pada elemen struktur bangunan eksisting seperti kolom, balok, dan pondasi.
Tujuan penelitian ini yaitu evaluasi struktur bangunan berupa kolom dan pondasi ruko terhadap penambahan lantai.
Metode yang digunakan pada penelitian yaitu pemodelan dengan bantuan aplikasi ETABS v20.
10.
Hasil penelitian menunjukkan elemen struktur kolom dan pondasi tidak mampu menahan beban tambahan dan diperlukan perkuatan.
Hasil analisis menunjukkan bahwa kolom berukuran 25×50 cm mengalami kegagalan sehingga kolom lantai 1-3 perlu diperbesar menjadi 50×80 cm dan kolom lantai 4-9 perlu diperbesar menjadi 40×60 cm.
Pondasi dan pile cap memerlukan perkuatan yaitu perlu ditambahkan pondasi bored pile berdiameter 40 cm dengan tulangan 8D16.
Pile cap eksisting berukuran 80×80×75 cm perlu diperbesar menjadi 240×160×75 cm dengan tulangan D22 jarak 150 mm.
Pile cap yang didesain telah mampu menahan gaya geser baik dari kolom maupun bored pile.
Related Results
Analisis Perbandingan Perilaku Struktur Dengan Variasi Bentuk Penampang Kolom Beton Bertulang
Analisis Perbandingan Perilaku Struktur Dengan Variasi Bentuk Penampang Kolom Beton Bertulang
Penampang kolom adalah salah satu elemen penting dalam desain struktur beton bertulang. Berbagai bentuk penampang dapat digunakan, seperti persegi, persegi panjang, lingkaran, atau...
Pengaruh Perubahan Dimensi Kolom pada Perhitungan Struktur Tahan Gempa Gedung Beton Bertulang
Pengaruh Perubahan Dimensi Kolom pada Perhitungan Struktur Tahan Gempa Gedung Beton Bertulang
Kolom merupakan salah satu elemen struktur yang berperan penting dalam mendukung kekuatan suatu bangunan, perlu adanya perhitungan dalam menentukan dimensi elemen struktur kolom te...
Pengaruh Perubahan Dimensi Kolom Pada Kapasitas Struktur Tahan Gempa Gedung Beton Bertulang
Pengaruh Perubahan Dimensi Kolom Pada Kapasitas Struktur Tahan Gempa Gedung Beton Bertulang
Pada perencanaan struktur Gedung Puskesmas Cisaga Ciamis terdapat beberapa kali perubahan dimensi kolom. Sejauh mana perubahan dimensi kolom berpengaruh terhadap kinerja bangunan G...
ANALISIS JENIS PONDASI PADA GEDUNG REKTORAT AKPER SUMBAWA KABUPATEN SUMBAWA
ANALISIS JENIS PONDASI PADA GEDUNG REKTORAT AKPER SUMBAWA KABUPATEN SUMBAWA
Akademi Keperawatan (AKPER) Sumbawa merupakan salah satu universitas yang saat ini dalam proses pembangunan dengan perencanaan 3 lantai dan 1 lantai sebagai basement dengan rencana...
EVALUASI STRUKTUR GEDUNG SDN 07/10 PARAK JUAR KECAMATAN LIMA KAUM KABUPATEN TANAH DATAR
EVALUASI STRUKTUR GEDUNG SDN 07/10 PARAK JUAR KECAMATAN LIMA KAUM KABUPATEN TANAH DATAR
Gedung SD N 07/10 yang terletak di Parak Juar Kecamatan Lima Kaum Kabupaten Tanah Datar menjadi sorotan untuk saya yang akan melakukan penelitian yang berkaitan dengan bangunan ged...
PEREMAJAAN FASAD ARSITEKTUR RUKO PECINAN UNTUK MEMPERKUAT CITRA VISUAL PADA KORIDOR SEI RAMPAH
PEREMAJAAN FASAD ARSITEKTUR RUKO PECINAN UNTUK MEMPERKUAT CITRA VISUAL PADA KORIDOR SEI RAMPAH
Koridor Sei Rampah merupakan jalan lintas Sumatera yang terletak di pusat Kota Sei Rampah. Koridor perdagangan dan jasa ini didominasi oleh deretan ruko pecinan yang dahulunya meru...
Analisis Struktur Bangunan Rumah Tinggal di Desa Jumoyo yang Berisiko Terhadap Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi
Analisis Struktur Bangunan Rumah Tinggal di Desa Jumoyo yang Berisiko Terhadap Banjir Lahar Dingin Gunung Merapi
Desa Jumoyo merupakan daerah rawan bencana yang salah satunya disebabkan oleh banjir lahar dingin. Banjir lahar dingin dari erupsi Gunung Merapi telah menyebabkan kerusakan banguna...
Pengaruh Perubahan Dimensi Kolom Pada Kapasitas Struktur Tahan Gempa Gedung Beton Bertulang
Pengaruh Perubahan Dimensi Kolom Pada Kapasitas Struktur Tahan Gempa Gedung Beton Bertulang
Abstrak— Pada perencanaan struktur Gedung Puskesmas Cisaga Ciamis terdapat beberapa kaliperubahan dimensi kolom. Sejauh mana perubahan dimensi kolom berpengaruh terhadap kinerjaban...

